Pages

Subscribe:

Pengunjung

Entri Populer

sahabat

random Ayat Al Qur'an

Waktu Shalat

Cari di Blog Ini

translit

Jumat, 11 Januari 2013

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 30 Maret 2012

Minggu, 25 Maret 2012

Pantaskah Diriku Untukmu SayangQ?

  Duhain sayangku..
Dirimu bagaikan bunga mawar yang dikelingi duri yang selalu melindungimu..
Engkau terlihat cantik , anggun dan mempesona dalam pandangan mata..
Pantaskah agi diriku menyuntingmu?
Sedangkah diriku hanyalah seekor ulat yang bisa saja merusakmu menjadikan dirimu layu berguguran karena diriku?

Sayangku...
tunggulah sampai waktu nanti diriku berubah menjadi seekor kupu-kupu.
supaya kita bisa saling menguntngkan satu sama lainya tiak saling merugi...

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 22 April 2011

10 Program FREEMASONRY

ASSALAMU'ALAYKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUHU

pada tarbitan sebelumnya kita sudah membahas tentangfreemasonry inilah program mereka
Program Pertama
Program pertama dalam istilah Freemasonry dinamakan Takkim, Yaitu menghancurkan agama samawi dari dalam, dengan cara merancukan ajaran setiap agama dan membuat bid'ah-bid'ah

Program Kedua
Program kedua dinamakan Shada dalam istilah Freemasonry berarti membentuk agama baru dan agama tandingan di seluruh dunia, mirip seperti Takkim tetapi seperti mendirikan agama baru dengan tetap menggandeng ajaran agama lain (Ahmadiyah)

Program Ketiga
Program ketiga dinamakan parokim, dalam istilah Freemasonry berarti membuat gerakan yang bertentangan dan melestarikan teori-teori kufarat seperti Teori Darwin, Plato de el el

Program Keempat
Program keempat dinamakan Libarim, dalam istilah Freemasonry berarti melenyapkan moral-moral yang mengekang kebebasan seksual, seperti mengambangkan pendidikan seks, kesetaraan gender, dan Mengorganisir kaum lesbian, guy, lutherian serta pengakuan hak mereka dalam hukum.

Program Kelima
Program kelima dinamakan Babill, dalam istilah Freemasonry yakni memupuk asas kebangsaan setiap bangsa dan menjaga kemurnian bangsa Yahudi.

Program Keenam
Program Keenam ini dinamakan Onan dalam istilah Freemasonry, mengekang pertumbuhan bangsa Goyim (Non-Yahudi) dengan KB, Aborsi legal de el el dan Menyuburkan perempuan-perempuan Yahudi.

Program Ketujuh
Program ketujuh dinamakan protokol. Dalam istilah Freemasonry, protokol khusus untuk program bangsa Yahudi dalam Suhyuniah (zionisme) yang dimulai dengan pengantar protokol.

Isi protokol adalah tentang rencana Yahudi untuk menguasai dunia, diantaranya penghancuran ekonomi suatu negara, penghancuran moral suatu bangsa dan banyak lagi. Dengan program protokol bangsa Yahudi dapat menjadi penguasa ekonomi dunia, pengatur Politikdan penerangan dunia.

Program Kedelapan
Program kedelapan ini disebut Gorgah, dalam istilah Freemasonry adalah untuk merusak para pemimpin negara, ulama dan partai, mereka harus dijerumuskan dalam pasar seks dengan seribu satu jalan. Pepatah Yahudi mengatakan “jadikanlah perempuan cantik untuk alat suatu permainan siasat.”

Membuat jerat dan jala seks bagi seseorang yang terhormat. Jika namanya disiarkan sehingga kehormatanya jatuh, lalu menyebarkan agen Kasisah, yaitu intel Fremasonry untuk menghancurkan martabat lawan ditempat-tempat maksiat dan mendirikan gedung perjudian terbesar dan modern.

Program Kesembilan
Program kesembilan dinamakan Plotisme yaitu mendidik alim ulama dalam Plotis yang pahamnya terapung ambang lalu disebarkan sebagai tenaga pengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga Islam dan diangkat menjadi anggota kehormatan Freemasonry.

Program Kesepuluh
Program kesepuluh ini dinamakan Qornun, dalam istilah Freemasonry :
* Orang-orang yang terpilih yang berbahaya bagi Freemasonry didukung agar menjadi kaya sehingga bergelimang harta, tetapi akhirnya di peras secara halus oleh suruhan Freeemasonry
* Memberi dana pendidikan bagi pendidikan agama dalam hal berniaga, bertani, dan sebagainya sehingga mereka sibuk dalam keduniaan
* Lawan-lawan Freemasonry agar terjerat riba dan bank Freemasonry
* Menghasut dan memberi jalan dengan berbagai cara agar para pejabat bank diluar bank Yahudi melakukan korupsi sehingga bank tersebut hancur dan kelak bank itu dibantu oleh bank Freemasonry dengan ikatan yang kuat. Bank itu akan berisi kembali dengan tujuh puluh lima persen modal Yahudi. Kemudian pemimpin bank dan karyawan tersebut diberi ajaran Freemasonry dan menjadi anggotanya.
Lalu apa yang sudah kita persiapkan untuk menyongsong mereka, masih mau santai dan berleha-leha sampai mereka menindas kita secara fisik?
Kembali ke Pesan
Lihat Semua
Saran Halaman
Akan kutemukan seseorang yg mau me...
RiWie Black dan 35 teman lainnya menyukai ini.
Suka
Laskar Pelangi
Henni Chii Chiwiz dan 29 teman lainnya menyukai ini.
Suka
Berita Bersponsor
berniaga.com Ide kreatif dari Aldi salah satu pemenang periode #7 hehehehe
75284 · Bagikan
Buat Iklan
Sponsor
10 Tahun Tak Sikat Gigi
us.teknologi.vivanews.com
Gadis cantik ini aneh, tidak pernah mau sikat gigi. Terakhir dilakukannya 10 tahun lalu. Simak apa alasan Ia menolak menyikat giginya.
Bursa jaket pria
Terlengkap untuk jaket, sweater & rompi khusus pria. Ragam model dengan penawaran menarik. Langsung cek ke TokoBagus!
Jangan Lupa Mafia Anda
Bawa teman Anda karena pasti Anda akan memiliki musuh. Mafia Wars Brazil - telah dibuka, penuh ketegangan. Main sekarang.
Dwi Porjo bermain ini.

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 15 April 2011

Kecantikan Wanita yang Hakiki

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu..

sahabat fillah,,
Mendengar kata cantik, mungkin benak kita langsung membayangkan sosok tinggi- langsing, berkulit halus-lembut, dan memiliki wajah seindah purnama. Persis seperti model iklan kosmetika di televisi. Berjuta- juta perempuan dengan wajah pas-pasan iri dan tergoda mencoba kosmetika tersebut. Apalagi narasi iklan sering menggambarkan begitu banyaknya laki-laki tampan tertarik kepadanya. Secara tak langsung iklan tersebut berkampanye; seperti inilah perempuan idaman laki-laki. Kebanyakan orang menilai cantik tidaknya perempuan hanya dari fisik semata. Dan beruntunglah mereka yang dianugerahi rupa seindah mutiara. Tapi, bagaimana dengan mereka yang punya jasmani pas-pasan? Betapapun mereka sudah menggunakan kosmetik mahal, sulit menandingi perempuan yang sejak lahir sudah cantik.



Ada cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:



1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan mata kaum laki-laki.. Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman da taqwa akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia akan memesona. Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya.



2. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa melupakannya.



3. . Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti. Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.



4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat. Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.



5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya. Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang di sekitarnya



6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya. Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik. Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan mejadi istri dan ibu yang baik.



7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia. Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh di menemani. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.



8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi. Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi, tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja.



Mungkin masih banyak kecantikan lain yang tercecer. Tapi dengan kecantikan-kecantik an ini, perempuan manapun bisa tampil memikat. Mudah caranya, murah biayanya. Satu hal yang paling penting, kecantikan-kecantikan ini sifatnya abadi. Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada. Tidak seperti kecantikan lahiriah yang sementara. Setelah tua, ketika senja menyapa, ia tak menarik lagi. Manakah yang akan Anda pilih? Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?



Siapa sih wanita yang ngga ingin cantik? Bila ingin cantik ya pakai jilbab dong, karena memakai jilbab diyakini bukan sekedar perintah Allah sebagai simbol bahwa Islam memandang wanita sebagai makhluk yang dimuliakan. Di samping itu, memakai jilbab akan melahirkan aura kecantikan. Baik cantik secara batin (spiritual) maupun lahir (sosial).



Dr Husein Syahatah mengungkapkan aspek spiritual dan sosial wanita berjilbab sehingga wanita berjilbab terlihat kecantikan lahir dan batinnya, yaitu :



pertama, jilbab adalah suatu ketaatan kepada Allah. Wanita muslimah yang bertakwa adalah yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Bagaimana mungkin seorang wanita muslimah mengakui bahwa dia berserah diri kepada Allah, rela Allah sebagai Tuhannya dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulnya, sementara dia tidak menjalankan perintah-Nya?



kedua, jilbab berarti membiasakan menghiasi dengan rasa malu. Jika seorang wanita telah kehilangan rasa malunya atau tidak dapat menjaganya, maka tidak diragukan lagi bahwa dia telah tersesat dan menjauhi sifat 'iffah. Sedikit rasa malu merupakan ukuran sedikitnya iman seseorang, dan jika rasa malu bertambah, bertambah pula keimanannya.



ketiga, jilbab mengekang hawa nafsu seksual. Nafsu senantiasa mendorong manusia pada kejahatan. Jalan menuju surga diliputi duri dan jalan menuju neraka itu diliputi kesenangan. Wanita muslimah yang dapat mengalahkan naluri berhias, gemar pamer, serta dapat memalingkan pandangan, dia akan mampu pula mengalahkan hawa nafsunya.



keempat, jilbab mengekang hawa nafsu untuk memamerkan diri dan menonjolkan egoisme. Wanita muslimah yang berjilbab akan mampu memfokuskan kecantikan dirinya hanya kepada suami, karena menghormati hak-hak suami merupakan hal yang diperintahkan Islam. Dengan demikian, dia akan mampu menjauhi tingkah laku yang menyakiti suami.



kelima, jilbab berarti melindungi masyarakat dari penyakit sosial. Perzinahan, penceraian, runtuhnya keluarga, tersebarnya kejahatan, lahirnya anak-anak di luar nikah, dan kebiasaan meminum khamar merupakan penyakit-penyakit sosial yang ditimbulkan karena adanya wanita tidak berjilbab. Dengan demikian, wanita yang berjilbab telah melindungi masyarakat dari penyakit-penyakit sosial.



keenam, jilbab berarti melindungi generasi muda dari kebebasan seksual. Tindakan seksual bebas antara pemuda dan pemudi merupakan hal yang dilarang, dan hal itu biasanya dipicu oleh keberadaan wanita yang tidak berjilbab atau memakai pakaian yang tidak senonoh. Di antara jalan untuk menghindari tindak sosial seperti itu adalah menjauhi wanita yang tidak berjilbab, menjauhi sumber fitnah, berpuasa dan mengingat Allah.



Dengan demikian sempurnalah kecantikan seorang wanita lahir dan batin sebagaimana dijelaskan dalam note saudara Aqillah Aziz II dengan memaknai kecantikan sebanyak delapan point ditambah memakai jilbab maka sempurnalah sebagai seorang wanita….amiin.
akhir kata,,
Bilahit taufik wal hidayah, wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

[+/-] Selengkapnya...

Sebelum kamu mengeluh


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
mengeluh?, adalah salah satu kebiasaan yang sangat susah kita hindari. yap[z, seperti firman Allah di atas
" sesungguhnya manusia di ciptakan bersifat keluh kesal lagi kikir.
Surah Al Ma'arij ayat 19.
ketahuilah kawan,,

1. Setiap hari sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada ALLAH untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.


semoga dapat menjadi bahan muhasabah

barakallaahu fiykum


[+/-] Selengkapnya...

