Pages

Subscribe:

Pengunjung

Entri Populer

sahabat

random Ayat Al Qur'an

Waktu Shalat

Cari di Blog Ini

translit

Jumat, 01 April 2011

Jangan takut jadi orang aneh


assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu

saudara sekalian,, dunia memang aneh, sesuatu yang baik dibilang aneh (tumben) sesuatu yangt tidak baik dianggap biasa saja..

pada suatu hari , ada seorang ustadz tengah bercengkrama dengan seorang pemuda '

"Dunia memang aneh", Gumam Pak Ustadz

"Apanya yang aneh Pak?" Tanya Pemuda yang fakir ini.

"Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa"

"Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami" Kata Pak Ustadz.

Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menuju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya. "Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih?” Tanya ibu muda itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang lain rasanya;

"Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya seperti itu ditumbenin? Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?

Kenapa orang kemasjid dianggap aneh? Orang yang pergi ke masjid akan terasa "aneh" ketika orang-orang lain
justru tengah asyik nonton sinetron "fatia".

Orang ke masjid akan terasa "aneh" ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan. Orang kemasjid terasa "aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor kehujanan.
Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, "Kamu akan banyak menjumpai "keanehan-keanehan" lain di sekitarmu", kata Pak Ustadz.

"Keanehan-keanehan" disekitar kita?

Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak "aneh" ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan ngobrol.

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh", karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat di akhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur Al Qur’an ba'da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat. Aneh bukan?

Cobalah hari ini shalat Jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua menjelang selesai.

Cobalah Anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test… test, test saja.

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadist, atau ayat Al Qur’an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.

Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang "aneh" selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari'at dan tata nilai serta norma yang benar.

Jangan takut "ditumbenin" ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan Al Qur’an (AlA'raf:31)


Jangan takut dikatakan "sok alim" ketika kita lakukan shalat dhuha di kantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.

Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.

Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang
ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Annisaa:103)

Jangan takut untuk shalat Jum’at/shalat berjama'ah berada di shaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah.....,Karena di shaf terdepan itu ada kemuliaan sehingga di jaman Nabi Salallahu'alaihi Wassalam para sahabat bisa bertengkar cuma gara-gara memperebutkan berada di shaf depan.

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. (Al Jumu'ah:9)

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadist atau ayat-ayat Al Qur'an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Fusshilat:33)

Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali menyerukan, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal kita....

Selamat jadi orang aneh ……

http://delphidanlainnya.blogspot.com/2009/04/jangan-takut-jadi-orang-aneh.html

[+/-] Selengkapnya...

Serahkan hatimu kepada Allah, niscaya Alllah akan menyerahkan hatimu kepada orang yang terplih



Bismillahirrahmanirrahim...
" Dinikahi wanita itu kerana 4 perkara : Kerana hartanya dan kerana keturunannya dan kerana kecantikannya dan kerana agamanya, maka pilihlah yang mempunyai (mengamalkan) agama, ia menyenangkanmu." (Riwayat Muslim)
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Aku bukanlah seorang laki-laki yang memiliki harta bertimbun, bukan juga seorang yang mempunyai paras wajah yang tampan seprti arjuna, jauh sekali bersusur galurkan keturunan yang dihormati dan disegani. Apa yang ada pada diriku hanyalah agama yang menjadi pegangan dan panduan hidup untuk aku terus gah berdiri di muka bumi Allah ini. Maka milikilah hatiku dengan izin Allah, milikilah cintaku keranaNya, milikilah diriku kerana agamaNya dan milikilah jiwaku keranaNya.

Tidak pernah dan tidak sekali pun aku kisah siapa saja yang mau berteman dengan ku baik perempuan mahupun lelaki. Apa yang penting bagiku asalkan dia tahu batasnya ikhtilat terutama jika dia seorang perempuan. Tetapi aku kisah jika dia seorang lelaki yang terus-terusan meluahkan perasaan cintanya kepadaku tanpa melalui orang perantaraan yang aku percayai. Kerana aku tidak yakin lelaki sebegini mampu menjadi pemimpinku dalam perjalanan panjang mencari dan meraih redhaNya. Cintaku tidak semurah itu! Biarlah dia sehebat mana sekalipun tetapi aku tidak akan sekali-kali berkompromi dalam soal ini. Bagi aku wanita sebegini kurang mujahadahnya dalam mengawal perasaan cintanya walaupun dia seorang yang hebat dari segi dakwah. Dimana hilangnya sensitivitinya terhadap agama dalam hal sebegini yang berkait rapat dengan kerajaan diri iaitu hati? sedangkan hati perlu dijaga kerana disitu letaknya segala kemuliaan. Cukuplah sekadar berkawan denganku sehingga tiba masa yang ditetapkanNya. Saat itu pasti tiba!

