ASSALAMU'ALAYKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUHU
pada tarbitan sebelumnya kita sudah membahas tentangfreemasonry inilah program mereka
Program Pertama
Program pertama dalam istilah Freemasonry dinamakan Takkim, Yaitu menghancurkan agama samawi dari dalam, dengan cara merancukan ajaran setiap agama dan membuat bid'ah-bid'ah
Program Kedua
Program kedua dinamakan Shada dalam istilah Freemasonry berarti membentuk agama baru dan agama tandingan di seluruh dunia, mirip seperti Takkim tetapi seperti mendirikan agama baru dengan tetap menggandeng ajaran agama lain (Ahmadiyah)
Program Ketiga
Program ketiga dinamakan parokim, dalam istilah Freemasonry berarti membuat gerakan yang bertentangan dan melestarikan teori-teori kufarat seperti Teori Darwin, Plato de el el
Program Keempat
Program keempat dinamakan Libarim, dalam istilah Freemasonry berarti melenyapkan moral-moral yang mengekang kebebasan seksual, seperti mengambangkan pendidikan seks, kesetaraan gender, dan Mengorganisir kaum lesbian, guy, lutherian serta pengakuan hak mereka dalam hukum.
Program Kelima
Program kelima dinamakan Babill, dalam istilah Freemasonry yakni memupuk asas kebangsaan setiap bangsa dan menjaga kemurnian bangsa Yahudi.
Program Keenam
Program Keenam ini dinamakan Onan dalam istilah Freemasonry, mengekang pertumbuhan bangsa Goyim (Non-Yahudi) dengan KB, Aborsi legal de el el dan Menyuburkan perempuan-perempuan Yahudi.
Program Ketujuh
Program ketujuh dinamakan protokol. Dalam istilah Freemasonry, protokol khusus untuk program bangsa Yahudi dalam Suhyuniah (zionisme) yang dimulai dengan pengantar protokol.
Isi protokol adalah tentang rencana Yahudi untuk menguasai dunia, diantaranya penghancuran ekonomi suatu negara, penghancuran moral suatu bangsa dan banyak lagi. Dengan program protokol bangsa Yahudi dapat menjadi penguasa ekonomi dunia, pengatur Politikdan penerangan dunia.
Program Kedelapan
Program kedelapan ini disebut Gorgah, dalam istilah Freemasonry adalah untuk merusak para pemimpin negara, ulama dan partai, mereka harus dijerumuskan dalam pasar seks dengan seribu satu jalan. Pepatah Yahudi mengatakan “jadikanlah perempuan cantik untuk alat suatu permainan siasat.”
Membuat jerat dan jala seks bagi seseorang yang terhormat. Jika namanya disiarkan sehingga kehormatanya jatuh, lalu menyebarkan agen Kasisah, yaitu intel Fremasonry untuk menghancurkan martabat lawan ditempat-tempat maksiat dan mendirikan gedung perjudian terbesar dan modern.
Program Kesembilan
Program kesembilan dinamakan Plotisme yaitu mendidik alim ulama dalam Plotis yang pahamnya terapung ambang lalu disebarkan sebagai tenaga pengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga Islam dan diangkat menjadi anggota kehormatan Freemasonry.
Program Kesepuluh
Program kesepuluh ini dinamakan Qornun, dalam istilah Freemasonry :
* Orang-orang yang terpilih yang berbahaya bagi Freemasonry didukung agar menjadi kaya sehingga bergelimang harta, tetapi akhirnya di peras secara halus oleh suruhan Freeemasonry
* Memberi dana pendidikan bagi pendidikan agama dalam hal berniaga, bertani, dan sebagainya sehingga mereka sibuk dalam keduniaan
* Lawan-lawan Freemasonry agar terjerat riba dan bank Freemasonry
* Menghasut dan memberi jalan dengan berbagai cara agar para pejabat bank diluar bank Yahudi melakukan korupsi sehingga bank tersebut hancur dan kelak bank itu dibantu oleh bank Freemasonry dengan ikatan yang kuat. Bank itu akan berisi kembali dengan tujuh puluh lima persen modal Yahudi. Kemudian pemimpin bank dan karyawan tersebut diberi ajaran Freemasonry dan menjadi anggotanya.