Akhwat belum tentu Muslimah ll


assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu
masih tentang Akhwat belum tentu muslimah
kita masih membahas tentang macam - macam pengguna jilbab

jilbaber. Kalau di SMA ini seringkali identik dengan anak rohis. Ekstra kurikuler kerohanian Islam. Di kampus juga masih banyak kok. Kerudungnya udah lumayan. Sikap mereka pun biasanya mulai belajar jaga jarak terhadap lawan jenis. Sayangnya meraka masih nggak tertarik buat cari pemahaman yang lebih tinggi, atau belum dapat aja kali ya? Atmosfir sma belum kuat dan mendukung untuk itu sih. Kecuali yang memang niatnya kuat. Jilbaber hampir mirip sama akhwat sih. Udah tahu yang dikenakannya itu perintah dari Sang Penciptanya. Hanya saja belum lengkap, itu aja masalahnya. Kelakuan sih udah agak mendingan lah, meskipun masih agak longgar sama lawan jenis, tapi udah menjaga. Kok jadi muter-muter gini sih. Bingung. Kadang masih berani adu mata kalau bicara. Masih nggak risih becandaan sama lawan jenis. Belum nyadar kalau setiap geriknya menjadi sebuah memori yang sulit terhapus dari memori para laki-laki. Kadang masih senang sms-an nggak terlalu penting. Masih lengah dengan istilah sahabat, terus bisa dekat dan main seenaknya tanpa alasan yang jelas ke rumah atau kost-an. Nggak risih duduk dempetan. Emang sesama jilbaber nggak boleh? Ya sama laki-laki lah! Jangan lugu-lugu bego’ gitu donk. Intinya, kadang masih gampang dipatahkan benteng pertahanannya yang istilah kerennya hijab.

Akhwat. Ini sebutan yang berat dan menjadi benteng tersendiri bagi anak-anak organisasi keIslaman, di kampus terutama. Mereka memakai kerudung yang rada besaran. Tapi ingat kawan, gimana pun besarnya kerudung itu, tetap aja namanya kerudung bukan jilbab. Aktif di organisasi keIslaman salah satu ciri-cirinya. Akhwat, seakan ini istilah tertinggi buat para perempuan yang memeluk Islam sebagai agamanya di negeri ini. Seringkali pakaian mereka juga agak terlalu modis di lingkungan luar menurutku, entah karena itu bahannya bagus, atau emang dianya yang pandai dandan dan padu padan. Jadinya menarik perhatian dengan keindahan gaya berpakaiannya. Nggak sadar kadang. Sayang ya itu bukan untuk suaminya aja. Dengan tampilan visual yang menarik ini mereka bakalan memancing para ikhwan untuk gampang menyukainya, jujur aja, manusia lebih gampang mengingat lewat visualnya kan? Ah...akhwat itu manis benar tampilannya. Serasi antara jilbab (kerudung)nya dengan paduannya. Warnanya enak dipandang. Halah. Untung aja cukup banyak yang mengenakan jaket organisasi, seringkali berwarna hitam, sebagai lapisan terluarnya. Alangkah lebih baiknya mereka seperti ini. Mereka bebas untuk bergaya, tapi nggak mencolok yang terlalu memikat. Karena bukan berarti akhwat itu nggak boleh dandan. Itu mah fitrahnya sebagai perempuan. Bukan berarti mesti berpenampilan kumuh dan nggak rapi jika keluar lingkungan. Hanya saja jika tampilan yang terbaik sudah dia pamerkan di luar, di rumah mau seperti apa lagi? Mending biasa aja di luaran, dirumah baru keren, buat yang udah punya suami nih khususnya. Sederhana ajalah di luaran (luar rumah). Oiya, ciri satu lagi, jarang nggak bawa tas. Maklum, aktivis itu kegiatannya padat.

Secara bahasa akhwat itu artinya saudara perempuan. Jadi siapapun, asalkan perempuan, sebenarnya bisa dikategorikan akhwat secara bahasa, sesuai dengan lingkungannya sendiri. Tapi di Indonesia kata tersebut menjadi keren dan rada berwibawa karena bahasa Arab itu dilekatkan ke perempuan yang pemahaman tentang Islamnya cukup bagus. Mengalami penyempitan makna. Dimulai ketika revolusi pengenaan jilbab (kerudung) oleh para perempuan di saat negeri ini masih dikurung tirani yang melarang pengenaan atribut Perintah Sang Pencipta tersebut di sekolah-sekolah terutama, dan instansi pemerintahan. Keberanian mereka untuk berontak ini lah yang membuat kata-kata itu menjadi terasa berwibawa. Meskipun yang mereka kenakan baru lah kerudung. Semangat keberanian untuk melawan kekuasaan tiran itu lah yang berharga mahal.

Nah, terakhir aku mau nyebutin muslimah itu seperti apa, dalam sedalam pemahaman yang aku pahami dari informasi yang aku terima selama ini. Salah satu cirinya yang paling gampang dikenali itu mereka memakai jilbab. Jilbab disini diartikan pakaian panjang yang terjulur dari leher sampai mata kaki tanpa terputus. Mirip daster gitu lah gampangannya. Aku nggak sembarangan ngartiin nih, emang siapa aku berani ngartiin? Ini menurut orang yang ngerti bahasa dan budaya Arab. Menjaga pandangan, nggak sering berkomunikasi ke lawan jenis kecuali yang penting-penting, urusan organisasi dan ekonomi biasanya. Ingat, bukan menting-mentingin.

Gini, kalau kamu mau tahu bagaimana baju kurung, maka tanyalah pada orang Minang atau Melayu. Mereka pakaian adatnya baju kurung. Meskipun untuk saat ini lebih baik ditanyain langsung ke para orangtua, karena yang mudanya telah terhampar jarak yang lumayan jauh antara diri mereka dengan budayanya sendiri. menurutku pribadi nuansa baju adat kedua suku tersebut dipengaruhi oleh pemahaman mereka akan agama yang dianutnya. Agama merupakan sebuah suntikan yang memberi pengaruh kuat bagi penganutnya untuk mengembangkan kebudayaan dengan mengikuti hukum yang berlaku pada agama. Pertumbuhan yang terpantau dan mempunyai aturan. Nah kalau mau tahu jilbab, tanyakan pada orang Arab, karena merekalah yang pertama dikasi inspirasi oleh Sang Pencipta untuk mengenakannya. Merekalah yang paham bagaimana seluk beluk tentang jillbab. Bukankah kita jika mempelajari sesuatu paling bagus itu sama ahlinya?

Ada dua ayat dari buku panduan kehidupan, Al-Qur’an mengenai jilbab dan kerudung. Sayangnya cuma satu yang sering digunakan yaitu An-Nur ayat 31. Dan yang sering kelupaan untuk dijelaskan, Al-Ahzab ayat 59. Di sana ada perbedaan antara yang diartikan kerudung dengan jilbab. Dari kata yang digunakannya aja udah beda lho. Karena bahsa arab itu bisa menjelaskan secar spsifik apa yang dimaksud dan yang menjadi titik penekanan mana yang epnting. Untuk lebih jelasnya, tanyain ke yang lebih berkompeten lah. Orang berilmu yang nggak mengatakan apa yang disukai pendengarnya aja, tapi apa yang mesti didengar oleh orang yang mencari jawaban tersebut. Orang breilmu yang punya nyali. Punya keberanian yang terasah dengan merasakan gesekan-gesekan dikehidupan nyata.

Sebenarnya nggak ada beda antara mereka semua. Sama-sama manusia. Perempuan. Sama-sama pemeluk agama Islam. Sama-sama masuk dalam do’a setiap pemeluk Islam setelah shalatnya, mungkin. Tidak juga bermaksud mengkotak-kotakkan, meskipun akan terasa seperti itu. Hanya saja dengan keadaan sekarang, di mana semuanya berusaha dikaburkan maknanya, dihilangkan esensinya, maka diperlukan penegasan bahwa sesuatu itu berbeda. Sesuatu itu tidak sama meski serupa. Seperti halnya warna abu-abu. Ketika dimasukkan ke gerombolan warna hitam, dia akan terlihat cerah. Tapi begitu disatu kelompokkan dengan warna putih, kelihatan gelap lah dia. Nah, kamu muslimah bukan? Jangan asal ngaku aja deh. Kalau akhwat aja belum tentu muslimah, apalagi kerudunger! Berproses lah menuju satu titik kematian. Proses yang menjadi nilai bagi kita. Dan titik kematian yang menghentikan itu semua.

Berakhirlah sudah pembahasan kita tentang para akhwat, bukan maksud untuk menyinggung,, tapi sekedar mengingatkan.
mengingatkan dalam kebaikan insyaAllah mendapat pahala..
akhir kata,,
wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu

[+/-] Selengkapnya...

Akhwat belum tentu Muslimah


assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu..

sahabat fillah, sering kita mendengar istilah berjilbabtapi telanjang bukan??
lalu bagaiman dengamn judul yang satu ini??

eiitsss, jangan buru-buru protes dulu. Simpan bentar protesnya. Baru baca judulnya aja, kan? Apalagi baca isinya ntar, hehe... Jangan tiru orang kebanyakan yang sekadar ngeliat sesuatu dari kulitnya aja. Lihatlah lebih dalam kawan. Seperti milih buahan. Kamu mesti mau kalau dikasi makan durian, padahal kalau cuma dilihat dari luar aja, durian itu nggak ada menarik-menariknya, kecuali buat ngelempar para mafia di Senayan yang lagi tidur biar bangun. Sialnya kalau mereka bangun, mereka cuman pandainya ngasilin UUD dengan kepanjangan Ujung-Ujungnya Duit. Benar-benar nggak menarik, masalahnya yang disedotnya duit kita! Halus banget nyedotnya, pakai peraturan. Tinggal kita yang lemas terengah-engah keabisan darah.

Dulu ketika aku SMA, anak-anak perempuan bakalan risih kalau guru agama mulai nyebut-nyebut soal jilbab, saat itu dibilang jilbab, yang sekarang bagiku bukan jilbab tapi kerudung. Merasa disindir secara telak. Meskipun mereka merasa mempunyai alasan sakti: belum dapat hidayah alias belum dapat petunjuk untuk mengenakannya. Alasan yang nggak logis sebenarnya, karena ketika menjelaskan tentang jilbab yang kerudung itu, guru agama akan mengutip ayat Al-Qur’an. Dan itulah petunjuk nyatanya. Aneh kalau begitu mendengar petunjuk malah bilang belum mendapatkannya! Seperti orang yang dberi makanan tapi masih aja bilang belum dapat makanan.

Untung aja kerudung akhirnya jadi mode yang tren lagi. Katanya mode itu kan seperti siklus. Para pebisnis lihai banget ngeliat peluang ini. Maka nggak peduli tahu apa itu jilbab, bagaimana itu kerudung, ramai-ramai mereka memasok barang ke pasar. Menuhin kebutuhan pasar katanya. Belum lagi mode juga penuh modifikasi. Hasil kreasinya jadi macam-macam, dan banyak nggak mutunya karena nggak dilandasin sama pemahaman mereka tentang apa yang mereka buat. Maka banyaklah para perempuan yang berkerudung bertebaran di jalan. Bagus sih. Tapi mesti beda lah antara seorang yang sekadar mengkonsumsi barang jualan sama yang memang paham apa yang akan dibelinya itu.

Kerudunger. Ini aku peruntukkan buat semua cewek yang sekadar memakai kerudung kecil, mirip lap tangan dan sering kali bahannya rada tembus pandang gitu. Apalagi yang sekedar menggunakannya ketika ada wilayah kampus, ngikutin peraturan kampus ceritanya. Aneh memang, peraturan dari lembaga yang kecil gitu aja diturutin. Eh, giliirannya peraturan dari Sang Pembuat dunia malah nggak dipelajari, nggak dipatuhin. Memang manusia itu makhluk yang aneh.

