Jumat, 15 April 2011
Akhwat belum tentu Muslimah
assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu..
sahabat fillah, sering kita mendengar istilah berjilbabtapi telanjang bukan??
lalu bagaiman dengamn judul yang satu ini??
eiitsss, jangan buru-buru protes dulu. Simpan bentar protesnya. Baru baca judulnya aja, kan? Apalagi baca isinya ntar, hehe... Jangan tiru orang kebanyakan yang sekadar ngeliat sesuatu dari kulitnya aja. Lihatlah lebih dalam kawan. Seperti milih buahan. Kamu mesti mau kalau dikasi makan durian, padahal kalau cuma dilihat dari luar aja, durian itu nggak ada menarik-menariknya, kecuali buat ngelempar para mafia di Senayan yang lagi tidur biar bangun. Sialnya kalau mereka bangun, mereka cuman pandainya ngasilin UUD dengan kepanjangan Ujung-Ujungnya Duit. Benar-benar nggak menarik, masalahnya yang disedotnya duit kita! Halus banget nyedotnya, pakai peraturan. Tinggal kita yang lemas terengah-engah keabisan darah.
Dulu ketika aku SMA, anak-anak perempuan bakalan risih kalau guru agama mulai nyebut-nyebut soal jilbab, saat itu dibilang jilbab, yang sekarang bagiku bukan jilbab tapi kerudung. Merasa disindir secara telak. Meskipun mereka merasa mempunyai alasan sakti: belum dapat hidayah alias belum dapat petunjuk untuk mengenakannya. Alasan yang nggak logis sebenarnya, karena ketika menjelaskan tentang jilbab yang kerudung itu, guru agama akan mengutip ayat Al-Qur’an. Dan itulah petunjuk nyatanya. Aneh kalau begitu mendengar petunjuk malah bilang belum mendapatkannya! Seperti orang yang dberi makanan tapi masih aja bilang belum dapat makanan.
Untung aja kerudung akhirnya jadi mode yang tren lagi. Katanya mode itu kan seperti siklus. Para pebisnis lihai banget ngeliat peluang ini. Maka nggak peduli tahu apa itu jilbab, bagaimana itu kerudung, ramai-ramai mereka memasok barang ke pasar. Menuhin kebutuhan pasar katanya. Belum lagi mode juga penuh modifikasi. Hasil kreasinya jadi macam-macam, dan banyak nggak mutunya karena nggak dilandasin sama pemahaman mereka tentang apa yang mereka buat. Maka banyaklah para perempuan yang berkerudung bertebaran di jalan. Bagus sih. Tapi mesti beda lah antara seorang yang sekadar mengkonsumsi barang jualan sama yang memang paham apa yang akan dibelinya itu.
Kerudunger. Ini aku peruntukkan buat semua cewek yang sekadar memakai kerudung kecil, mirip lap tangan dan sering kali bahannya rada tembus pandang gitu. Apalagi yang sekedar menggunakannya ketika ada wilayah kampus, ngikutin peraturan kampus ceritanya. Aneh memang, peraturan dari lembaga yang kecil gitu aja diturutin. Eh, giliirannya peraturan dari Sang Pembuat dunia malah nggak dipelajari, nggak dipatuhin. Memang manusia itu makhluk yang aneh.