Kerap sekali soalan siapa mujahid pilihanku dilontarkan oleh sahabat2 seperjuangan ku dulu. Usahlah ditanya kerana itu menjadi asrar qalbi. Cuma ingin aku tegaskan aku tidak menginginkan lelaki yang hebat di pentas dunia, bukan juga yang namanya sering meniti di setiap bibir gadis-gadis kerana ketampanan dan kepimpinannya yang menyerlah tetapi, aku lebih memilih dia yang penuh dengan kerendahan hati, yang bangunnya disepertiga malam menemui Sang Kekasih dengan hati yang sarat dengan kerinduan dan kecintaan kepadaNya. Hidupnya sentiasa dalam halaqah, yang ditarbiyah dan istiqamah dalam perjuangan dakwahnya. Biarlah dia tidak dikenali oleh sesiapapun asalkan namanya menjadi sebutan di langit Ilahi dan dirindui para bidadari syurga. Yang ku harapkan bukanlah putera berharta tapi yang diimpi biarlah putera agama. Bukanlah aku mengharapkan yang sempurna kerana aku juga serikandi dengan silam yang kelam.

Walaupun adakalanya hati ini terasa lelah dan penat kerana kerap teruji dengan cinta lelaki, ku cuba juga sedaya upaya mungkin menepis cinta yang tak halal buatku. Ku hargai perasaan setiap insan yang datang padaku tetapi aku tetap dengan prinsipku cinta untuk seorang suami takkan ku kongsi!. Kalian lebih mulia berbanding diriku yang hanya insan hina yang cuba meraih redha dimataNya. Tetapi aku tidak boleh menerima kalian memandangkan hati ini tidak bersedia untuk menerima sesiapa. Bukanlah niatku untuk menyakiti hati sesiapapun, malah aku cukup merasa serba salah bila orang kecewa dan patah hati keranaku. Ketahuilah aku cuma kasihankan kaummu wahai adam kerana Rasulullah s.a.w sendiri pernah bersabda
"Tidak ada fitnah terbesar buat seorang lelaki di akhir zaman melainkan seorang wanita"
Aku takut tergolong dalam golongan yang menjadi fitnah kepada lelaki. Aku tidak mahu melalaikan seorang lelaki yang bakal menjadi mujahid agama. Betapa berdosanya diriku jika aku menjadi punca kejatuhan mereka.

Kepada insan yang pernah ku katakan diriku sudah bertunang dan mempunyai pilihan sendiri, ya memang benar. Aku mempunyai pilihan ku sendiri, dan sudah pun bertunang. Aku bertunang dengan study dan gerak kerja ku dan pilihan ku adalah "dia" yang Allah takdirkan buatku. Dalam usiaku ini aku tidak mahu tertipu dengan cinta palsu yang boleh mengundang padah pada keberkatan rumah tanggaku kelak. Ku petik sedikit kata2 Dr Nazri yang bercinta sebelum kahwin dan sering keluar bersama dengan teman wanitanya dalam buku Dr Farhan Hadi-Denyut Kasih Medik :
" Kena jaga hubungan dengan tunang. Saya rasa macam tak berkat aje lepas kahwin. Hati jadi susah. Rasa selalu curiga. Bila dia keluar aje terus rasa tak sedap hati. Kalau sebelum kahwin dah berani keluar dengan saya, sekarang ni pun mestilah berani keluar dengan lelaki lain. Curiga ni susah nak hilang. Rasa menyesal pula tak pilih yang baik dan solehah,"
Inilah yang cukup aku takuti. Benarlah, dosa semalam menjadi kecurigaan hari ini, esok dan selamanya!
Sememangnya jatuh cinta itu bukanlah sesuatu yang salah kerana ianya fitrah dan merupakan hadiah dari Sang Pencipta. Tetapi manusia sering kali terlupa dan leka, mereka terlalu taksub dengan hadiah yang diberi sehingga terlupa untuk berterima kasih pada Sang Pemberi Hadiah itu. Oleh itu hati ini kuserahkan padaNya, biarlah Dia yang menentukan kepada siapa yang layak memilikinya..wallahualam..

p/s: Serahkan hati mu pada ALLAH, nescaya akan diserahkanNYA kepada pemilik yang terbaik...
Milikilah hatiku dengan izin ALLAH, milikilah cintaku kerana cintaNYA, milikilah diriku kerana agamaNYA, milikilah jiwaku keranaNYA...