Kerudunger mengenakan kerudung bukan karena sadar untuk melakukan perintah agama, tapi mengenakan itu sebagai bagian dari sebuah mode pakaian yang lagi ngetren. Kebanyakan dari mereka beragama tanpa tahu apa yang diwariskannaya dari orang tua itu kok. Apalagi kalau dapat orang tua yang juga nggak kenal baik sama warisannya itu, mana bisa menjelaskan ke anaknya. Malah manjaiin dan membuai anaknya ke alam mimpi dengan segala kesenangan berlandaskan uang. Itu untuk yang kaya kasusnya. Kalau miskin, terbentur dengan akses ekonominya. Tersita waktu untuk mempertahankan nafas, dan ini penguasa mesti bertanggung jawab besar. Dan lingkungan sekeliling juga mesti ditanyain. Kerudunger itu seringkali hanya mengikuti apa yang banyak dikenakan oleh orang di seklilingnya. Sekedar alat untuk diterima di suatu lingkungan. Sekedar alat untuk tidak terlihat terlalu berbeda dengan sekitanya. Mengenakan tanpa tahu maksud dan makna dibalik apa yang dikenakannya itu. Dan parahnya lagi kalau abis baca ini masih aja dengan bego’nya nggak mau mencari tahu lebih lanjut lagi kesalahan dia. Keburu mati, tahu rasa! Nyahok!

Kelakuannya masih sebelas dua belas lah sama cewek-cewek biasa kebanyakan. Cewek yang nggak berjilbab, kerudung aja nggak, ya, non?! Tempat main favoritnya etalase raksasa, alias mall. Becandaan sering kelewatan sama lawan jenis. Boncengan naik motor, sama abang kandung sih oke-oke aja, tapi kayaknya nggak mungkin kan meluknya mesra gitu kalau sama saudara kandung?

Apalagi kerudung juga jadi sering kali menjadi topeng para cewek-cewek rendahaan yang berkerudung sekadarnya. Dugem jangan tanya deh. Liat aja ktm yang ada di klub-klub malam. Mesti kamu bakalan aneh banyak yang di kampusnya memakai kerudung, tapi hadir disana dengan seksinya.

Pacaran gaya tingkat tinggi, pulang kemalaman terus dijadikan alasan buat tidur di kostan cowok mah nggak.....nggak jarang maksudnya. Paduan kerudungnya adalah jeans ketat, pakaian lengan panjang tapi ketat. Baju ngepas di badan. Kamu bisa liat aku punya lekuk tubuh, gitu prinsipnya.

Udah lah kita mesti berprasangka baiklah ke dia.

Iya, dia belum tahu agamanya sendiri. ngerti kerudung aja sebagai mode bukan perintah dari yang nyiptain dia. Jangan berharap banyak dia bakalan ngerti gimana seharusnya dia berpakaian. Kalau kamu mau jadiin dia pasangan hidup, selamat, berarti siap-siap susah aja lah. Karena bego’ sama bego’ jadi bego’ kuadrat. Kamu nggak merasa bego’? Trus ngapain milih dia jadi dia penghuni rumah? Hayo...

Meskipun ada juga kerudunger yang baik secara perilaku moralnya. Tapi ya.. itu tadi, nggak bisa jaga diri untuk nggak hanyut. Baik secar moral tanpa ada landsaan yang jelas dan kuat secara pemikiran

[+/-] Selengkapnya...

Buka - bukaan di dunia Maya



assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

sahabat yang dirahmati Allah
Sebuah ketelanjangan pribadi yang lebih dari dunia nyata. Lihat saja kegilaan mereka di FB dan jejaring pertemanan maya? Peuh... semua hal diceritakan. Semua kegiatan dituliskan, diberitakan. Mereka seakan tidak mau kalah untuk menjadi selebritis yang sering diungkit masalah-masalah pribadinya yang nggak penting, bagi orang lain, tidak bermanfaat diketahui dan tidak ada yang kurang kalau kita tidak tahu, kecuali bagi yang emang penggosip abis! Terlebih lagi itu adalah masalah pribadi yang seharusnya tidak baik untuk disebarluaskan. Kemana keterjagaan kalian selama diluar sana? Kemana harga diri kalian yang terus kalian pupuk itu kawan? Kalian lacurkan diri atas nama dunia mayakah?

Belum lagi ketika mereka meminta pandangan politikmu. Yang jika dengan semangat tak terarah kamu mengisinya, bisa dijadikan data oleh mereka untuk mengetahui kekuatan pergerakan Islam yang ada. Artinya, jangan-jangan kamu berkontribusi atas bocornya, bahkan hancurnya pergerakan Islam. Begitukah?

Janganlah pergunakan dunia maya untuk meng-exiskan dirimu
Belum tahu aja kalian kalau seorang yang menuliskan apa yang terus dilakukannya setiap hari itu ibaratnya membagikan keping-keping dirinya kepada orang lain yang membacanya. Bukankah dari persamaanlah bisa muncul yang namanya perbincangan dan untuk selanjutnya? Tahukah kalian hobi ini, suka baca itu, dan lain sebagainya yang kalian umbar di jejaring ini. Semua curhat-curhat kalian bagi kami, cowok-cowok bejad, adalah sebuah celah untuk memasuki kelemahan kalian! Memasuki dunia kalian lalu memakanmu! Haha.. hihihiih huhuhuuhuh.....

Mesti belum tahu kalau ada kasus mereka yang mengumbar foto dirinya di jejaring mendapat telepon dari orang-orang asing. Ketika diselidiki ternyata profile dirinya dijadikan sebagai seorang cewek panggilan di sebuah situs! Bisa-bisa jadi pelacur dunia maya. Rela?

Serba memberi ketelanjangan diri.
Aku sedang di sinilah. Aku sedang mau beginilah. Tadi aku mengalami ini itulah. Mendadak semua merasa menjadi artis yang tetek bengek kehidupannya diumbar ke publik. Privasi dan urusan pribadinya semua diorek-orek seenaknya oleh para insan pergosipan. Dikomentari segala macam, dan merasa itu perhatian yang keren. Ayolah kawan, betapa banyak hal yang tidak serius kalian jalani hanya karena ini. Dan sebenarnya berapa banyak mereka yang tidak mempunyai kesibukan yang berarti lalu mengalihkannya dengan mengutak-atik akunnya. Atau tidak bisa menempatkan skala prioritas di antara semua kegiatannya? Mana yang lebih penting diantara semua? Dan orang seperti inilah yang banyak menghabiskan waktu kalian? Keren. Sangat. Haha..

Peduli itu baik tapi tidak mesti kamu menceburkan diri ke kehidupan pribadi setiap orang. Karena belum tentu dia bisa menerima. Dan alangkah ruginya kamu mengetahui urusan orang lain sementara urusanmu sendiri belum beres. Bukan egois, bukan anti sosial, tapi banyak hal yang memang perlu untuk diprioritaskan. Kecanduan yang diakibatkan bisa sangat berbahaya. Seorang anak yang tercuri perhatian dan kasih sayang orang tuanya, karena mereka keranjingan jejaring seperti ini. Ini sudah keterlaluan, kawan. Sebuah kisah yang mampir di telingaku, seorang anak yang orangtuanya tidak pernah melepas laptopnya biar selalu online dan bercengkrama dengan teman mayanya yang entah dimana. Anak itu akhirnya hanya bertanya, lapotnya nanti dibawa ke kubur ya?

Narsis Tingkat Rendah
Berfoto tentang suatu tempat dan harus selalu ada dirimu di sana. Seakan kamu tidak yakin jika orang percaya kamu pernah ke sana. Seakan wajib kamu untuk mengumbar dirimu dimana-mana. Bagian-bagian diri kita yang berharga dan terus kamu tuangkan ke dalam sebuah pembagian kue kenangan berwujud maya. Kenangan yang terlalu diumbar dan dibagi-bagi bagai serpihan kue yang tidak bisa dinikmati lebih dalam lagi. Porsi sahabat dan orang terdekat lainnya yang kamu bagikan kepada yang lain, sehingga sama tidak berartinya.

Keterikatan yang sangat semu pun bermunculan dari sini. Atas nama jejaring sebuah dunia maya kamu bisa berkumpul. Yang menyedihkan keterikatan ini seakan adalah yang terkuat. Sadar tidak sadar itu semua karena kamu telah memberikan bagian dirimu kepada semua orang yang jika ditelisik lebih jauh, kadang tidak lebih pantas untuk mendapatkannya daripada ibumu. Anakmu.
Nb: keren mana muka tembok sama muka buku?

Buka jilbab maya!
Biarin mereka meniru banyak cewek biasa yang majang foto. Haha biarin mereka menurutkan hawa nafsunya, egonya untuk memajang dirinya yang walaupun digital tentu saja memperlihatkan bentuk aslinya. Ah, kan cuma wajah, begitu dalihnya. Jadilah mereka yang nunduk-nunduk di lingkungannya, menebar pesona wajahnya di dunia maya. Berharap kita, dan mungkin tambatan hatinya, untuk dapat melihat. Diam-diam dapat menikmati parasnya yang menurutnya cantik dan mubadzir ataau ga diobral! Hahaha...
Mau tingkatannya akhwat sekalipun kalau udah mainnya di dunia maya mah lewat! Egonya sebagai perhiasan dunia, makhluk yang dianugrahi kecantikan dan daya tarik muncul! Pasang foto-foto dengan berbagai pose. Maksudnya sih baik, ini aku udah ke tempat ini lho pas lburan! Halah..! ga pakai otak sih, emangnya perlu ada gambar dianya kalau cuma mau bilang dia pernah kesana? Sempiit banget tuh pikiran. Padahal kalau mau bilang gitu, foto tempat yang dikunjunginya saja kan bisa. Okelah mau foto dengan penampakan dirinya, tapi cukuplah disimpan didalam komputer atau album yang cuma bisa dilihat oleh dia dan keluarganya. Tapi...ya...namanya juga nafsu ego seorang perempuan kok ya ada yang terasa kurang kalau ga merendahkan diri dengan mengobral wajah dirinya ke banyak ruang, maya pula. Di dunia maya penyebarannya lebih cepat. Dengan mudahya sebuah gambar bisa dicopy paste oleh semua orang yang membukanya. Kelihatan banget kalau mereka kekurangan informasi kalau laki-laki itu daya khayalnya tingkat tinggi. Mana sangka mereka kan kalau dengan foto dari yang dipajang bisa menjadi sangat liar imajinasinya di kepala para lelaki? Hahaha... belum lagi yang mengeksekusi bayangan yang ada di kepalanya. Maka terjadilah yang namanya penggabungan antara image, gambar pelacur dengan wajah para akhwat tadi. Itu tidak sulit bagi para laki-laki yang kacau pemikirannya untuk melakukan hal ini, banyak program tak bersalah yang bisa disalahgunakan oleh mereka-mereka ini.

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 01 April 2011

Jangan takut jadi orang aneh


assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu

saudara sekalian,, dunia memang aneh, sesuatu yang baik dibilang aneh (tumben) sesuatu yangt tidak baik dianggap biasa saja..

pada suatu hari , ada seorang ustadz tengah bercengkrama dengan seorang pemuda '

"Dunia memang aneh", Gumam Pak Ustadz

"Apanya yang aneh Pak?" Tanya Pemuda yang fakir ini.

"Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa"

"Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami" Kata Pak Ustadz.

Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menuju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya. "Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih?” Tanya ibu muda itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang lain rasanya;

"Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya seperti itu ditumbenin? Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?

Kenapa orang kemasjid dianggap aneh? Orang yang pergi ke masjid akan terasa "aneh" ketika orang-orang lain
justru tengah asyik nonton sinetron "fatia".

Orang ke masjid akan terasa "aneh" ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan. Orang kemasjid terasa "aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor kehujanan.
Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, "Kamu akan banyak menjumpai "keanehan-keanehan" lain di sekitarmu", kata Pak Ustadz.

"Keanehan-keanehan" disekitar kita?

Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak "aneh" ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan ngobrol.

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh", karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat di akhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur Al Qur’an ba'da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat. Aneh bukan?

Cobalah hari ini shalat Jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua menjelang selesai.