Lalu apa yang sudah kita persiapkan untuk menyongsong mereka, masih mau santai dan berleha-leha sampai mereka menindas kita secara fisik?
Kembali ke Pesan
Lihat Semua
Saran Halaman
Akan kutemukan seseorang yg mau me...
RiWie Black dan 35 teman lainnya menyukai ini.
Suka
Laskar Pelangi
Henni Chii Chiwiz dan 29 teman lainnya menyukai ini.
Suka
Berita Bersponsor
berniaga.com Ide kreatif dari Aldi salah satu pemenang periode #7 hehehehe
75284 · Bagikan
Buat Iklan
Sponsor
10 Tahun Tak Sikat Gigi
us.teknologi.vivanews.com
Gadis cantik ini aneh, tidak pernah mau sikat gigi. Terakhir dilakukannya 10 tahun lalu. Simak apa alasan Ia menolak menyikat giginya.
Bursa jaket pria
Terlengkap untuk jaket, sweater & rompi khusus pria. Ragam model dengan penawaran menarik. Langsung cek ke TokoBagus!
Jangan Lupa Mafia Anda
Bawa teman Anda karena pasti Anda akan memiliki musuh. Mafia Wars Brazil - telah dibuka, penuh ketegangan. Main sekarang.
Dwi Porjo bermain ini.
Jumat, 22 April 2011
Jumat, 15 April 2011
Kecantikan Wanita yang Hakiki
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu..
sahabat fillah,,
Mendengar kata cantik, mungkin benak kita langsung membayangkan sosok tinggi- langsing, berkulit halus-lembut, dan memiliki wajah seindah purnama. Persis seperti model iklan kosmetika di televisi. Berjuta- juta perempuan dengan wajah pas-pasan iri dan tergoda mencoba kosmetika tersebut. Apalagi narasi iklan sering menggambarkan begitu banyaknya laki-laki tampan tertarik kepadanya. Secara tak langsung iklan tersebut berkampanye; seperti inilah perempuan idaman laki-laki. Kebanyakan orang menilai cantik tidaknya perempuan hanya dari fisik semata. Dan beruntunglah mereka yang dianugerahi rupa seindah mutiara. Tapi, bagaimana dengan mereka yang punya jasmani pas-pasan? Betapapun mereka sudah menggunakan kosmetik mahal, sulit menandingi perempuan yang sejak lahir sudah cantik.
Ada cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:
1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan mata kaum laki-laki.. Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman da taqwa akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia akan memesona. Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya.
2. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa melupakannya.
3. . Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti. Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.
4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat. Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.
5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya. Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang di sekitarnya
6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya. Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik. Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan mejadi istri dan ibu yang baik.
7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia. Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh di menemani. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.
8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi. Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi, tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja.
Mungkin masih banyak kecantikan lain yang tercecer. Tapi dengan kecantikan-kecantik an ini, perempuan manapun bisa tampil memikat. Mudah caranya, murah biayanya. Satu hal yang paling penting, kecantikan-kecantikan ini sifatnya abadi. Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada. Tidak seperti kecantikan lahiriah yang sementara. Setelah tua, ketika senja menyapa, ia tak menarik lagi. Manakah yang akan Anda pilih? Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?
Siapa sih wanita yang ngga ingin cantik? Bila ingin cantik ya pakai jilbab dong, karena memakai jilbab diyakini bukan sekedar perintah Allah sebagai simbol bahwa Islam memandang wanita sebagai makhluk yang dimuliakan. Di samping itu, memakai jilbab akan melahirkan aura kecantikan. Baik cantik secara batin (spiritual) maupun lahir (sosial).