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 26 Maret 2011

Kisah Zunnirah



Zinnirah adalah seorang gadis yang berasal dari Rome.
kehidupan keluargaya sangat miskin dan dalam keadaan serba kekurangan. ketika terjadi peperangan besar di Rome, Zinnirah terpisah dari keluarganya lalu menjadi tawanan perang.

Sejak itu ia menjadi Hamba sahaya dan seringt bertukat majikan. sepanjang menjadi Abdi, Zinnirah dilakukan dengan kasar dan sering kali dilakukan seperti binatang oleh tuannya. suatu hari Zinnirah berkenalan dengan seorang hamba yang senasib dengannya..
perkenalan itu akhirnya membawa Nur Islam kepada dirnya dalam diri Zinnirah karena hamba itu menerangkan ajaran yang dibawa Rasulullah .
penerangan yang tulus itu membuka hatiZinnirah untuk masuk Islam.
namun,,, ia melakakukan ibadah scara rahasia karena tuanya memusuhi islam.

Nasibnya lebih malang ketika ia betukar tangan kepada bangsawan Quraisy yang sangat berpengaruh waktu itu, Umar AL-KHattab.
ketika itu,UMar belum masuk islam dan juga tidak mengetahui keislaman Zinnirah .
Umar yag sangat memusuhi Rasulullah terkenal sangat bengis dan kejam. sehingga ditakuti,baik lawan ataupun lawan .

akhirnya Umar mengetahui keislaman Zinnirah . pada suatu hari Umar mendengar ZInnirah membaca Al Qur'an menimbulkan kemarahan dan berniat untuk menghukukmnya dengan siksaan yang sangat berat.

" Taukah kamu apakah hukuman yang layak untukmu?" tanya Umar dengan wajah yang menyerupai kejamnya singa sambil menyeret Zinnrah kepadang pasir.
Disitu Umar mengikat kaki dan tangan Zinnirah dan menjemurnya di tarik panas matahari.
: inilah caranya supaya kamu insyaf," katanya, lalu meninggalkan ZInnirah disitu.


Walaupun mukanya perih di panas matahari dan keausan , Zinnirah tetap tabah menghadapi penderitaan itu sambil bibirnya tidak berhenti membisikan Allah...Allah..Allah..
karena Umaer melihat ambanya belum insyaf, ia menyeretnya kepinggir kota dan mengiktnya di tiang.


Dia menyuruh orang orang mengorek mata ZInnirah sehingga menjadi buta . walaupun darah bercucuran dari matanya dan dia diejek oleh orang kafir Quraisy yang percaya dia dilaknat Tuhab Latta dan Uzza, iman Zinnirah tidak luntur malah berkata, " Sekali pun aku dibunuh, kepercayaanku masih tetap pada Allah yang Maha Esa ".
penderitaan itu akhirnya ke pengetahuan Abu Bakar as-sidik dan membeli Zinnirah dengan harga yang tinggi.
sejak itu, dia tekun beribadah dengan karunia Allah, kedua matanya yang buta itu bercahaya kembali dan kembali sepeti semula. peristiwa mengagumkan ini menyebabkan anyak orang Quraisy memeluk ISlam .... subhanallah.....



PUISI BUAT ZINNIRAH

hadirmu bersama kuntuman senyuman
walau dirimu hamba tawanan
Kau jadi impian Firdausi
Kau jadi pingitan perhiasan duniawi
Walau tak pernah melihatu
Zinnirah.....

Matamu jadi taruhan
Gantian lara nilai iman
Terlindung sudah indahnya maya
Matamu tetap menyala

Oh Zinnirah...
Kau umpaa bintang dimalam hari
Menemani alam dan ditemani indahny purnama
Selaut kasih kau hamparkan untuk Illahi
Tiada sepadan dan tiada bertewpi.

Oh Zinnirah...
Kau umpaa bintang dimalam hari
Menemani alam dan ditemani indahny purnama
Selaut kasih kau hamparkan untuk Illahi
Tiada sepadan dan tiada bertepi..