Cobalah Anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test… test, test saja.

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadist, atau ayat Al Qur’an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.

Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang "aneh" selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari'at dan tata nilai serta norma yang benar.

Jangan takut "ditumbenin" ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan Al Qur’an (AlA'raf:31)


Jangan takut dikatakan "sok alim" ketika kita lakukan shalat dhuha di kantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.

Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.

Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang
ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Annisaa:103)

Jangan takut untuk shalat Jum’at/shalat berjama'ah berada di shaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah.....,Karena di shaf terdepan itu ada kemuliaan sehingga di jaman Nabi Salallahu'alaihi Wassalam para sahabat bisa bertengkar cuma gara-gara memperebutkan berada di shaf depan.

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. (Al Jumu'ah:9)

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadist atau ayat-ayat Al Qur'an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Fusshilat:33)

Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali menyerukan, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal kita....

Selamat jadi orang aneh ……

http://delphidanlainnya.blogspot.com/2009/04/jangan-takut-jadi-orang-aneh.html

[+/-] Selengkapnya...

Serahkan hatimu kepada Allah, niscaya Alllah akan menyerahkan hatimu kepada orang yang terplih



Bismillahirrahmanirrahim...
" Dinikahi wanita itu kerana 4 perkara : Kerana hartanya dan kerana keturunannya dan kerana kecantikannya dan kerana agamanya, maka pilihlah yang mempunyai (mengamalkan) agama, ia menyenangkanmu." (Riwayat Muslim)
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Aku bukanlah seorang laki-laki yang memiliki harta bertimbun, bukan juga seorang yang mempunyai paras wajah yang tampan seprti arjuna, jauh sekali bersusur galurkan keturunan yang dihormati dan disegani. Apa yang ada pada diriku hanyalah agama yang menjadi pegangan dan panduan hidup untuk aku terus gah berdiri di muka bumi Allah ini. Maka milikilah hatiku dengan izin Allah, milikilah cintaku keranaNya, milikilah diriku kerana agamaNya dan milikilah jiwaku keranaNya.

Tidak pernah dan tidak sekali pun aku kisah siapa saja yang mau berteman dengan ku baik perempuan mahupun lelaki. Apa yang penting bagiku asalkan dia tahu batasnya ikhtilat terutama jika dia seorang perempuan. Tetapi aku kisah jika dia seorang lelaki yang terus-terusan meluahkan perasaan cintanya kepadaku tanpa melalui orang perantaraan yang aku percayai. Kerana aku tidak yakin lelaki sebegini mampu menjadi pemimpinku dalam perjalanan panjang mencari dan meraih redhaNya. Cintaku tidak semurah itu! Biarlah dia sehebat mana sekalipun tetapi aku tidak akan sekali-kali berkompromi dalam soal ini. Bagi aku wanita sebegini kurang mujahadahnya dalam mengawal perasaan cintanya walaupun dia seorang yang hebat dari segi dakwah. Dimana hilangnya sensitivitinya terhadap agama dalam hal sebegini yang berkait rapat dengan kerajaan diri iaitu hati? sedangkan hati perlu dijaga kerana disitu letaknya segala kemuliaan. Cukuplah sekadar berkawan denganku sehingga tiba masa yang ditetapkanNya. Saat itu pasti tiba!

Kerap sekali soalan siapa mujahid pilihanku dilontarkan oleh sahabat2 seperjuangan ku dulu. Usahlah ditanya kerana itu menjadi asrar qalbi. Cuma ingin aku tegaskan aku tidak menginginkan lelaki yang hebat di pentas dunia, bukan juga yang namanya sering meniti di setiap bibir gadis-gadis kerana ketampanan dan kepimpinannya yang menyerlah tetapi, aku lebih memilih dia yang penuh dengan kerendahan hati, yang bangunnya disepertiga malam menemui Sang Kekasih dengan hati yang sarat dengan kerinduan dan kecintaan kepadaNya. Hidupnya sentiasa dalam halaqah, yang ditarbiyah dan istiqamah dalam perjuangan dakwahnya. Biarlah dia tidak dikenali oleh sesiapapun asalkan namanya menjadi sebutan di langit Ilahi dan dirindui para bidadari syurga. Yang ku harapkan bukanlah putera berharta tapi yang diimpi biarlah putera agama. Bukanlah aku mengharapkan yang sempurna kerana aku juga serikandi dengan silam yang kelam.

Walaupun adakalanya hati ini terasa lelah dan penat kerana kerap teruji dengan cinta lelaki, ku cuba juga sedaya upaya mungkin menepis cinta yang tak halal buatku. Ku hargai perasaan setiap insan yang datang padaku tetapi aku tetap dengan prinsipku cinta untuk seorang suami takkan ku kongsi!. Kalian lebih mulia berbanding diriku yang hanya insan hina yang cuba meraih redha dimataNya. Tetapi aku tidak boleh menerima kalian memandangkan hati ini tidak bersedia untuk menerima sesiapa. Bukanlah niatku untuk menyakiti hati sesiapapun, malah aku cukup merasa serba salah bila orang kecewa dan patah hati keranaku. Ketahuilah aku cuma kasihankan kaummu wahai adam kerana Rasulullah s.a.w sendiri pernah bersabda
"Tidak ada fitnah terbesar buat seorang lelaki di akhir zaman melainkan seorang wanita"
Aku takut tergolong dalam golongan yang menjadi fitnah kepada lelaki. Aku tidak mahu melalaikan seorang lelaki yang bakal menjadi mujahid agama. Betapa berdosanya diriku jika aku menjadi punca kejatuhan mereka.

Kepada insan yang pernah ku katakan diriku sudah bertunang dan mempunyai pilihan sendiri, ya memang benar. Aku mempunyai pilihan ku sendiri, dan sudah pun bertunang. Aku bertunang dengan study dan gerak kerja ku dan pilihan ku adalah "dia" yang Allah takdirkan buatku. Dalam usiaku ini aku tidak mahu tertipu dengan cinta palsu yang boleh mengundang padah pada keberkatan rumah tanggaku kelak. Ku petik sedikit kata2 Dr Nazri yang bercinta sebelum kahwin dan sering keluar bersama dengan teman wanitanya dalam buku Dr Farhan Hadi-Denyut Kasih Medik :
" Kena jaga hubungan dengan tunang. Saya rasa macam tak berkat aje lepas kahwin. Hati jadi susah. Rasa selalu curiga. Bila dia keluar aje terus rasa tak sedap hati. Kalau sebelum kahwin dah berani keluar dengan saya, sekarang ni pun mestilah berani keluar dengan lelaki lain. Curiga ni susah nak hilang. Rasa menyesal pula tak pilih yang baik dan solehah,"
Inilah yang cukup aku takuti. Benarlah, dosa semalam menjadi kecurigaan hari ini, esok dan selamanya!
Sememangnya jatuh cinta itu bukanlah sesuatu yang salah kerana ianya fitrah dan merupakan hadiah dari Sang Pencipta. Tetapi manusia sering kali terlupa dan leka, mereka terlalu taksub dengan hadiah yang diberi sehingga terlupa untuk berterima kasih pada Sang Pemberi Hadiah itu. Oleh itu hati ini kuserahkan padaNya, biarlah Dia yang menentukan kepada siapa yang layak memilikinya..wallahualam..

p/s: Serahkan hati mu pada ALLAH, nescaya akan diserahkanNYA kepada pemilik yang terbaik...
Milikilah hatiku dengan izin ALLAH, milikilah cintaku kerana cintaNYA, milikilah diriku kerana agamaNYA, milikilah jiwaku keranaNYA...

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 26 Maret 2011

Kisah Zunnirah



Zinnirah adalah seorang gadis yang berasal dari Rome.
kehidupan keluargaya sangat miskin dan dalam keadaan serba kekurangan. ketika terjadi peperangan besar di Rome, Zinnirah terpisah dari keluarganya lalu menjadi tawanan perang.

Sejak itu ia menjadi Hamba sahaya dan seringt bertukat majikan. sepanjang menjadi Abdi, Zinnirah dilakukan dengan kasar dan sering kali dilakukan seperti binatang oleh tuannya. suatu hari Zinnirah berkenalan dengan seorang hamba yang senasib dengannya..
perkenalan itu akhirnya membawa Nur Islam kepada dirnya dalam diri Zinnirah karena hamba itu menerangkan ajaran yang dibawa Rasulullah .
penerangan yang tulus itu membuka hatiZinnirah untuk masuk Islam.
namun,,, ia melakakukan ibadah scara rahasia karena tuanya memusuhi islam.

Nasibnya lebih malang ketika ia betukar tangan kepada bangsawan Quraisy yang sangat berpengaruh waktu itu, Umar AL-KHattab.
ketika itu,UMar belum masuk islam dan juga tidak mengetahui keislaman Zinnirah .
Umar yag sangat memusuhi Rasulullah terkenal sangat bengis dan kejam. sehingga ditakuti,baik lawan ataupun lawan .

akhirnya Umar mengetahui keislaman Zinnirah . pada suatu hari Umar mendengar ZInnirah membaca Al Qur'an menimbulkan kemarahan dan berniat untuk menghukukmnya dengan siksaan yang sangat berat.

" Taukah kamu apakah hukuman yang layak untukmu?" tanya Umar dengan wajah yang menyerupai kejamnya singa sambil menyeret Zinnrah kepadang pasir.
Disitu Umar mengikat kaki dan tangan Zinnirah dan menjemurnya di tarik panas matahari.
: inilah caranya supaya kamu insyaf," katanya, lalu meninggalkan ZInnirah disitu.


Walaupun mukanya perih di panas matahari dan keausan , Zinnirah tetap tabah menghadapi penderitaan itu sambil bibirnya tidak berhenti membisikan Allah...Allah..Allah..
karena Umaer melihat ambanya belum insyaf, ia menyeretnya kepinggir kota dan mengiktnya di tiang.


Dia menyuruh orang orang mengorek mata ZInnirah sehingga menjadi buta . walaupun darah bercucuran dari matanya dan dia diejek oleh orang kafir Quraisy yang percaya dia dilaknat Tuhab Latta dan Uzza, iman Zinnirah tidak luntur malah berkata, " Sekali pun aku dibunuh, kepercayaanku masih tetap pada Allah yang Maha Esa ".
penderitaan itu akhirnya ke pengetahuan Abu Bakar as-sidik dan membeli Zinnirah dengan harga yang tinggi.
sejak itu, dia tekun beribadah dengan karunia Allah, kedua matanya yang buta itu bercahaya kembali dan kembali sepeti semula. peristiwa mengagumkan ini menyebabkan anyak orang Quraisy memeluk ISlam .... subhanallah.....



PUISI BUAT ZINNIRAH

hadirmu bersama kuntuman senyuman
walau dirimu hamba tawanan
Kau jadi impian Firdausi
Kau jadi pingitan perhiasan duniawi
Walau tak pernah melihatu
Zinnirah.....

Matamu jadi taruhan
Gantian lara nilai iman
Terlindung sudah indahnya maya
Matamu tetap menyala

Oh Zinnirah...
Kau umpaa bintang dimalam hari
Menemani alam dan ditemani indahny purnama
Selaut kasih kau hamparkan untuk Illahi
Tiada sepadan dan tiada bertewpi.

Oh Zinnirah...
Kau umpaa bintang dimalam hari
Menemani alam dan ditemani indahny purnama
Selaut kasih kau hamparkan untuk Illahi
Tiada sepadan dan tiada bertepi..