Kerudunger mengenakan kerudung bukan karena sadar untuk melakukan perintah agama, tapi mengenakan itu sebagai bagian dari sebuah mode pakaian yang lagi ngetren. Kebanyakan dari mereka beragama tanpa tahu apa yang diwariskannaya dari orang tua itu kok. Apalagi kalau dapat orang tua yang juga nggak kenal baik sama warisannya itu, mana bisa menjelaskan ke anaknya. Malah manjaiin dan membuai anaknya ke alam mimpi dengan segala kesenangan berlandaskan uang. Itu untuk yang kaya kasusnya. Kalau miskin, terbentur dengan akses ekonominya. Tersita waktu untuk mempertahankan nafas, dan ini penguasa mesti bertanggung jawab besar. Dan lingkungan sekeliling juga mesti ditanyain. Kerudunger itu seringkali hanya mengikuti apa yang banyak dikenakan oleh orang di seklilingnya. Sekedar alat untuk diterima di suatu lingkungan. Sekedar alat untuk tidak terlihat terlalu berbeda dengan sekitanya. Mengenakan tanpa tahu maksud dan makna dibalik apa yang dikenakannya itu. Dan parahnya lagi kalau abis baca ini masih aja dengan bego’nya nggak mau mencari tahu lebih lanjut lagi kesalahan dia. Keburu mati, tahu rasa! Nyahok!
Kelakuannya masih sebelas dua belas lah sama cewek-cewek biasa kebanyakan. Cewek yang nggak berjilbab, kerudung aja nggak, ya, non?! Tempat main favoritnya etalase raksasa, alias mall. Becandaan sering kelewatan sama lawan jenis. Boncengan naik motor, sama abang kandung sih oke-oke aja, tapi kayaknya nggak mungkin kan meluknya mesra gitu kalau sama saudara kandung?
Apalagi kerudung juga jadi sering kali menjadi topeng para cewek-cewek rendahaan yang berkerudung sekadarnya. Dugem jangan tanya deh. Liat aja ktm yang ada di klub-klub malam. Mesti kamu bakalan aneh banyak yang di kampusnya memakai kerudung, tapi hadir disana dengan seksinya.
Pacaran gaya tingkat tinggi, pulang kemalaman terus dijadikan alasan buat tidur di kostan cowok mah nggak.....nggak jarang maksudnya. Paduan kerudungnya adalah jeans ketat, pakaian lengan panjang tapi ketat. Baju ngepas di badan. Kamu bisa liat aku punya lekuk tubuh, gitu prinsipnya.
Udah lah kita mesti berprasangka baiklah ke dia.
Iya, dia belum tahu agamanya sendiri. ngerti kerudung aja sebagai mode bukan perintah dari yang nyiptain dia. Jangan berharap banyak dia bakalan ngerti gimana seharusnya dia berpakaian. Kalau kamu mau jadiin dia pasangan hidup, selamat, berarti siap-siap susah aja lah. Karena bego’ sama bego’ jadi bego’ kuadrat. Kamu nggak merasa bego’? Trus ngapain milih dia jadi dia penghuni rumah? Hayo...
Meskipun ada juga kerudunger yang baik secara perilaku moralnya. Tapi ya.. itu tadi, nggak bisa jaga diri untuk nggak hanyut. Baik secar moral tanpa ada landsaan yang jelas dan kuat secara pemikiran
Buka - bukaan di dunia Maya
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
sahabat yang dirahmati Allah
Sebuah ketelanjangan pribadi yang lebih dari dunia nyata. Lihat saja kegilaan mereka di FB dan jejaring pertemanan maya? Peuh... semua hal diceritakan. Semua kegiatan dituliskan, diberitakan. Mereka seakan tidak mau kalah untuk menjadi selebritis yang sering diungkit masalah-masalah pribadinya yang nggak penting, bagi orang lain, tidak bermanfaat diketahui dan tidak ada yang kurang kalau kita tidak tahu, kecuali bagi yang emang penggosip abis! Terlebih lagi itu adalah masalah pribadi yang seharusnya tidak baik untuk disebarluaskan. Kemana keterjagaan kalian selama diluar sana? Kemana harga diri kalian yang terus kalian pupuk itu kawan? Kalian lacurkan diri atas nama dunia mayakah?
Belum lagi ketika mereka meminta pandangan politikmu. Yang jika dengan semangat tak terarah kamu mengisinya, bisa dijadikan data oleh mereka untuk mengetahui kekuatan pergerakan Islam yang ada. Artinya, jangan-jangan kamu berkontribusi atas bocornya, bahkan hancurnya pergerakan Islam. Begitukah?