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 26 Oktober 2010

Keutamaan Menyebarkan Ilmu Agama

Dari Abu Umamah al-Baahili
radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,

« إِنَّ اللَّهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ
السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ،
حَتَّى النَّمْلَةَ فِى
جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ،
لَيُصَلُّونَ عَلَى
مُعَلِّمِ النَّاسِ
الْخَيْرَ »

“Sesungguhnya Allah dan para
Malaikat, serta semua makhluk
di langit dan di bumi, sampai
semut dalam lubangnya dan
ikan (di lautan), benar-benar
bershalawat/mendoakan
kebaikan bagi orang yang
mengajarkan kebaikan (ilmu
agama) kepada manusia ”
[1].
Hadits yang agung ini
menunjukkan besarnya
keutamaan seorang yang
mempelajari ilmu agama
[2]
yang bersumber dari al-Qur’an
dan Sunnah Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
kemudian menyebarkannya
kepada umat manusia
[3].
Imam Abdullah bin al-Mubarak
rahimahullah berkata, “Aku
tidak mengetahui setelah
(tingkatan) kenabian,
kedudukan yang lebih utama
dari menyebarkan ilmu
(agama) ”
[4].
Dalam hadist lain yang
semakna dari Abu Darda’
radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
“ Sesungguhnya orang yang
memahami ilmu (agama dan
mengajarkannya kepada
manusia) akan selalu
dimohonkan (kepada Allah
Ta ’ala) pengampunan (dosa-
dosanya) oleh semua makhluk
yang ada di langit dan di bumi,
termasuk ikan-ikan di lautan

[5].
Beberapa faidah penting yang
terkandung dalam hadits ini:
- Makna shalawat dari Allah
Ta ’ala kepada hamba-Nya
adalah limpahan rahmat,
pengampunan, pujian,
kemuliaan dan keberkahan
dari-Nya.
[6]. Ada juga yang
mengartikannya dengan
taufik dari Allah Ta ’ala untuk
mengeluarkan hamba-Nya dari
kegelapan (kesesatan) menuju
cahaya (petunjuk-Nya),
sebagaimana dalam firman-
Nya:

{ هُوَ الَّذِي يُصَلِّي
عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ
لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ
الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ
رَحِيمًا }
“Dialah yang bershalawat
kepadamu (wahai manusia)
dan malaikat-Nya (dengan
memohonkan ampunan
untukmu), supaya Dia
mengeluarkan kamu dari
kegelapan kepada cahaya
(yang terang). Dan adalah Dia
Maha Penyayang kepada
orang-orang yang
beriman ” (QS al-Ahzaab:43)[7].

- Orang yang mengajarkan
ilmu agama kepada manusia
berarti telah menyebarkan
petunjuk Allah Ta ’ala yang
merupakan sebab utama
terwujudnya kemakmuran
dan kesejahteraan alam
semesta beserta semua isinya,
oleh karena itu semua makhluk
di alam semesta berterima
kasih kepadanya dan
mendoakan kebaikan baginya,
sebagai balasan kebaikan yang
sesuai dengan perbuatannya
[8].

- Sebagian dari para ulama ada
yang menjelaskan makna
hadits ini bahwa Allah Ta ’ala
akan menetapkan bagi orang
yang mengajarkan ilmu agama
pengabulan bagi semua
permohonan ampun yang
disampaikan oleh seluruh
makhluk untuknya[9].

- Tentu saja yang keutamaan
dalam hadits ini khusus bagi
orang yang mengajarkan ilmu
agama dengan niat ikhlas
mengharapkan wajah Allah
Ta ’ala, bukan untuk tujuan
mencari popularitas atau
imbalan duniawi[10].

- Para ulama yang
menyebarkan ilmu agama
adalah pewaris para Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam[11]
, karena merekalah yang
menggantikan tugas para Nabi
dan Rasul ‘alaihis salam, yaitu
menyebarkan petunjuk Allah
Ta ’ala dan menyeru manusia
ke jalan yang diridhai-Nya,
serta bersabar dalam
menjalankan semua itu, maka
merekalah orang-orang yang
paling mulia kedudukannya di
sisi Allah Ta ’ala setelah para
Nabi dan Rasul ‘alaihis salam
[12].
- Imam Ibnul Qayyim
rahimahullah berkata,
“ Menyampaikan/menyebarkan
sunnah (petunjuk) Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
kepada umat manusia lebih
utama daripada
menyampaikan (melemparkan)
panah ke leher musuh
(berperang melawan orang
kafir di medan jihad), karena
menyampaikan panah ke leher
musuh banyak orang yang
(mampu) melakukannya,
sedangkan menyampaikan
sunnah (petunjuk) Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
kepada umat manusia hanya
(mampu) dilakukan oleh (para
ulama) pewaris para Nabi
‘ alaihis salam dan pengemban
tugas mereka di umat mereka,
semoga Allah Ta ’ala
menjadikan kita termasuk
golongan mereka dengan
karunia dan kemurahan-Nya
” [13].


semogs bermanfaat

[+/-] Selengkapnya...