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 26 Oktober 2010

Keutamaan Menyebarkan Ilmu Agama

Dari Abu Umamah al-Baahili
radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,

« إِنَّ اللَّهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ
السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ،
حَتَّى النَّمْلَةَ فِى
جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ،
لَيُصَلُّونَ عَلَى
مُعَلِّمِ النَّاسِ
الْخَيْرَ »

“Sesungguhnya Allah dan para
Malaikat, serta semua makhluk
di langit dan di bumi, sampai
semut dalam lubangnya dan
ikan (di lautan), benar-benar
bershalawat/mendoakan
kebaikan bagi orang yang
mengajarkan kebaikan (ilmu
agama) kepada manusia ”
[1].
Hadits yang agung ini
menunjukkan besarnya
keutamaan seorang yang
mempelajari ilmu agama
[2]
yang bersumber dari al-Qur’an
dan Sunnah Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
kemudian menyebarkannya
kepada umat manusia
[3].
Imam Abdullah bin al-Mubarak
rahimahullah berkata, “Aku
tidak mengetahui setelah
(tingkatan) kenabian,
kedudukan yang lebih utama
dari menyebarkan ilmu
(agama) ”
[4].
Dalam hadist lain yang
semakna dari Abu Darda’
radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
“ Sesungguhnya orang yang
memahami ilmu (agama dan
mengajarkannya kepada
manusia) akan selalu
dimohonkan (kepada Allah
Ta ’ala) pengampunan (dosa-
dosanya) oleh semua makhluk
yang ada di langit dan di bumi,
termasuk ikan-ikan di lautan
”
[5].
Beberapa faidah penting yang
terkandung dalam hadits ini:
- Makna shalawat dari Allah
Ta ’ala kepada hamba-Nya
adalah limpahan rahmat,
pengampunan, pujian,
kemuliaan dan keberkahan
dari-Nya.
[6]. Ada juga yang
mengartikannya dengan
taufik dari Allah Ta ’ala untuk
mengeluarkan hamba-Nya dari
kegelapan (kesesatan) menuju
cahaya (petunjuk-Nya),
sebagaimana dalam firman-
Nya:

{ هُوَ الَّذِي يُصَلِّي
عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ
لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ
الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ
رَحِيمًا }
“Dialah yang bershalawat
kepadamu (wahai manusia)
dan malaikat-Nya (dengan
memohonkan ampunan
untukmu), supaya Dia
mengeluarkan kamu dari
kegelapan kepada cahaya
(yang terang). Dan adalah Dia
Maha Penyayang kepada
orang-orang yang
beriman ” (QS al-Ahzaab:43)[7].

- Orang yang mengajarkan
ilmu agama kepada manusia
berarti telah menyebarkan
petunjuk Allah Ta ’ala yang
merupakan sebab utama
terwujudnya kemakmuran
dan kesejahteraan alam
semesta beserta semua isinya,
oleh karena itu semua makhluk
di alam semesta berterima
kasih kepadanya dan
mendoakan kebaikan baginya,
sebagai balasan kebaikan yang
sesuai dengan perbuatannya
[8].

- Sebagian dari para ulama ada
yang menjelaskan makna
hadits ini bahwa Allah Ta ’ala
akan menetapkan bagi orang
yang mengajarkan ilmu agama
pengabulan bagi semua
permohonan ampun yang
disampaikan oleh seluruh
makhluk untuknya[9].

- Tentu saja yang keutamaan
dalam hadits ini khusus bagi
orang yang mengajarkan ilmu
agama dengan niat ikhlas
mengharapkan wajah Allah
Ta ’ala, bukan untuk tujuan
mencari popularitas atau
imbalan duniawi[10].

- Para ulama yang
menyebarkan ilmu agama
adalah pewaris para Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam[11]
, karena merekalah yang
menggantikan tugas para Nabi
dan Rasul ‘alaihis salam, yaitu
menyebarkan petunjuk Allah
Ta ’ala dan menyeru manusia
ke jalan yang diridhai-Nya,
serta bersabar dalam
menjalankan semua itu, maka
merekalah orang-orang yang
paling mulia kedudukannya di
sisi Allah Ta ’ala setelah para
Nabi dan Rasul ‘alaihis salam
[12].
- Imam Ibnul Qayyim
rahimahullah berkata,
“ Menyampaikan/menyebarkan
sunnah (petunjuk) Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
kepada umat manusia lebih
utama daripada
menyampaikan (melemparkan)
panah ke leher musuh
(berperang melawan orang
kafir di medan jihad), karena
menyampaikan panah ke leher
musuh banyak orang yang
(mampu) melakukannya,
sedangkan menyampaikan
sunnah (petunjuk) Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
kepada umat manusia hanya
(mampu) dilakukan oleh (para
ulama) pewaris para Nabi
‘ alaihis salam dan pengemban
tugas mereka di umat mereka,
semoga Allah Ta ’ala
menjadikan kita termasuk
golongan mereka dengan
karunia dan kemurahan-Nya
” [13].


semogs bermanfaat

[+/-] Selengkapnya...

Pesan Terakhir Rasulullah Saw.

Khutbah Terakhir Nabi
Muhammad SAW
(Khutbah ini disampaikan
pada 9 Dzulhijjah 10 H di
Uranah, Arafah)
Ya, saudara-saudaraku,
perhatikan apa yang akan aku
sampaikan, aku tidak tahu
apakah tahun depan aku
masih berada di antara kalian.
Karenanya dengarkan baik-
baik apa yang kukatakan ini
dan sampaikan
kepada mereka yang tidak
dapat hadir saat ini.
Ya, saudara-saudaraku, seperti
kita ketahui, bulan ini, hari ini
dan kota ini adalah suci,
karenanya pandanglah
kehidupan dan milik setiap
orang Muslim sebagai
kepercayaan yang suci.
Kembalikan barang-barang
yang dipercayakan kepadamu
kepada pemilik yang
sebenarnya.
Jangan kau lukai orang lain
sebagaimana orang lain tidak
melukaimu. Ingatlah bahwa
kamu akan bertemu dengan
Allah SWT dan Dia akan
memperhitungkan amalanmu
dengan sebenar-benarnya.
Allah SWT telah melarangmu
memungut riba, karenanya
mulai saat ini dan untuk
seterusnya kewajiban
membayar riba dihapuskan.
Waspadalah terhadap syaitan,
demi keselamatan Agamamu.
Dia telah kehilangan semua
harapannya untuk membawa
kalian pada kesesatan yang
nyata, tapi waspadalah agar
tidak terjebak pada tipuan
halusnya.
Ya, saudara-saudaraku, adalah
benar kamu mempunyai hak
tertentu terhadap isteri-
isterimu, tapi mereka juga
mempunyai hak atas dirimu.
Apabila mereka mematuhi
hakmu maka mereka
memperoleh haknya untuk
mendapat makanan dan
pakaian secara layak.
Perlakukanlah isteri-isterimu
dengan baik dan bersikaplah
manis terhadap mereka,
karena mereka adalah
pendampingmu dan
penolongmu yang setia. Dan
adalah hakmu untuk melarang
mereka berteman dengan
orang-orang yang tidak kamu
sukai, dan juga
terlarang melakukan
perzinahan.
Ya, saudara-saudaraku,
dengarkanlah baik-baik,
sembahlah Allah, Shalat lima
kali dalam sehari, laksanakan
Puasa selama bulan Ramadhan,
dan tunaikanlah Zakat,
laksanakan ibadah Haji bila
mampu.
Ketahuilah bahwa sesama
Muslim adalah bersaudara.
Kamu semua adalah sederajat.
Tidak ada perbedaan satu
terhadap yang lain kecuali
Ketaqwaan dan Amal Shalih.
Ingatlah, suatu hari kamu akan
menghadap Allah
dan harus mempertanggung
jawabkan semua amalanmu.
Karena itu berhati-hatilah
jangan menyimpang dari jalan
kebenaran setelah
kepergianku nanti.
Ya, saudara-saudaraku, tidak
akan ada Nabi atau Rasul
sesudahku dan tidak akan ada
agama lain yang lahir.
Karenanya simaklah baik-baik
ya Saudaraku, dan pahamilah
kata-kata yang kusampaikan
kepadamu,
bahwa aku meninggalkan dua
pusaka, Al-Qur ’an dan contoh-
contohku sebagai As-Sunnah
dan bila kalian mengikutinya
tidak mungkin akan tersesat.
Siapa yang mendengarkan
perkataanku ini wajib
menyampaikannya kepada
yang lain dan seterusnya dan
mungkin yang terakhir
memahami kata-kataku ini
bisa lebih baik dari yang
langsung mendengarkan.
Demi Allah aku bersaksi,
bahwa aku telah
menyampaikan ajaran-Mu
kepada umat-Mu ya Allah.

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 29 September 2010

Azab Bagi Kaum Wanita

Seorang kawan ana telah memberi
artikel ini kpd ana untuk
sampaikan kepada kaum hawa.
Apabila ana baca artikel ini,ana
takut jika ana berada di tempat
salah satu di bawah ini..
Kepada kaum hawa,terlalu byk
ujian bagi kaum hawa.Semoga
artikel ini bermanfaat buat kamu.
Buat kaum adam,kamu juga pasti
tidak mahu orang yang kamu syg
menghadapi salah satu siksaan di
bawah ini.
Harap artikel ini dapat
disampaikan kepada org
lain.INSYAALLAH.
khususnya untuk para wanita
dan diri sendiri.....
Sayidina Ali ra menceritakan suatu
ketika melihat
Rasulullah menangis manakala ia
datang bersama Fatimah . Lalu
keduanya bertanya mengapa
Rasul menangis.
Beliau menjawab, "Pada malam
aku di-isra'- kan , aku
melihat perempuan-perempuan
yang sedang disiksa dengan
berbagai siksaan. Itulah sebabnya
mengapa aku menangis.
Karena, menyaksikan mereka yang
sangat berat dan mengerikan
siksanya.
Putri Rasulullah kemudian
menanyakan apa yang dilihat
ayahandanya. "Aku lihat ada
perempuan digantung
rambutnya, otaknya mendidih.
Aku lihat perempuan digantung
lidahnya, tangannya diikat ke
belakang dan timah cair
dituangkan ke dalam
tengkoraknya.
Aku lihat perempuan
tergantang kedua kakinya
dengan terikat tangannya
sampai ke ubun-ubunnya,
diulurkan ular dan
kalajengking.
Dan aku lihat perempuan yang
memakan badannya sendiri, di
bawahnya dinyalakan api
neraka. Serta aku lihat
perempuan yang bermuka
hitam, memakan tali perutnya
sendiri.
Aku lihat perempuan yang
telinganya pekak dan matanya
buta, dimasukkan ke dalam
peti yang dibuat dari api
neraka, otaknya keluar dari
lubang hidung, badannya
berbau busuk karena penyakit
sopak dan kusta. Aku lihat
perempuan yang badannya
seperti himar, beribu-
ribu kesengsaraan
dihadapinya. Aku lihat
perempuan yang rupanya
seperti anjing, sedangkan api
masuk melalui mulut dan
keluar dari duburnya
sementara malikat
memukulnya dengan pentung
dari api neraka, "kata Nabi.
Fatimah Az-Zahra kemudian
menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu?
*Rasulullah menjawab, "Wahai
putriku, adapun mereka yang
tergantung rambutnya hingga
otaknya mendidih adalah
wanita yang tidak
menutup rambutnya sehingga
terlihat oleh laki-laki yang
bukan muhrimnya.
*Perempuan yang digantung
susunya adalah istri yang
'mengotori' tempat tidurnya.
*Perempuan yang tergantung
kedua kakinya ialah perempuan
yang tidak taat kepada
suaminya, ia keluar rumah
tanpa izin suaminya,
dan perempuan yang tidak
mau mandi suci dari haid dan
nifas.
*Perempuan yang memakan
badannya sendiri ialah karena
ia berhias untuk lelaki yang
bukan muhrimnya dan suka
mengumpat orang lain.
*Perempuan yang memotong
badannya sendiri dengan
gunting api neraka karena ia
memperkenalkan dirinya
kepada orang yang kepada
orang lain bersolek dan
berhias supaya kecantikannya
dilihat laki-laki yang
bukan muhrimnya.
*Perempuan yang diikat kedua
kaki dan tangannya ke atas
ubun-ubunnya diulurkan ular
dan kalajengking padanya
karena ia bisa shalat tapi tidak
mengamalk! annya dan tidak
mau mandi junub.
* Perempuan yang kepalanya
seperti babi dan badannya
seperti himar ialah tukang
umpat dan pendusta..
Perempuan yang menyerupai
anjing ialah perempuan yang
suka memfitnah dan
membenci suami.
"Mendengar itu,Sayidina Ali dan
Fat imah Az-Zahra pun turut
menangis.
Dan inilah peringatan kepada
kaum perempuan.
sampai2kan kpd kwn2 kita yg
lain..insyaALLAH

[+/-] Selengkapnya...