Janganlah pergunakan dunia maya untuk meng-exiskan dirimu
Belum tahu aja kalian kalau seorang yang menuliskan apa yang terus dilakukannya setiap hari itu ibaratnya membagikan keping-keping dirinya kepada orang lain yang membacanya. Bukankah dari persamaanlah bisa muncul yang namanya perbincangan dan untuk selanjutnya? Tahukah kalian hobi ini, suka baca itu, dan lain sebagainya yang kalian umbar di jejaring ini. Semua curhat-curhat kalian bagi kami, cowok-cowok bejad, adalah sebuah celah untuk memasuki kelemahan kalian! Memasuki dunia kalian lalu memakanmu! Haha.. hihihiih huhuhuuhuh.....
Mesti belum tahu kalau ada kasus mereka yang mengumbar foto dirinya di jejaring mendapat telepon dari orang-orang asing. Ketika diselidiki ternyata profile dirinya dijadikan sebagai seorang cewek panggilan di sebuah situs! Bisa-bisa jadi pelacur dunia maya. Rela?
Serba memberi ketelanjangan diri.
Aku sedang di sinilah. Aku sedang mau beginilah. Tadi aku mengalami ini itulah. Mendadak semua merasa menjadi artis yang tetek bengek kehidupannya diumbar ke publik. Privasi dan urusan pribadinya semua diorek-orek seenaknya oleh para insan pergosipan. Dikomentari segala macam, dan merasa itu perhatian yang keren. Ayolah kawan, betapa banyak hal yang tidak serius kalian jalani hanya karena ini. Dan sebenarnya berapa banyak mereka yang tidak mempunyai kesibukan yang berarti lalu mengalihkannya dengan mengutak-atik akunnya. Atau tidak bisa menempatkan skala prioritas di antara semua kegiatannya? Mana yang lebih penting diantara semua? Dan orang seperti inilah yang banyak menghabiskan waktu kalian? Keren. Sangat. Haha..
Peduli itu baik tapi tidak mesti kamu menceburkan diri ke kehidupan pribadi setiap orang. Karena belum tentu dia bisa menerima. Dan alangkah ruginya kamu mengetahui urusan orang lain sementara urusanmu sendiri belum beres. Bukan egois, bukan anti sosial, tapi banyak hal yang memang perlu untuk diprioritaskan. Kecanduan yang diakibatkan bisa sangat berbahaya. Seorang anak yang tercuri perhatian dan kasih sayang orang tuanya, karena mereka keranjingan jejaring seperti ini. Ini sudah keterlaluan, kawan. Sebuah kisah yang mampir di telingaku, seorang anak yang orangtuanya tidak pernah melepas laptopnya biar selalu online dan bercengkrama dengan teman mayanya yang entah dimana. Anak itu akhirnya hanya bertanya, lapotnya nanti dibawa ke kubur ya?
Narsis Tingkat Rendah
Berfoto tentang suatu tempat dan harus selalu ada dirimu di sana. Seakan kamu tidak yakin jika orang percaya kamu pernah ke sana. Seakan wajib kamu untuk mengumbar dirimu dimana-mana. Bagian-bagian diri kita yang berharga dan terus kamu tuangkan ke dalam sebuah pembagian kue kenangan berwujud maya. Kenangan yang terlalu diumbar dan dibagi-bagi bagai serpihan kue yang tidak bisa dinikmati lebih dalam lagi. Porsi sahabat dan orang terdekat lainnya yang kamu bagikan kepada yang lain, sehingga sama tidak berartinya.
Keterikatan yang sangat semu pun bermunculan dari sini. Atas nama jejaring sebuah dunia maya kamu bisa berkumpul. Yang menyedihkan keterikatan ini seakan adalah yang terkuat. Sadar tidak sadar itu semua karena kamu telah memberikan bagian dirimu kepada semua orang yang jika ditelisik lebih jauh, kadang tidak lebih pantas untuk mendapatkannya daripada ibumu. Anakmu.