Dr Husein Syahatah mengungkapkan aspek spiritual dan sosial wanita berjilbab sehingga wanita berjilbab terlihat kecantikan lahir dan batinnya, yaitu :
pertama, jilbab adalah suatu ketaatan kepada Allah. Wanita muslimah yang bertakwa adalah yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Bagaimana mungkin seorang wanita muslimah mengakui bahwa dia berserah diri kepada Allah, rela Allah sebagai Tuhannya dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulnya, sementara dia tidak menjalankan perintah-Nya?
kedua, jilbab berarti membiasakan menghiasi dengan rasa malu. Jika seorang wanita telah kehilangan rasa malunya atau tidak dapat menjaganya, maka tidak diragukan lagi bahwa dia telah tersesat dan menjauhi sifat 'iffah. Sedikit rasa malu merupakan ukuran sedikitnya iman seseorang, dan jika rasa malu bertambah, bertambah pula keimanannya.
ketiga, jilbab mengekang hawa nafsu seksual. Nafsu senantiasa mendorong manusia pada kejahatan. Jalan menuju surga diliputi duri dan jalan menuju neraka itu diliputi kesenangan. Wanita muslimah yang dapat mengalahkan naluri berhias, gemar pamer, serta dapat memalingkan pandangan, dia akan mampu pula mengalahkan hawa nafsunya.
keempat, jilbab mengekang hawa nafsu untuk memamerkan diri dan menonjolkan egoisme. Wanita muslimah yang berjilbab akan mampu memfokuskan kecantikan dirinya hanya kepada suami, karena menghormati hak-hak suami merupakan hal yang diperintahkan Islam. Dengan demikian, dia akan mampu menjauhi tingkah laku yang menyakiti suami.
kelima, jilbab berarti melindungi masyarakat dari penyakit sosial. Perzinahan, penceraian, runtuhnya keluarga, tersebarnya kejahatan, lahirnya anak-anak di luar nikah, dan kebiasaan meminum khamar merupakan penyakit-penyakit sosial yang ditimbulkan karena adanya wanita tidak berjilbab. Dengan demikian, wanita yang berjilbab telah melindungi masyarakat dari penyakit-penyakit sosial.
keenam, jilbab berarti melindungi generasi muda dari kebebasan seksual. Tindakan seksual bebas antara pemuda dan pemudi merupakan hal yang dilarang, dan hal itu biasanya dipicu oleh keberadaan wanita yang tidak berjilbab atau memakai pakaian yang tidak senonoh. Di antara jalan untuk menghindari tindak sosial seperti itu adalah menjauhi wanita yang tidak berjilbab, menjauhi sumber fitnah, berpuasa dan mengingat Allah.
Dengan demikian sempurnalah kecantikan seorang wanita lahir dan batin sebagaimana dijelaskan dalam note saudara Aqillah Aziz II dengan memaknai kecantikan sebanyak delapan point ditambah memakai jilbab maka sempurnalah sebagai seorang wanita….amiin.
akhir kata,,
Bilahit taufik wal hidayah, wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu..
sahabat fillah,,
Mendengar kata cantik, mungkin benak kita langsung membayangkan sosok tinggi- langsing, berkulit halus-lembut, dan memiliki wajah seindah purnama. Persis seperti model iklan kosmetika di televisi. Berjuta- juta perempuan dengan wajah pas-pasan iri dan tergoda mencoba kosmetika tersebut. Apalagi narasi iklan sering menggambarkan begitu banyaknya laki-laki tampan tertarik kepadanya. Secara tak langsung iklan tersebut berkampanye; seperti inilah perempuan idaman laki-laki. Kebanyakan orang menilai cantik tidaknya perempuan hanya dari fisik semata. Dan beruntunglah mereka yang dianugerahi rupa seindah mutiara. Tapi, bagaimana dengan mereka yang punya jasmani pas-pasan? Betapapun mereka sudah menggunakan kosmetik mahal, sulit menandingi perempuan yang sejak lahir sudah cantik.
Ada cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:
1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan mata kaum laki-laki.. Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman da taqwa akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia akan memesona. Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya.
2. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa melupakannya.
3. . Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti. Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.
4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat. Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.