Antara Wanita Yang berhijab dan Wanita yang Tidak Berhijab

Bila diibaratkan, wanita yang
berhijab dengan wanita yang
tidak berhijab itu seperti dua buah
roti yang bermerek sama namun
dengan cover atau bungkus yang
berbeda. Duah buah roti sama-
sama bermerek "X" misalnya.
Roti "X" yang pertama dibiarkan
terbuka, dijual dipinggiran jalan,
yang setiap orang dapat dengan
mudah melihatnya secara
langsung, bahkan meraba atau
mencicipinya pun mudah. Untuk
roti "X" yang pertama ini, lalatpun
pasti mudah untuk hinggap.
Roti "X" yang kedua dibungkus
dan dikemas dengan plastik
bersih, rapat, indah, dan rapi.
Kemudian tempat
penjualannyapun ditempatkan di
dalam lemari kaca, yang nggak
setiap orang dapat
menyentuhnya.
Diantara kedua roti tersebut, kalau
kita disuruh memilih, tentunya
pilih roti "X" yang kedua, karena
tertutup dengan rapat dan bersih,
tentunya kita pun yakin bahwa
roti ini belum pernah dicicipi
orang lain sebelumnya. Sedangkan
roti "X" yang pertama,meragukan,
lalat saja mudah hinggap.
Itulah sebenarnya salah satu
peranan jilbab bagi para wanita
muslimah, agar lebih terjaga.
Sedangkan tujuan utamanya
tentunya tetap saja sebagai
bentuk ketaqwaan kepada
Allah swt. Kurang lebih, seperti
kedua roti yang bermerek sama
itulah islam memandang dan
memperlakukan wanita, antara
yang berjilbab dan yang tidak
menggunakan jilbab. Meskipun
pada dasarnya mereka sama,
sesama wanita atau bahkan
sesama muslimah. Namun, wanita
yang berjilbab adalah wanita yang
memiliki kedudukan lebih
terhormat dari wanita yang tidak
berjilbab.Karena, wanita berjilbab
senantiasa menyembunyikan
auratnya dari mereka yang tidak
berhak untuk melihat atau bahkan
menyentuhnya.
Jilbab dan kerudung, pada saat ini
keadaannya memang seolah
dijadikan sebagai sebuah
permasalahan yang biasa-biasa
saja. Bahkan, sampai saat ini masih
ada saja orang tua yang melarang
anaknya untuk mengenakan
jilbab, padahal mereka sendiri
mengaku sebagai keluarga muslim,
lalu kenapa aturan islam secara
tegas mereka langgar bahkan
mereka haramkan. Allah swt dan
Rasulullah saw padahal telah
secara tegas menyampaikan
masalah kewajiban menggunakan
jilbab ini kepada umat manusia,
khususnya umat muslim. Tapi
tetap saja, sampai saat ini masih
banyak wanita-wanita muslim
yang membangkang dari perintah
menggunakan jilbab ini.
Di sisi lain, ada pula yang katanya
mengenakan kerudung, namun
yang mereka maksud dengan
kerudung adalah sebatas
pembungkus kepala saja,tidak
lebih. Pembungkus kepala yang
ukurannya sempit, dengan
pakaian yang juga super sempit.
Padahal Allah telah
memerintahkan untuk
menjulurkan kerudungnya ke
dadanya.
Tapi nyatanya apa? Para
perempuan berkerudung seksi
menggunakan pakaian yang juga
seksi, bukan menjulurkan
kerudung kedadanya, tapi justru
menonjolkan bentuk dadanya. Apa
sih sebenarnya yang menghalangi
mereka untuk mengenakan
pakaian yang sesuai dengan
syariat islam? Apakah mereka
takut kalau lelaki tidak dapat
melihat bentuk tubuh mereka?
Atau mereka takut kehilangan
kesempatan untuk mengatakan
"Ini loh dada gw?" (Maaf).
Kalau tidak demikian, lalu adakah
alasan lain yang tepat untuk
membenarkan pelanggaran
mereka atas perintah berjilbab
dan berkerudung ini?
Ada sebagian orang yang
melontarkan jawabannya, "Alah!
Yang berjilbab aja banyak yang
nyolong, banyak yang nyopet,
banyak yang nipu, banyak yang
jadi rentenir...Yang penting mah
hatinya!".
Apakah perintah menutup aurat
itu datangnya dari mereka,
sehingga kita berkiblat pada
mereka?
Dan kalau memang demikian
pendapat mereka, lalu apakah
sedikit perempuan yang tidak
berjilbab yang jadi PSK, germo,
rentenir,copet, dan lain-lain?
Mereka lebih banyak.
Kenapa kita selalu mencari-cari
keburukan wanita yang berhijab
namun imamnnya belum mantap?
Kenapa kita menjadikan wanita-
wanita yang menjadikan jilbab
hanya untuk tameng kejahatan
mereka sebagai pedoman hidup
kita?
Justru,dengan adanya pihak-pihak
yang berusaha untuk
menjatuhkan citra jilbab dan
kerudung itulah, maka kita harus
bangkit dan mengharumkan nama
jilabab, bukan malah ikut
menginjak-injaknya.
Kalau kita mengatakan "Yang
penting mah hatinya!", lalu apakah
bisa dikatakan seorang pemabuk,
pembunuh,pemerkosa itu baik?
Yang penting kan hatinya, bukan
perbuatannya! Kalau sudah
demikian pendapatnya ya
rusaklah semuanya, bisa-bisa,
pembunuh juga akan dibilang
baik, karena yang penting kan
hatinya.
Satu hal Yang penting adalah
bahwa sikap, perbuatan, perilaku,
adalah cerminan dari hati
seseorang. Adapula alasan yang
mengatakan bahwa
menggunakan jilbab itu ribet,
repot,tidak bisa bergerak dengan
leluasa. Emang jilbab menghalangi
apanya?
Anda toh tidak disuruh berperang
seperti perempuan-perempuan
berjilbab pada masa dahulu yang
juga turun ke medan perang!
Anda hanya memasak,mengurus
anak, atau kuliah, atau bekerja,lalu
dimana letak merepotkannya?
Coba kita buka mata kita lebar-
lebar,di luar sana banyak sekali
wanita-wanita muslimah berjilbab
besar dan syar'i yang menjadi ibu
rumah tangga, bekerja, sekaligus
kuliah. Banyak jilbaber besar yang
aktif diorganisai-organisasi yang
membutuhkan banyak sekali
energy dan gerak fisik. Mereka
bisa dan tidak merasa
direpotkan, justru mereka
sangat menjaganya.
Kalau kita merasa bahwa dengan
berjilbab akan membuat kita sulit
untuk mendapatkan pekerjaan,
maka ingatlah bahwa Allah Maha
Kaya. Allah Yang Mengatur
rizqi.
Allah akan memberikan yang
terbaik untuk hamba-
hambaNya yang beriman dan
bertakwa.
Saudariku, marilah kita singkirkan
segala bentuk kemalasan dan
hentikan segala bentuk pencarian
alasan untuk membenarkan
penolakan anda terhadap jilbab
dan kerudung. Ingatlah, bahwa
sesungguhnya hanya Allah-lah
yang mengetahui apa yang
terbaik untuk hambaNya . Maka,
marilah kaum muslimah untuk
kembali ke jalan Allah dengan
mulai menggunkan jilbab yang
syar'i, yang sesuai dengan kaidah-
kaidah islam sebagaimana tertera
dalam beberapa keterangan
berikut ini:
"Katakanlahkepada wanita yang
beriman, 'hendaklah mereka
menahan pandangannya, dan
memelihara kemaluannya, dan
janganlah mereka menampakkan
pehiasaannyakecuali yang biasa
nampak dari pandangan. Dan
hendaklah merekamenutupkan
kain kerudung ke dadanya, dan
jangan- lah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada
suami mereka, atau kpda ayah
mereka, atau putra-putra mereka,
atau saudara- saudara mereka,
atau putra-putra suami mereka,
atau wanita- wanita Islam, atau
budak-budak yang mereka miliki,
atau pelayan- pelayan laki-laki
yang tidak mempunyai keinginan
(terhadap kaum wanita), atau
anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat kaum wanita. dan
janganlah mereka memukul
kakinya agar diketahui perhiasan
yang mereka sembunyikan. Dan
bertaubatlah kamu sekalian
kepada Allah hai orang-orang
yang beriman supaya kamu
beruntung". (Qs.An Nur : 31)
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-
isterimu, anak-anak perempuanmu
dan isteri-isteri orang mukmin:
"Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka." Yang demikian itu
supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di
ganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al Ahzab : 59)
Hadits Dari Khalid bin Duraik, dari
Aisyah ra Asma' binti Abu Bakar
ra, pernahberkunjung kepada
Rasulullah saw memakai pakaian
tipis. Maka Rasulullah saw
berpaling dari padanya seraya
bersabda: "Wahai Asma',
sesungguhnya wanita apabila
telah baligh, tidak benar terlihat
dari padanya kecuali ini... dan
ini...". Beliau memberi isyarat
kepada wajah dan kedua
tangannya.
Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiah
ra, bahwa Rasulullah saw berkata :
“ Rasulullah SAW memerintahkan
kami agar keluar (menuju
lapangan) pada saat hari raya
Iedul Fitri dan Iedul Adha, baik ia
budak wanita, wanita yang
haidh,maupun yang perawan?
Adapun bagi orang-orang yang
haidh maka diperintahkan
menjauh dari tempat shalat,
namun tetap boleh menyaksikan
kebaikan dan seruan kaum
muslimin? Lalu aku berkata: Wahai
Rasulullah SAW salah seorang di
antara kami tidak memiliki jilbab?
Maka Rasulullah saw menjawab:
‘ Hendaklah saudaranya itu
meminjamkan jilbabnya.”
“Pada akhir ummatku nanti akan
muncul kaum laki-laki yang
menaiki pelana seperti layaknya
kaum laki-laki, mereka turun
kemasjid-masjid,wanita-wanita
mereka berpakaian tetapi laksana
telanjang, diatas kepala mereka
(ada sesuatu) seperti punuk unta
yang lemah gemulai. Laknatlah
mereka, karena sesungguhnya
mereka adalah wanita-wanita
yang terlaknat ”(HR. Ahmad)
“Semoga Allah merahmati wanita
Muhajirin yang pertama yang
tatkala Allah swt menurunkan
ayat: ”Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kerudung
kedada mereka.. ” mereka lantas
merobek kain tak berjahit
(muruth) yang mereka kenakan
itu, lalu mereka berkerudung
dengannya (dalam riwayat
laindisebutkan: Lalu merekapun
merobek sarung-sarung mereka
dari pinggir kemudian mereka
berkerudung dengannya ” (HR.
Bukhari dan AbuDawud)
"Hendaklah mereka itu
mengulurkan jilbabnya ke seluruh
tubuh mereka". (Qs. Al Ahzab : 59)
"Nabi saw melaknat laki-laki yang
mengenakan pakaian wanita, dan
seorang wanita yang
mengenakan pakaian laki-laki".
(HR. Abu Dawud dan An Nasai).
"Siapa yang meniru suatu kaum,
maka ia berarti dari golongan
mereka". (HR. Ahmad)