Nb: keren mana muka tembok sama muka buku?
Buka jilbab maya!
Biarin mereka meniru banyak cewek biasa yang majang foto. Haha biarin mereka menurutkan hawa nafsunya, egonya untuk memajang dirinya yang walaupun digital tentu saja memperlihatkan bentuk aslinya. Ah, kan cuma wajah, begitu dalihnya. Jadilah mereka yang nunduk-nunduk di lingkungannya, menebar pesona wajahnya di dunia maya. Berharap kita, dan mungkin tambatan hatinya, untuk dapat melihat. Diam-diam dapat menikmati parasnya yang menurutnya cantik dan mubadzir ataau ga diobral! Hahaha...
Mau tingkatannya akhwat sekalipun kalau udah mainnya di dunia maya mah lewat! Egonya sebagai perhiasan dunia, makhluk yang dianugrahi kecantikan dan daya tarik muncul! Pasang foto-foto dengan berbagai pose. Maksudnya sih baik, ini aku udah ke tempat ini lho pas lburan! Halah..! ga pakai otak sih, emangnya perlu ada gambar dianya kalau cuma mau bilang dia pernah kesana? Sempiit banget tuh pikiran. Padahal kalau mau bilang gitu, foto tempat yang dikunjunginya saja kan bisa. Okelah mau foto dengan penampakan dirinya, tapi cukuplah disimpan didalam komputer atau album yang cuma bisa dilihat oleh dia dan keluarganya. Tapi...ya...namanya juga nafsu ego seorang perempuan kok ya ada yang terasa kurang kalau ga merendahkan diri dengan mengobral wajah dirinya ke banyak ruang, maya pula. Di dunia maya penyebarannya lebih cepat. Dengan mudahya sebuah gambar bisa dicopy paste oleh semua orang yang membukanya. Kelihatan banget kalau mereka kekurangan informasi kalau laki-laki itu daya khayalnya tingkat tinggi. Mana sangka mereka kan kalau dengan foto dari yang dipajang bisa menjadi sangat liar imajinasinya di kepala para lelaki? Hahaha... belum lagi yang mengeksekusi bayangan yang ada di kepalanya. Maka terjadilah yang namanya penggabungan antara image, gambar pelacur dengan wajah para akhwat tadi. Itu tidak sulit bagi para laki-laki yang kacau pemikirannya untuk melakukan hal ini, banyak program tak bersalah yang bisa disalahgunakan oleh mereka-mereka ini.
Jumat, 01 April 2011
Jangan takut jadi orang aneh
assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu
saudara sekalian,, dunia memang aneh, sesuatu yang baik dibilang aneh (tumben) sesuatu yangt tidak baik dianggap biasa saja..
pada suatu hari , ada seorang ustadz tengah bercengkrama dengan seorang pemuda '
"Dunia memang aneh", Gumam Pak Ustadz
"Apanya yang aneh Pak?" Tanya Pemuda yang fakir ini.
"Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa"
"Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami" Kata Pak Ustadz.
Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menuju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.
Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya. "Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih?” Tanya ibu muda itu.
Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang lain rasanya;
"Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya seperti itu ditumbenin? Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?
Kenapa orang kemasjid dianggap aneh? Orang yang pergi ke masjid akan terasa "aneh" ketika orang-orang lain
justru tengah asyik nonton sinetron "fatia".
Orang ke masjid akan terasa "aneh" ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan. Orang kemasjid terasa "aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor kehujanan.
Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, "Kamu akan banyak menjumpai "keanehan-keanehan" lain di sekitarmu", kata Pak Ustadz.
"Keanehan-keanehan" disekitar kita?
Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak "aneh" ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan ngobrol.
Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh", karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat di akhir waktu.
Cobalah berdzikir atau tadabur Al Qur’an ba'da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat. Aneh bukan?
Cobalah hari ini shalat Jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua menjelang selesai.