5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya. Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang di sekitarnya
6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya. Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik. Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan mejadi istri dan ibu yang baik.
7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia. Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh di menemani. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.
8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi. Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi, tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja.
Mungkin masih banyak kecantikan lain yang tercecer. Tapi dengan kecantikan-kecantik an ini, perempuan manapun bisa tampil memikat. Mudah caranya, murah biayanya. Satu hal yang paling penting, kecantikan-kecantikan ini sifatnya abadi. Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada. Tidak seperti kecantikan lahiriah yang sementara. Setelah tua, ketika senja menyapa, ia tak menarik lagi. Manakah yang akan Anda pilih? Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?
Siapa sih wanita yang ngga ingin cantik? Bila ingin cantik ya pakai jilbab dong, karena memakai jilbab diyakini bukan sekedar perintah Allah sebagai simbol bahwa Islam memandang wanita sebagai makhluk yang dimuliakan. Di samping itu, memakai jilbab akan melahirkan aura kecantikan. Baik cantik secara batin (spiritual) maupun lahir (sosial).
Dr Husein Syahatah mengungkapkan aspek spiritual dan sosial wanita berjilbab sehingga wanita berjilbab terlihat kecantikan lahir dan batinnya, yaitu :
pertama, jilbab adalah suatu ketaatan kepada Allah. Wanita muslimah yang bertakwa adalah yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Bagaimana mungkin seorang wanita muslimah mengakui bahwa dia berserah diri kepada Allah, rela Allah sebagai Tuhannya dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulnya, sementara dia tidak menjalankan perintah-Nya?
kedua, jilbab berarti membiasakan menghiasi dengan rasa malu. Jika seorang wanita telah kehilangan rasa malunya atau tidak dapat menjaganya, maka tidak diragukan lagi bahwa dia telah tersesat dan menjauhi sifat 'iffah. Sedikit rasa malu merupakan ukuran sedikitnya iman seseorang, dan jika rasa malu bertambah, bertambah pula keimanannya.
ketiga, jilbab mengekang hawa nafsu seksual. Nafsu senantiasa mendorong manusia pada kejahatan. Jalan menuju surga diliputi duri dan jalan menuju neraka itu diliputi kesenangan. Wanita muslimah yang dapat mengalahkan naluri berhias, gemar pamer, serta dapat memalingkan pandangan, dia akan mampu pula mengalahkan hawa nafsunya.
keempat, jilbab mengekang hawa nafsu untuk memamerkan diri dan menonjolkan egoisme. Wanita muslimah yang berjilbab akan mampu memfokuskan kecantikan dirinya hanya kepada suami, karena menghormati hak-hak suami merupakan hal yang diperintahkan Islam. Dengan demikian, dia akan mampu menjauhi tingkah laku yang menyakiti suami.
kelima, jilbab berarti melindungi masyarakat dari penyakit sosial. Perzinahan, penceraian, runtuhnya keluarga, tersebarnya kejahatan, lahirnya anak-anak di luar nikah, dan kebiasaan meminum khamar merupakan penyakit-penyakit sosial yang ditimbulkan karena adanya wanita tidak berjilbab. Dengan demikian, wanita yang berjilbab telah melindungi masyarakat dari penyakit-penyakit sosial.
keenam, jilbab berarti melindungi generasi muda dari kebebasan seksual. Tindakan seksual bebas antara pemuda dan pemudi merupakan hal yang dilarang, dan hal itu biasanya dipicu oleh keberadaan wanita yang tidak berjilbab atau memakai pakaian yang tidak senonoh. Di antara jalan untuk menghindari tindak sosial seperti itu adalah menjauhi wanita yang tidak berjilbab, menjauhi sumber fitnah, berpuasa dan mengingat Allah.
Dengan demikian sempurnalah kecantikan seorang wanita lahir dan batin sebagaimana dijelaskan dalam note saudara Aqillah Aziz II dengan memaknai kecantikan sebanyak delapan point ditambah memakai jilbab maka sempurnalah sebagai seorang wanita….amiin.
akhir kata,,
Bilahit taufik wal hidayah, wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Sebelum kamu mengeluh
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
mengeluh?, adalah salah satu kebiasaan yang sangat susah kita hindari. yap[z, seperti firman Allah di atas
" sesungguhnya manusia di ciptakan bersifat keluh kesal lagi kikir.