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 28 September 2010

5 Macam Musuh Orang Beriman

Sedar atau tidak sedar, apabila
seorang muslim mengucapkan dua
kalimah syahadah, telah terpikul
dibahunya akan satu
tanggungjawab yang besar. Iaitu
untuk memperjuangkan kalimah
Allah di mukabumi sebagai
khalifah Allah. Dalam
memperjuangkan kalimah Allah ini,
maka para pejuang kebenaran
akan berhadapan dengan 1001
macam mehnah yang dilahirkan
oleh musuh-musuh Islam yang
sentiasa mencari jalan untuk
menjauhkan seorang muslim dari
mendekati Allah SWT.
Apabila persoalan musuh
diketengahkan, terlalu ramai umat
Islam menyangkakan musuh Islam
hanyalah Yahudi dan Nasrani.
Lebih-lebih lagi, akhir-akhir ini
slogan membebaskan Gaza dari
cengkaman Yahudi disemarakkan
oleh mereka-mereka yang
mengaku pejuang Islam walau
rokok Marlboro dari Amerika
masih menjadi hiasan bibir mereka
dan ayam goreng KFC menjadi
santapan hidangan mereka. Maka
berkumpullah mereka
berdemonstrasi dan membakar
bendera Israel, memaki hamun
dan beremosi.
Hakikatnya, mereka terlupa
bahawa musuh Islam itu bukan
hanya Yahudi dan Nasrani. Malah
ada lagi empat musuh yang lebih
bahaya dari itu. Antaranya yang
tidak mampu dilihat dengan mata
kasar dan lebih bahaya dan lebih
licik. Andainya seorang muslim,
gugur di medan perang ditembak
Yahudi dek mempertahankan
kalimah Allah, syahid baginya.
Namun andainya seorang muslim
gugur dan kecundang dengan
musuh yang satu lagi ini iaitu
musuh yang lebih merbahaya dari
Yahudi dan Nasrani, amat
malanglah nasibnya di dunia dan
di akhirat.
Sipakah musuh bagi orang
mukmin ?
Sabda Rasulullah SAW
“Seorang mukmin selalu
dikelilingi lima musuh yang
membahayakan, iaitu seorang
mukmin yang hasad, orang
munafiq yang membenci,
orang kafir yang memerangi,
syaitan yang menyesatkan
dan hawa nafsu yang
menyeretmu. (Termidzi)
Pertama : Golongan mukmin
yang hasad iaitu dari kalangan
umat Islam tetapi mereka
melakukan berbagai maksiat dan
mungkar. Umat Islam yang
bergelumang dengan mungkar
dan maksiat ini akan menyimpan
perasaan dengki sesama muslim.
Mereka iri hati dan susah hati jika
ada seorang muslim yang lain
mampu membuat sesuatu amal
kebajikan yang dia tidak mampu
lakukan. Bila dia lihat ada saudara
seIslamnya mampu beribadah, dia
dengki dan dia benci. Jika ada
saudara seIslamnya yang kuat
berjihad sedangkan dia tidak
mampu berjihad, dia tabor fitnah
dan mengadu domba memburuk-
burukkan sahabatnya itu.
Hakikatnya, mereka inilah yang
menjadi punca perpecahan umat
Islam. Andainya dia tidak ubah
sifatnya, tak mustahil statusnya
berubah dari mukmin yang hasad
dengki kepada golongan munafik.
Tak kurang juga golongan ini
terdiri dari orang muslim yang a’si,
yang fasiq yang memperolehi
nikmat dunia bersumberkan
maksiat dan mungkar. Bagi
mereka kebaikan dan amal soleh
hanya menghalang mereka dari
mengecapi nikmat yang diperolehi
dari maksiat yang dikerjakan.
Mereka benci jika ada orang
berdakwah dan ajak orang kea
rah kebaikan, kerana jika semua
orang baik, dia sudah tidak boleh
zina, tidak boleh minum arak, tidak
boleh hisap dadah. Maka timbullah
kebencian dalam diri mereka. Jika
disuluh peribadi tingakatan iman,
golongan mukmin yang hasad ini
memiliki nafsu ammarah dan
berada di tingkatan iman taqlid
atau iman ilmu.
Firman Allah SWT :
“Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu ambil menjadi
teman kepercayaanmu orang-
orang yang di luar kalanganmu
(kerana) mereka tidak henti-
hentinya (menimbulkan)
kemudaratan kepadamu. Mereka
menyukai apa yang
menyusahkanmu. Telah nyata
kebencian daripada mulut mereka,
dan apa yang disembunyikan hati
mereka lebih besar lagi.
Sesungguhnya telah Kami
terangkan kepadamu ayat-ayat
(Kami), jika kamu
memahaminya. ” (Ali-Imran: 118)
Bagaimana hendak
berhadapan dengan musuh
dari kalangan mukmin yang
hasad ini ?
Cara untuk berhadapan dengan
kejahatan yang dilahirkan oleh
manusia muslim yang hasad
dengki ialah dengan berbuat baik
kepada orang yang berbuat jahat
kepada kita. Dalam kitab
dibahaskan empat cara iaitu :
1. Membalas kejahatan dengan
kejahatan. Cara ini lebih baik
ditinggalkan kerana ia akan
menyebabkan perpecahan.
Seorang mumin yang hasad,
sikap hasad itu menyemai
benih perpecahan, dan
perpecahan melemahkan
kekuatan lantas
menghancurkan dasar
keimanan kerana Rasulullah
SAW ada memberi peringatan :
“Hasad akan memakan
kebaikan seperti api memakan
sekam ” . Andainya cara
pertama ini yang kita pilih
untuk memerangi mukmin
yang hasad, hakikatnya kita
sendiri saling tidak tumpah,
sama sahaja dengan mukmin
yang hasad tersebut.
2. Berlaku diam, iaitu tidak
membalas kejahatannya. Ini
susah dilaksanakan kerana ia
memerlukan mujahadatunnafsi
dan sifat sabar. Dan ingatlah,
sabar adalah sifat yang dimiliki
oleh golongan bighairi hisab di
yaumil mahsyar nanti.
3. Kejahatannya dibalas dengan
kebaikan. Pelaksanaannya amat
sukar sekali diibaratkan seperti
mencabut nyawa dari badan.
Tahap kesabaran yang lebih
tinggi dari kaedah kedua di
atas. Cuba bayangkan, orang
mendatangkan kepayahan
kepada kita, tetapi kita balas
dengan senyuman kepadanya.
Mampukah kita lakukan ? Dan
dalam pendekatan perjuangan
Islam, dalam memberi kebaikan
dalam membalas kejahatan
yang dilakukan, seorang Muslim
hendaklah menyampaikan
seruan dakwah secara
berhikmah dan berakhlak
kepada mereka yang berbuat
jahat. Seru mereka, didik
mereka, dakwah mereka, ke
arah iman dan akhlak Islamiah.
Dan inilah sebaik-baik cara
kerana tingatannya lebih tinggi
dari kaedah kedua.
4. Mendoakan mereka agar
dipimpin Allah ke arah
keinsafan dan iman.
Antara keempat-empat cara
memerangi orang mukmin yang
hasad, hindarilah kaedah yang
pertama. Dan sebaik-baik cara
berhadapan dengan mereka ialah
kaedah ketiga dan keempat. Kita
balas kejahatan yang mereka
lakukan dengan kebaikan. Antara
kebaikan yang boleh ita lakukan
ialah dengan memberi nasihat
kepada mereka. Dengan memberi
ilmu kepada mereka. Dengan
membantu mereka beramal
dengan ilmu mereka.Dan lainlain
kebajikan yang mampu kita
berikan sebagai khidmat kita
kepada mereka atas jalan iman
dan taqwa. Lantas, kita berdoa
kepada Allah agar mereka dan diri
kita serta seluruh umat Islam
diberikan ampunan dan kekuatan
dalam beribadah kepada NYA.
Musuh mukmin yang kedua
ialah orang munafik. Golongan
Munafik adalah golongan yang
menzahirkan diri sebagai Muslim
sambil menyembunyikan
kekafiran mereka. Mereka boleh
memperkatakan tentang Islam,
mereka alim dan arif tentang ilmu-
ilmu Islam, mereka petah dan
lancar membicarakan dan
membahaskan hal ehwal Islam,
tetapi disebalik penzahiran Islam
mereka, terkandung agenda untuk
merosakkan dan menyesatkan
umat Islam. Kaum munafik ini
diibaratkan bagai "musang
berbulu ayam" atau "musuh dalam
selimu". Mereka menzahirkan
keislaman mereka, lantas kita
sukar untuk mengenali mereka
melainkan perkhabaran yang
datangnya dari Rasulullah SAW
serta tanda-tanda yang disebut di
dalam Al Quran. Firman Allah dalam
Surah Al Munafiqun ayat 1 hingga
6 :
إِذَا جَآءَكَ ٱلۡمُنَـٰفِقُونَ
قَالُواْ نَشۡہَدُ إِنَّكَ
لَرَسُولُ ٱللَّهِ‌ۗ وَٱللَّهُ
يَعۡلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ ۥ
وَٱللَّهُ يَشۡہَدُ إِنَّ
ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ لَكَـٰذِبُونَ
)١ ( ٱتَّخَذُوٓاْ أَيۡمَـٰنَہُمۡ
جُنَّةً۬ فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ
ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّہُمۡ سَآءَ مَا
كَانُواْ يَعۡمَلُونَ )٢ ( ذَٲلِكَ
بِأَنَّہُمۡ ءَامَنُواْ ثُمَّ
كَفَرُواْ فَطُبِعَ عَلَىٰ
قُلُوبِہِمۡ فَهُمۡ لَا
يَفۡقَهُونَ )٣ ( ۞ وَإِذَا
رَأَيۡتَهُمۡ تُعۡجِبُكَ
أَجۡسَامُهُمۡ‌ۖ وَإِن يَقُولُواْ
تَسۡمَعۡ لِقَوۡلِهِمۡ‌ۖ
كَأَنَّہُمۡ خُشُبٌ۬
مُّسَنَّدَةٌ۬‌ۖ يَحۡسَبُونَ
كُلَّ صَيۡحَةٍ عَلَيۡہِمۡ‌ۚ هُمُ
ٱلۡعَدُوُّ فَٱحۡذَرۡهُمۡ‌ۚ
قَـٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ‌ۖ أَنَّىٰ
يُؤۡفَكُونَ )٤ ( وَإِذَا قِيلَ
لَهُمۡ تَعَالَوۡاْ يَسۡتَغۡفِرۡ
لَكُمۡ رَسُولُ ٱللَّهِ
لَوَّوۡاْ رُءُوسَهُمۡ
وَرَأَيۡتَهُمۡ يَصُدُّونَ وَهُم
مُّسۡتَكۡبِرُونَ )٥ ( سَوَآءٌ
عَلَيۡهِمۡ أَسۡتَغۡفَرۡتَ
لَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تَسۡتَغۡفِرۡ
لَهُمۡ لَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ
لَهُمۡ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا
يَہۡدِى ٱلۡقَوۡمَ
ٱلۡفَـٰسِقِينَ )٦ )
Apabila orang-orang munafik
datang kepadamu (wahai
Muhammad), mereka berkata:
Kami mengakui bahawa
sesungguhnya engkau sebenar-
benarnya Rasul Allah dan Allah
sememangnya mengetahui
bahawa engkau ialah RasulNya,
serta Allah menyaksikan bahawa
sesungguhnya pengakuan mereka
adalah dusta. (1) Mereka
menjadikan sumpahnya (atau
akuannya) sebagai perisai (untuk
menyelamatkan dirinya dan harta
bendanya daripada dibunuh atau
dirampas), lalu mereka
menghalang (dirinya dan orang
lain) dari menurut jalan Allah.
Sesungguhnya amatlah buruk apa
yang mereka telah kerjakan. (2)
(Perbuatan buruk) yang demikian
kerana mereka mengaku beriman
(di hadapan orang-orang Islam)
kemudian mereka tetap kafir
sesama sendiri, maka dengan
sebab itu dimeteraikan atas hati
mereka; lalu mereka tidak dapat
memahami (yang mana benar dan
yang mana salah). (3) Dan apabila
engkau melihat mereka, engkau
tertarik hati oleh tubuh badan
mereka (dan kelakuannya) dan
apabila mereka berkata-kata,
engkau juga (tertarik hati)
mendengar tutur katanya (kerana