Cobalah Anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test… test, test saja.
Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadist, atau ayat Al Qur’an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.
Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang "aneh" selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari'at dan tata nilai serta norma yang benar.
Jangan takut "ditumbenin" ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan Al Qur’an (AlA'raf:31)
Jangan takut dikatakan "sok alim" ketika kita lakukan shalat dhuha di kantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.
Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.
Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang
ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Annisaa:103)
Jangan takut untuk shalat Jum’at/shalat berjama'ah berada di shaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah.....,Karena di shaf terdepan itu ada kemuliaan sehingga di jaman Nabi Salallahu'alaihi Wassalam para sahabat bisa bertengkar cuma gara-gara memperebutkan berada di shaf depan.
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. (Al Jumu'ah:9)
Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadist atau ayat-ayat Al Qur'an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Fusshilat:33)
Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali menyerukan, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal kita....
Selamat jadi orang aneh ……
http://delphidanlainnya.blogspot.com/2009/04/jangan-takut-jadi-orang-aneh.html
Serahkan hatimu kepada Allah, niscaya Alllah akan menyerahkan hatimu kepada orang yang terplih
Bismillahirrahmanirrahim...
" Dinikahi wanita itu kerana 4 perkara : Kerana hartanya dan kerana keturunannya dan kerana kecantikannya dan kerana agamanya, maka pilihlah yang mempunyai (mengamalkan) agama, ia menyenangkanmu." (Riwayat Muslim)
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Aku bukanlah seorang laki-laki yang memiliki harta bertimbun, bukan juga seorang yang mempunyai paras wajah yang tampan seprti arjuna, jauh sekali bersusur galurkan keturunan yang dihormati dan disegani. Apa yang ada pada diriku hanyalah agama yang menjadi pegangan dan panduan hidup untuk aku terus gah berdiri di muka bumi Allah ini. Maka milikilah hatiku dengan izin Allah, milikilah cintaku keranaNya, milikilah diriku kerana agamaNya dan milikilah jiwaku keranaNya.
Tidak pernah dan tidak sekali pun aku kisah siapa saja yang mau berteman dengan ku baik perempuan mahupun lelaki. Apa yang penting bagiku asalkan dia tahu batasnya ikhtilat terutama jika dia seorang perempuan. Tetapi aku kisah jika dia seorang lelaki yang terus-terusan meluahkan perasaan cintanya kepadaku tanpa melalui orang perantaraan yang aku percayai. Kerana aku tidak yakin lelaki sebegini mampu menjadi pemimpinku dalam perjalanan panjang mencari dan meraih redhaNya. Cintaku tidak semurah itu! Biarlah dia sehebat mana sekalipun tetapi aku tidak akan sekali-kali berkompromi dalam soal ini. Bagi aku wanita sebegini kurang mujahadahnya dalam mengawal perasaan cintanya walaupun dia seorang yang hebat dari segi dakwah. Dimana hilangnya sensitivitinya terhadap agama dalam hal sebegini yang berkait rapat dengan kerajaan diri iaitu hati? sedangkan hati perlu dijaga kerana disitu letaknya segala kemuliaan. Cukuplah sekadar berkawan denganku sehingga tiba masa yang ditetapkanNya. Saat itu pasti tiba!
Kerap sekali soalan siapa mujahid pilihanku dilontarkan oleh sahabat2 seperjuangan ku dulu. Usahlah ditanya kerana itu menjadi asrar qalbi. Cuma ingin aku tegaskan aku tidak menginginkan lelaki yang hebat di pentas dunia, bukan juga yang namanya sering meniti di setiap bibir gadis-gadis kerana ketampanan dan kepimpinannya yang menyerlah tetapi, aku lebih memilih dia yang penuh dengan kerendahan hati, yang bangunnya disepertiga malam menemui Sang Kekasih dengan hati yang sarat dengan kerinduan dan kecintaan kepadaNya. Hidupnya sentiasa dalam halaqah, yang ditarbiyah dan istiqamah dalam perjuangan dakwahnya. Biarlah dia tidak dikenali oleh sesiapapun asalkan namanya menjadi sebutan di langit Ilahi dan dirindui para bidadari syurga. Yang ku harapkan bukanlah putera berharta tapi yang diimpi biarlah putera agama. Bukanlah aku mengharapkan yang sempurna kerana aku juga serikandi dengan silam yang kelam.