Pesan Terakhir Rasulullah Saw.

Khutbah Terakhir Nabi
Muhammad SAW
(Khutbah ini disampaikan
pada 9 Dzulhijjah 10 H di
Uranah, Arafah)
Ya, saudara-saudaraku,
perhatikan apa yang akan aku
sampaikan, aku tidak tahu
apakah tahun depan aku
masih berada di antara kalian.
Karenanya dengarkan baik-
baik apa yang kukatakan ini
dan sampaikan
kepada mereka yang tidak
dapat hadir saat ini.
Ya, saudara-saudaraku, seperti
kita ketahui, bulan ini, hari ini
dan kota ini adalah suci,
karenanya pandanglah
kehidupan dan milik setiap
orang Muslim sebagai
kepercayaan yang suci.
Kembalikan barang-barang
yang dipercayakan kepadamu
kepada pemilik yang
sebenarnya.
Jangan kau lukai orang lain
sebagaimana orang lain tidak
melukaimu. Ingatlah bahwa
kamu akan bertemu dengan
Allah SWT dan Dia akan
memperhitungkan amalanmu
dengan sebenar-benarnya.
Allah SWT telah melarangmu
memungut riba, karenanya
mulai saat ini dan untuk
seterusnya kewajiban
membayar riba dihapuskan.
Waspadalah terhadap syaitan,
demi keselamatan Agamamu.
Dia telah kehilangan semua
harapannya untuk membawa
kalian pada kesesatan yang
nyata, tapi waspadalah agar
tidak terjebak pada tipuan
halusnya.
Ya, saudara-saudaraku, adalah
benar kamu mempunyai hak
tertentu terhadap isteri-
isterimu, tapi mereka juga
mempunyai hak atas dirimu.
Apabila mereka mematuhi
hakmu maka mereka
memperoleh haknya untuk
mendapat makanan dan
pakaian secara layak.
Perlakukanlah isteri-isterimu
dengan baik dan bersikaplah
manis terhadap mereka,
karena mereka adalah
pendampingmu dan
penolongmu yang setia. Dan
adalah hakmu untuk melarang
mereka berteman dengan
orang-orang yang tidak kamu
sukai, dan juga
terlarang melakukan
perzinahan.
Ya, saudara-saudaraku,
dengarkanlah baik-baik,
sembahlah Allah, Shalat lima
kali dalam sehari, laksanakan
Puasa selama bulan Ramadhan,
dan tunaikanlah Zakat,
laksanakan ibadah Haji bila
mampu.
Ketahuilah bahwa sesama
Muslim adalah bersaudara.
Kamu semua adalah sederajat.
Tidak ada perbedaan satu
terhadap yang lain kecuali
Ketaqwaan dan Amal Shalih.
Ingatlah, suatu hari kamu akan
menghadap Allah
dan harus mempertanggung
jawabkan semua amalanmu.
Karena itu berhati-hatilah
jangan menyimpang dari jalan
kebenaran setelah
kepergianku nanti.
Ya, saudara-saudaraku, tidak
akan ada Nabi atau Rasul
sesudahku dan tidak akan ada
agama lain yang lahir.
Karenanya simaklah baik-baik
ya Saudaraku, dan pahamilah
kata-kata yang kusampaikan
kepadamu,
bahwa aku meninggalkan dua
pusaka, Al-Qur ’an dan contoh-
contohku sebagai As-Sunnah
dan bila kalian mengikutinya
tidak mungkin akan tersesat.
Siapa yang mendengarkan
perkataanku ini wajib
menyampaikannya kepada
yang lain dan seterusnya dan
mungkin yang terakhir
memahami kata-kataku ini
bisa lebih baik dari yang
langsung mendengarkan.
Demi Allah aku bersaksi,
bahwa aku telah
menyampaikan ajaran-Mu
kepada umat-Mu ya Allah.

[+/-] Selengkapnya...