manis dan petah sekalipun
kosong). (Dalam pada itu) mereka
adalah seperti batang-batang
kayu yang tersandar (tidak
terpakai kerana tidak ada padanya
kekuatan yang dikehendaki).
Mereka (kerana merasai bersalah,
sentiasa dalam keadaan cemas
sehingga) menyangka tiap-tiap
jeritan (atau riuh rendah yang
mereka dengar) adalah untuk
membahayakan mereka. Mereka
itulah musuh yang sebenar-
benarnya maka berjaga-jagalah
engkau terhadap mereka. Semoga
Allah membinasa dan
menyingkirkan mereka dari
rahmatNya. (Pelik sungguh!)
Bagaimana mereka dipalingkan
(oleh hawa nafsunya dari
kebenaran)? (4) Dan apabila
dikatakan kepada mereka: Marilah
(bertaubat) supaya Rasulullah
meminta ampun (kepada Allah)
untuk kamu, mereka (enggan
sambil) menggeleng-gelengkan
kepalanya dan engkau melihat
mereka berpaling (dari bertaubat)
serta mereka berlaku sombong
angkuh. (5) (Tidak ada faedahnya)
kepada mereka, samada engkau
meminta ampun untuk mereka
atau engkau tidak meminta
ampun, Allah tidak sekali-kali akan
mengampunkan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak
memberi hidayat petunjuk kepada
kaum yang fasik. (6)
Golongan ketiga ialah
golongan kafir harbi, iaitu
kafir yang memusuhi dan
memerangi.
Golongan kafir. Mereka terbahagi
kepada 2 kumpulan iaitu:
a. Kafir Harbi – iaitu mereka
yang menzahirkan permusuhan
terhadap umat Islam samada
seperti menyerang, membunuh,
menyiksa, menekan, dan
sebagainya. Sebagai contoh,
golongan Yahudi Zionis yang
menyerang umat Islam di Palestin.
b. Kafir dzimmi – iaitu golongan
kafir yang tidak menzahirkan
permusuhan dengan umat Islam
samada yang tinggal bersama
umat Islam ataupun yang
mendiami Negara yang
berasingan dan tidak memusuhi
umat Islam secara jelas. Mereka ini
mengamalkan sikap perdamaian
dan toleransi sesama umat
Islam. Maka umat Islam disaran
untuk menjalinkan hubungan baik,
saling hormat menghormati,
bantu-membantu disamping
menyampaikan seruan dakwah
kepada mereka. Andainya dalam
sesebuah negara Islam, maka
kebajikan dan keselamatan kafir
dzimmi ini hendaklah dijaga dan
pertahankan oleh pemerintah
Islam dari dicabul haq mereka.
Bagi kafir harbi, mereka akan
memerangi bukan sahaja umat
Islam, malah mereka juga
memerangi kafir dzimmi. Cara
mereka memerangi tak
semestinya melalui senjata
api.Tetapi melalui pelabagai sudut
dan elemen cara hidup. Mereka
memerangi kita melalui
pendidikan. Sekolah-sekolah
mereka menafikan
kebenaran Islam. Mereka
memerangi kita melalui
kebudayaan, mereka galakkan
pergaulan bebas. Mereka perangi
kita melalui kesihatan, anak-anak
umat Islam yang dilahirkan
didendangkan dengan lagu-lagu
gereja. Mereka perangi kita
dengan ekonomi berlandaskan
riba'. Mereka perangi kita dengan
media cetak dan media elektronik
yang dengan majalah-majalah
lucah dan merosakkan akhlak
remaja. Mereka perangi kita
dengan pelbagai cara dan
elemen.Yang penting umat Islam
hancur binasa. Lantaran itu maka
rosaklah akhlak umat Islam.
Bagaimana hendak
menghadapi golongan kedua
(munafik) dan golongan
ketiga (kafir harbi) ini ?
Firman Allah SWT dalam Surah Al
Baqarah : 190 - 193 :
وَقَـٰتِلُواْ فِى سَبِيلِ
ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ
يُقَـٰتِلُونَكُمۡ وَلَا
تَعۡتَدُوٓاْ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا
يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ )١٩٠ (
وَٱقۡتُلُوهُمۡ حَيۡثُ
ثَقِفۡتُمُوهُمۡ وَأَخۡرِجُوهُم
مِّنۡ حَيۡثُ أَخۡرَجُوكُمۡ‌ۚ
وَٱلۡفِتۡنَةُ أَشَدُّ مِنَ
ٱلۡقَتۡلِ‌ۚ وَلَا
تُقَـٰتِلُوهُمۡ عِندَ
ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ حَتَّىٰ
يُقَـٰتِلُوكُمۡ فِيهِ‌ۖ فَإِن
قَـٰتَلُوكُمۡ فَٱقۡتُلُوهُمۡ‌ۗ
كَذَٲلِكَ جَزَآءُ
ٱلۡكَـٰفِرِينَ )١٩١ ( فَإِنِ
ٱنتَہَوۡاْ فَإِنَّ ٱللَّهَ
غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ۬ )١٩٢ (
وَقَـٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا
تَكُونَ فِتۡنَةٌ۬ وَيَكُونَ
ٱلدِّينُ لِلَّهِ‌ۖ فَإِنِ
ٱنتَہَوۡاْ فَلَا عُدۡوَٲنَ
إِلَّا عَلَى ٱلظَّـٰلِمِينَ
)١٩٣ )
Dan perangilah kerana
(menegakkan dan
mempertahankan) agama Allah
akan orang-orang yang
memerangi kamu dan janganlah
kamu melampaui batas (dengan
memulakan peperangan); kerana
sesungguhnya Allah tidak suka
kepada orang-orang yang
melampaui batas.(190) Dan
bunuhlah mereka (musuh yang
memerangi kamu) di mana sahaja
kamu dapati mereka dan usirlah
mereka dari tempat yang mereka
telah mengusir kamu dan
(ingatlah bahawa angkara) fitnah
itu lebih besar bahayanya
daripada pembunuhan dan
janganlah kamu memerangi
mereka di sekitar Masjidilharam
sehingga mereka memerangi
kamu di situ. Oleh itu kalau mereka
memerangi kamu (di situ), maka
bunuhlah mereka. Demikianlah
balasan bagi orang-orang yang
kafir. (191) Kemudian jika mereka
berhenti memerangi kamu (maka
berhentilah kamu) kerana
sesungguhnya Allah Maha
Pengampun, lagi Maha
Mengasihani. (192) Dan perangilah
mereka sehingga tidak ada lagi
fitnah dan (sehingga) menjadilah
agama itu semata-mata kerana
Allah. Kemudian jika mereka
berhenti maka tidaklah ada
permusuhan lagi melainkan
terhadap orang-orang yang zalim.
(193) (Al Baqarah : 190-193)
Setiap serangan dari golongan
kafir harbi dan munafik ini, kita
balas serangan mereka
berdasarkan syariat dan kita
jangan melampaui batas. Orang
yang melampaui batas adalah
orang yang zalim. Berlaku zalim
bukan dari ajaran Islam.
Andainya kita diserang dengan
pendidikan musuh yang
meruntuhkan akhlak umat Islam
khususnya remaja. Maka serang
semula dengan mewujudkan
pendidikan Islam yang mengajar
umat Islam untuk rasa bertauhid
dan beribadah. Andainya kita
diserang dengan ekonomi riba ’
oleh musuh, maka serang semula
dengan mewujudkan ekonomi
Islam yang mampu menyebarkan
kekayaan Negara kepada seluruh
masyarakat dan menjadi tunjang
kea rah pembangunan Negara.
Andainya kita diserang dengan
kebudayaan kuning musuh yang
beterasakan pergaulan bebas
tanpa batasan, arak dan maksiat,
maka kita serang semula dengan
kebudayaan Islam dengan
menzahirkan syariat dalam
berhibur, berpakaian,
bermasyarakat dan sebagainya.
Andainya kita diserang dengan
makanan yang haram, maka kita
serang semula dengan
mewujudkan industry dan kilang
makanan halal.Andainya kita
diserang dengan sistem
perubatan kafir yang
menyebabkan maruah aurat kita
terdedah, maka kita wujudkan
sistem perubatan Islam yang
bukan saja menjaga maruah
pesakit, malah memberikan
rawatan dengan caj yang
setimpal. Dan begitulah
seterusnya. Jangan sesekali kita
melampaui batas dalam membalas
serangan musuh dari golongan
kedua dan ketiga.
Di sini letaknya peranan
membangun hablumminannas.
Hablumminannas adalah
hubungan sesama manusia. Di
dalamnya terangkum tuntutan
fardhu kifayah dalam membina
hubungan dan menjaga hal ehwal
sesama manusia, tak kira sama
ada manusia itu beragama Islam,
mahu pun bukan Islam. Andainya
tuntutan hablumminannas ini
tertunai, hakikatnya terjagalah
kebajikan umat Islam. Terlindung
dan terselamatlah kepentingan
dan maruah umat Islam. Kerana
umat Islam sudah tidak
bergantung lagi kepada kaum
munafik dan kafir harbi yang
sentiasa memusuhi Islam. Cuba
bayangkan andainya tuntutan
hablumminannas terlaksana.
Masyarakat kita ada sistem
pendidikan Islam dari peringkat
tadika sehingga universiti.
Masyarakat kita ada rangkaian
jaringan ekonomi dari peringkat
gerai kecil-kecilan atau kiosk,
membawa kepada mini market,
kepada supermarket, kepada
hypermarket, kepada import &
export. Masyarakat Islam kita
punyai industri kecil, sederhana,
dan besar dalam menghasilkan
produk-produk keperluan harian
umat Islam yang dijamin halalan
toyyiban. Masyarakat Islam
punyai hospital Islam
menyediakan kemudahan
rawatan dan perubatan
bersyariat. Masyarakat Islam
punyai stesen penyiaran sendiri
dalam menyalurkan informasi
Islam dan dakwah. Masyarakat
Islam punyai sistem kebudayaan
Islam yang memperomosi hiburan
cara Islam, berpakaian cara Islam,
berakhlak dan berinteraksi secara
Islam. Dan lain-lain lagi. Alangkah
indahnya. Waktu itu bukan sahaja
umat Islam mendapat manfaat
atas kedamaian dan ketenangan
yang terzahir, malah masyarakat
bukan Islam juga dapat
menumpang keamanan dan
perkhidmatan yang ada.
Tetapi
Andainya umat Islam gagal
membangunkan hablumminannas,
maka terhinalah mereka kerana
terpaksa bergantung hidup
dengan hasil dan produk keluaran
musuh-musuh Islam.
Firman Allah SWT dalam Al Imran :
112 :
ضُرِبَتۡ عَلَيۡہِمُ ٱلذِّلَّةُ
أَيۡنَ مَا ثُقِفُوٓاْ إِلَّا
بِحَبۡلٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ
وَحَبۡلٍ۬ مِّنَ ٱلنَّاسِ
وَبَآءُو بِغَضَبٍ۬ مِّنَ
ٱللَّهِ وَضُرِبَتۡ عَلَيۡہِمُ
ٱلۡمَسۡكَنَةُ‌ۚ ذَٲلِكَ
بِأَنَّهُمۡ كَانُواْ
يَكۡفُرُونَ بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ وَيَقۡتُلُونَ
ٱلۡأَنۢبِيَآءَ بِغَيۡرِ
حَقٍّ۬‌ۚ ذَٲلِكَ بِمَا عَصَواْ
وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ )١١٢ )
Mereka ditimpakan kehinaan
(dari segala jurusan) di mana
sahaja mereka berada, kecuali
dengan adanya sebab dari
Allah dan adanya sebab dari
manusia dan sudah sepatutnya
mereka beroleh kemurkaan dari
Allah dan mereka ditimpakan
kemiskinan (dari segala jurusan).
Yang demikian itu disebabkan
mereka sentiasa kufur ingkar akan
ayat-ayat Allah (perintah-
perintahNya) dan mereka
membunuh Nabi-nabi dengan
tiada alasan yang benar.
Semuanya itu disebabkan mereka
derhaka dan mereka sentiasa
mencerobohi (hukum-hukum
Allah).

[+/-] Selengkapnya...