Surah Al Ma'arij ayat 19.
ketahuilah kawan,,
1. Setiap hari sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
3. Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.
4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada ALLAH untuk diberikan teman hidup.
6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.
9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
semoga dapat menjadi bahan muhasabah
barakallaahu fiykum
Akhwat belum tentu Muslimah ll
assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu
masih tentang Akhwat belum tentu muslimah
kita masih membahas tentang macam - macam pengguna jilbab
jilbaber. Kalau di SMA ini seringkali identik dengan anak rohis. Ekstra kurikuler kerohanian Islam. Di kampus juga masih banyak kok. Kerudungnya udah lumayan. Sikap mereka pun biasanya mulai belajar jaga jarak terhadap lawan jenis. Sayangnya meraka masih nggak tertarik buat cari pemahaman yang lebih tinggi, atau belum dapat aja kali ya? Atmosfir sma belum kuat dan mendukung untuk itu sih. Kecuali yang memang niatnya kuat. Jilbaber hampir mirip sama akhwat sih. Udah tahu yang dikenakannya itu perintah dari Sang Penciptanya. Hanya saja belum lengkap, itu aja masalahnya. Kelakuan sih udah agak mendingan lah, meskipun masih agak longgar sama lawan jenis, tapi udah menjaga. Kok jadi muter-muter gini sih. Bingung. Kadang masih berani adu mata kalau bicara. Masih nggak risih becandaan sama lawan jenis. Belum nyadar kalau setiap geriknya menjadi sebuah memori yang sulit terhapus dari memori para laki-laki. Kadang masih senang sms-an nggak terlalu penting. Masih lengah dengan istilah sahabat, terus bisa dekat dan main seenaknya tanpa alasan yang jelas ke rumah atau kost-an. Nggak risih duduk dempetan. Emang sesama jilbaber nggak boleh? Ya sama laki-laki lah! Jangan lugu-lugu bego’ gitu donk. Intinya, kadang masih gampang dipatahkan benteng pertahanannya yang istilah kerennya hijab.
Akhwat. Ini sebutan yang berat dan menjadi benteng tersendiri bagi anak-anak organisasi keIslaman, di kampus terutama. Mereka memakai kerudung yang rada besaran. Tapi ingat kawan, gimana pun besarnya kerudung itu, tetap aja namanya kerudung bukan jilbab. Aktif di organisasi keIslaman salah satu ciri-cirinya. Akhwat, seakan ini istilah tertinggi buat para perempuan yang memeluk Islam sebagai agamanya di negeri ini. Seringkali pakaian mereka juga agak terlalu modis di lingkungan luar menurutku, entah karena itu bahannya bagus, atau emang dianya yang pandai dandan dan padu padan. Jadinya menarik perhatian dengan keindahan gaya berpakaiannya. Nggak sadar kadang. Sayang ya itu bukan untuk suaminya aja. Dengan tampilan visual yang menarik ini mereka bakalan memancing para ikhwan untuk gampang menyukainya, jujur aja, manusia lebih gampang mengingat lewat visualnya kan? Ah...akhwat itu manis benar tampilannya. Serasi antara jilbab (kerudung)nya dengan paduannya. Warnanya enak dipandang. Halah. Untung aja cukup banyak yang mengenakan jaket organisasi, seringkali berwarna hitam, sebagai lapisan terluarnya. Alangkah lebih baiknya mereka seperti ini. Mereka bebas untuk bergaya, tapi nggak mencolok yang terlalu memikat. Karena bukan berarti akhwat itu nggak boleh dandan. Itu mah fitrahnya sebagai perempuan. Bukan berarti mesti berpenampilan kumuh dan nggak rapi jika keluar lingkungan. Hanya saja jika tampilan yang terbaik sudah dia pamerkan di luar, di rumah mau seperti apa lagi? Mending biasa aja di luaran, dirumah baru keren, buat yang udah punya suami nih khususnya. Sederhana ajalah di luaran (luar rumah). Oiya, ciri satu lagi, jarang nggak bawa tas. Maklum, aktivis itu kegiatannya padat.