Walaupun adakalanya hati ini terasa lelah dan penat kerana kerap teruji dengan cinta lelaki, ku cuba juga sedaya upaya mungkin menepis cinta yang tak halal buatku. Ku hargai perasaan setiap insan yang datang padaku tetapi aku tetap dengan prinsipku cinta untuk seorang suami takkan ku kongsi!. Kalian lebih mulia berbanding diriku yang hanya insan hina yang cuba meraih redha dimataNya. Tetapi aku tidak boleh menerima kalian memandangkan hati ini tidak bersedia untuk menerima sesiapa. Bukanlah niatku untuk menyakiti hati sesiapapun, malah aku cukup merasa serba salah bila orang kecewa dan patah hati keranaku. Ketahuilah aku cuma kasihankan kaummu wahai adam kerana Rasulullah s.a.w sendiri pernah bersabda
"Tidak ada fitnah terbesar buat seorang lelaki di akhir zaman melainkan seorang wanita"
Aku takut tergolong dalam golongan yang menjadi fitnah kepada lelaki. Aku tidak mahu melalaikan seorang lelaki yang bakal menjadi mujahid agama. Betapa berdosanya diriku jika aku menjadi punca kejatuhan mereka.
Kepada insan yang pernah ku katakan diriku sudah bertunang dan mempunyai pilihan sendiri, ya memang benar. Aku mempunyai pilihan ku sendiri, dan sudah pun bertunang. Aku bertunang dengan study dan gerak kerja ku dan pilihan ku adalah "dia" yang Allah takdirkan buatku. Dalam usiaku ini aku tidak mahu tertipu dengan cinta palsu yang boleh mengundang padah pada keberkatan rumah tanggaku kelak. Ku petik sedikit kata2 Dr Nazri yang bercinta sebelum kahwin dan sering keluar bersama dengan teman wanitanya dalam buku Dr Farhan Hadi-Denyut Kasih Medik :
" Kena jaga hubungan dengan tunang. Saya rasa macam tak berkat aje lepas kahwin. Hati jadi susah. Rasa selalu curiga. Bila dia keluar aje terus rasa tak sedap hati. Kalau sebelum kahwin dah berani keluar dengan saya, sekarang ni pun mestilah berani keluar dengan lelaki lain. Curiga ni susah nak hilang. Rasa menyesal pula tak pilih yang baik dan solehah,"
Inilah yang cukup aku takuti. Benarlah, dosa semalam menjadi kecurigaan hari ini, esok dan selamanya!
Sememangnya jatuh cinta itu bukanlah sesuatu yang salah kerana ianya fitrah dan merupakan hadiah dari Sang Pencipta. Tetapi manusia sering kali terlupa dan leka, mereka terlalu taksub dengan hadiah yang diberi sehingga terlupa untuk berterima kasih pada Sang Pemberi Hadiah itu. Oleh itu hati ini kuserahkan padaNya, biarlah Dia yang menentukan kepada siapa yang layak memilikinya..wallahualam..
p/s: Serahkan hati mu pada ALLAH, nescaya akan diserahkanNYA kepada pemilik yang terbaik...
Milikilah hatiku dengan izin ALLAH, milikilah cintaku kerana cintaNYA, milikilah diriku kerana agamaNYA, milikilah jiwaku keranaNYA...