Secara bahasa akhwat itu artinya saudara perempuan. Jadi siapapun, asalkan perempuan, sebenarnya bisa dikategorikan akhwat secara bahasa, sesuai dengan lingkungannya sendiri. Tapi di Indonesia kata tersebut menjadi keren dan rada berwibawa karena bahasa Arab itu dilekatkan ke perempuan yang pemahaman tentang Islamnya cukup bagus. Mengalami penyempitan makna. Dimulai ketika revolusi pengenaan jilbab (kerudung) oleh para perempuan di saat negeri ini masih dikurung tirani yang melarang pengenaan atribut Perintah Sang Pencipta tersebut di sekolah-sekolah terutama, dan instansi pemerintahan. Keberanian mereka untuk berontak ini lah yang membuat kata-kata itu menjadi terasa berwibawa. Meskipun yang mereka kenakan baru lah kerudung. Semangat keberanian untuk melawan kekuasaan tiran itu lah yang berharga mahal.
Nah, terakhir aku mau nyebutin muslimah itu seperti apa, dalam sedalam pemahaman yang aku pahami dari informasi yang aku terima selama ini. Salah satu cirinya yang paling gampang dikenali itu mereka memakai jilbab. Jilbab disini diartikan pakaian panjang yang terjulur dari leher sampai mata kaki tanpa terputus. Mirip daster gitu lah gampangannya. Aku nggak sembarangan ngartiin nih, emang siapa aku berani ngartiin? Ini menurut orang yang ngerti bahasa dan budaya Arab. Menjaga pandangan, nggak sering berkomunikasi ke lawan jenis kecuali yang penting-penting, urusan organisasi dan ekonomi biasanya. Ingat, bukan menting-mentingin.
Gini, kalau kamu mau tahu bagaimana baju kurung, maka tanyalah pada orang Minang atau Melayu. Mereka pakaian adatnya baju kurung. Meskipun untuk saat ini lebih baik ditanyain langsung ke para orangtua, karena yang mudanya telah terhampar jarak yang lumayan jauh antara diri mereka dengan budayanya sendiri. menurutku pribadi nuansa baju adat kedua suku tersebut dipengaruhi oleh pemahaman mereka akan agama yang dianutnya. Agama merupakan sebuah suntikan yang memberi pengaruh kuat bagi penganutnya untuk mengembangkan kebudayaan dengan mengikuti hukum yang berlaku pada agama. Pertumbuhan yang terpantau dan mempunyai aturan. Nah kalau mau tahu jilbab, tanyakan pada orang Arab, karena merekalah yang pertama dikasi inspirasi oleh Sang Pencipta untuk mengenakannya. Merekalah yang paham bagaimana seluk beluk tentang jillbab. Bukankah kita jika mempelajari sesuatu paling bagus itu sama ahlinya?
Ada dua ayat dari buku panduan kehidupan, Al-Qur’an mengenai jilbab dan kerudung. Sayangnya cuma satu yang sering digunakan yaitu An-Nur ayat 31. Dan yang sering kelupaan untuk dijelaskan, Al-Ahzab ayat 59. Di sana ada perbedaan antara yang diartikan kerudung dengan jilbab. Dari kata yang digunakannya aja udah beda lho. Karena bahsa arab itu bisa menjelaskan secar spsifik apa yang dimaksud dan yang menjadi titik penekanan mana yang epnting. Untuk lebih jelasnya, tanyain ke yang lebih berkompeten lah. Orang berilmu yang nggak mengatakan apa yang disukai pendengarnya aja, tapi apa yang mesti didengar oleh orang yang mencari jawaban tersebut. Orang breilmu yang punya nyali. Punya keberanian yang terasah dengan merasakan gesekan-gesekan dikehidupan nyata.
Sebenarnya nggak ada beda antara mereka semua. Sama-sama manusia. Perempuan. Sama-sama pemeluk agama Islam. Sama-sama masuk dalam do’a setiap pemeluk Islam setelah shalatnya, mungkin. Tidak juga bermaksud mengkotak-kotakkan, meskipun akan terasa seperti itu. Hanya saja dengan keadaan sekarang, di mana semuanya berusaha dikaburkan maknanya, dihilangkan esensinya, maka diperlukan penegasan bahwa sesuatu itu berbeda. Sesuatu itu tidak sama meski serupa. Seperti halnya warna abu-abu. Ketika dimasukkan ke gerombolan warna hitam, dia akan terlihat cerah. Tapi begitu disatu kelompokkan dengan warna putih, kelihatan gelap lah dia. Nah, kamu muslimah bukan? Jangan asal ngaku aja deh. Kalau akhwat aja belum tentu muslimah, apalagi kerudunger! Berproses lah menuju satu titik kematian. Proses yang menjadi nilai bagi kita. Dan titik kematian yang menghentikan itu semua.
Berakhirlah sudah pembahasan kita tentang para akhwat, bukan maksud untuk menyinggung,, tapi sekedar mengingatkan.
mengingatkan dalam kebaikan insyaAllah mendapat pahala..
akhir kata,,
wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu
Akhwat belum tentu Muslimah
assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu..
sahabat fillah, sering kita mendengar istilah berjilbabtapi telanjang bukan??
lalu bagaiman dengamn judul yang satu ini??
eiitsss, jangan buru-buru protes dulu. Simpan bentar protesnya. Baru baca judulnya aja, kan? Apalagi baca isinya ntar, hehe... Jangan tiru orang kebanyakan yang sekadar ngeliat sesuatu dari kulitnya aja. Lihatlah lebih dalam kawan. Seperti milih buahan. Kamu mesti mau kalau dikasi makan durian, padahal kalau cuma dilihat dari luar aja, durian itu nggak ada menarik-menariknya, kecuali buat ngelempar para mafia di Senayan yang lagi tidur biar bangun. Sialnya kalau mereka bangun, mereka cuman pandainya ngasilin UUD dengan kepanjangan Ujung-Ujungnya Duit. Benar-benar nggak menarik, masalahnya yang disedotnya duit kita! Halus banget nyedotnya, pakai peraturan. Tinggal kita yang lemas terengah-engah keabisan darah.
Dulu ketika aku SMA, anak-anak perempuan bakalan risih kalau guru agama mulai nyebut-nyebut soal jilbab, saat itu dibilang jilbab, yang sekarang bagiku bukan jilbab tapi kerudung. Merasa disindir secara telak. Meskipun mereka merasa mempunyai alasan sakti: belum dapat hidayah alias belum dapat petunjuk untuk mengenakannya. Alasan yang nggak logis sebenarnya, karena ketika menjelaskan tentang jilbab yang kerudung itu, guru agama akan mengutip ayat Al-Qur’an. Dan itulah petunjuk nyatanya. Aneh kalau begitu mendengar petunjuk malah bilang belum mendapatkannya! Seperti orang yang dberi makanan tapi masih aja bilang belum dapat makanan.
Untung aja kerudung akhirnya jadi mode yang tren lagi. Katanya mode itu kan seperti siklus. Para pebisnis lihai banget ngeliat peluang ini. Maka nggak peduli tahu apa itu jilbab, bagaimana itu kerudung, ramai-ramai mereka memasok barang ke pasar. Menuhin kebutuhan pasar katanya. Belum lagi mode juga penuh modifikasi. Hasil kreasinya jadi macam-macam, dan banyak nggak mutunya karena nggak dilandasin sama pemahaman mereka tentang apa yang mereka buat. Maka banyaklah para perempuan yang berkerudung bertebaran di jalan. Bagus sih. Tapi mesti beda lah antara seorang yang sekadar mengkonsumsi barang jualan sama yang memang paham apa yang akan dibelinya itu.