Sabtu, 26 Maret 2011
Kisah Zunnirah
Zinnirah adalah seorang gadis yang berasal dari Rome.
kehidupan keluargaya sangat miskin dan dalam keadaan serba kekurangan. ketika terjadi peperangan besar di Rome, Zinnirah terpisah dari keluarganya lalu menjadi tawanan perang.
Sejak itu ia menjadi Hamba sahaya dan seringt bertukat majikan. sepanjang menjadi Abdi, Zinnirah dilakukan dengan kasar dan sering kali dilakukan seperti binatang oleh tuannya. suatu hari Zinnirah berkenalan dengan seorang hamba yang senasib dengannya..
perkenalan itu akhirnya membawa Nur Islam kepada dirnya dalam diri Zinnirah karena hamba itu menerangkan ajaran yang dibawa Rasulullah .
penerangan yang tulus itu membuka hatiZinnirah untuk masuk Islam.
namun,,, ia melakakukan ibadah scara rahasia karena tuanya memusuhi islam.
Nasibnya lebih malang ketika ia betukar tangan kepada bangsawan Quraisy yang sangat berpengaruh waktu itu, Umar AL-KHattab.
ketika itu,UMar belum masuk islam dan juga tidak mengetahui keislaman Zinnirah .
Umar yag sangat memusuhi Rasulullah terkenal sangat bengis dan kejam. sehingga ditakuti,baik lawan ataupun lawan .
akhirnya Umar mengetahui keislaman Zinnirah . pada suatu hari Umar mendengar ZInnirah membaca Al Qur'an menimbulkan kemarahan dan berniat untuk menghukukmnya dengan siksaan yang sangat berat.
" Taukah kamu apakah hukuman yang layak untukmu?" tanya Umar dengan wajah yang menyerupai kejamnya singa sambil menyeret Zinnrah kepadang pasir.
Disitu Umar mengikat kaki dan tangan Zinnirah dan menjemurnya di tarik panas matahari.
: inilah caranya supaya kamu insyaf," katanya, lalu meninggalkan ZInnirah disitu.
Walaupun mukanya perih di panas matahari dan keausan , Zinnirah tetap tabah menghadapi penderitaan itu sambil bibirnya tidak berhenti membisikan Allah...Allah..Allah..
karena Umaer melihat ambanya belum insyaf, ia menyeretnya kepinggir kota dan mengiktnya di tiang.
Dia menyuruh orang orang mengorek mata ZInnirah sehingga menjadi buta . walaupun darah bercucuran dari matanya dan dia diejek oleh orang kafir Quraisy yang percaya dia dilaknat Tuhab Latta dan Uzza, iman Zinnirah tidak luntur malah berkata, " Sekali pun aku dibunuh, kepercayaanku masih tetap pada Allah yang Maha Esa ".
penderitaan itu akhirnya ke pengetahuan Abu Bakar as-sidik dan membeli Zinnirah dengan harga yang tinggi.
sejak itu, dia tekun beribadah dengan karunia Allah, kedua matanya yang buta itu bercahaya kembali dan kembali sepeti semula. peristiwa mengagumkan ini menyebabkan anyak orang Quraisy memeluk ISlam .... subhanallah.....
PUISI BUAT ZINNIRAH
hadirmu bersama kuntuman senyuman
walau dirimu hamba tawanan
Kau jadi impian Firdausi
Kau jadi pingitan perhiasan duniawi
Walau tak pernah melihatu
Zinnirah.....
Matamu jadi taruhan
Gantian lara nilai iman
Terlindung sudah indahnya maya
Matamu tetap menyala
Oh Zinnirah...
Kau umpaa bintang dimalam hari
Menemani alam dan ditemani indahny purnama
Selaut kasih kau hamparkan untuk Illahi
Tiada sepadan dan tiada bertewpi.
Oh Zinnirah...
Kau umpaa bintang dimalam hari
Menemani alam dan ditemani indahny purnama
Selaut kasih kau hamparkan untuk Illahi
Tiada sepadan dan tiada bertepi..
Langganan:
Postingan (Atom)