Kerudunger. Ini aku peruntukkan buat semua cewek yang sekadar memakai kerudung kecil, mirip lap tangan dan sering kali bahannya rada tembus pandang gitu. Apalagi yang sekedar menggunakannya ketika ada wilayah kampus, ngikutin peraturan kampus ceritanya. Aneh memang, peraturan dari lembaga yang kecil gitu aja diturutin. Eh, giliirannya peraturan dari Sang Pembuat dunia malah nggak dipelajari, nggak dipatuhin. Memang manusia itu makhluk yang aneh.
Kerudunger mengenakan kerudung bukan karena sadar untuk melakukan perintah agama, tapi mengenakan itu sebagai bagian dari sebuah mode pakaian yang lagi ngetren. Kebanyakan dari mereka beragama tanpa tahu apa yang diwariskannaya dari orang tua itu kok. Apalagi kalau dapat orang tua yang juga nggak kenal baik sama warisannya itu, mana bisa menjelaskan ke anaknya. Malah manjaiin dan membuai anaknya ke alam mimpi dengan segala kesenangan berlandaskan uang. Itu untuk yang kaya kasusnya. Kalau miskin, terbentur dengan akses ekonominya. Tersita waktu untuk mempertahankan nafas, dan ini penguasa mesti bertanggung jawab besar. Dan lingkungan sekeliling juga mesti ditanyain. Kerudunger itu seringkali hanya mengikuti apa yang banyak dikenakan oleh orang di seklilingnya. Sekedar alat untuk diterima di suatu lingkungan. Sekedar alat untuk tidak terlihat terlalu berbeda dengan sekitanya. Mengenakan tanpa tahu maksud dan makna dibalik apa yang dikenakannya itu. Dan parahnya lagi kalau abis baca ini masih aja dengan bego’nya nggak mau mencari tahu lebih lanjut lagi kesalahan dia. Keburu mati, tahu rasa! Nyahok!
Kelakuannya masih sebelas dua belas lah sama cewek-cewek biasa kebanyakan. Cewek yang nggak berjilbab, kerudung aja nggak, ya, non?! Tempat main favoritnya etalase raksasa, alias mall. Becandaan sering kelewatan sama lawan jenis. Boncengan naik motor, sama abang kandung sih oke-oke aja, tapi kayaknya nggak mungkin kan meluknya mesra gitu kalau sama saudara kandung?
Apalagi kerudung juga jadi sering kali menjadi topeng para cewek-cewek rendahaan yang berkerudung sekadarnya. Dugem jangan tanya deh. Liat aja ktm yang ada di klub-klub malam. Mesti kamu bakalan aneh banyak yang di kampusnya memakai kerudung, tapi hadir disana dengan seksinya.
Pacaran gaya tingkat tinggi, pulang kemalaman terus dijadikan alasan buat tidur di kostan cowok mah nggak.....nggak jarang maksudnya. Paduan kerudungnya adalah jeans ketat, pakaian lengan panjang tapi ketat. Baju ngepas di badan. Kamu bisa liat aku punya lekuk tubuh, gitu prinsipnya.
Udah lah kita mesti berprasangka baiklah ke dia.
Iya, dia belum tahu agamanya sendiri. ngerti kerudung aja sebagai mode bukan perintah dari yang nyiptain dia. Jangan berharap banyak dia bakalan ngerti gimana seharusnya dia berpakaian. Kalau kamu mau jadiin dia pasangan hidup, selamat, berarti siap-siap susah aja lah. Karena bego’ sama bego’ jadi bego’ kuadrat. Kamu nggak merasa bego’? Trus ngapain milih dia jadi dia penghuni rumah? Hayo...
Meskipun ada juga kerudunger yang baik secara perilaku moralnya. Tapi ya.. itu tadi, nggak bisa jaga diri untuk nggak hanyut. Baik secar moral tanpa ada landsaan yang jelas dan kuat secara pemikiran
Langganan:
Postingan (Atom)






