Pages

Subscribe:

Pengunjung

Entri Populer

sahabat

random Ayat Al Qur'an

Waktu Shalat

Cari di Blog Ini

translit

Selasa, 26 Oktober 2010

Keutamaan Menyebarkan Ilmu Agama

Dari Abu Umamah al-Baahili
radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,

« إِنَّ اللَّهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ
السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ،
حَتَّى النَّمْلَةَ فِى
جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ،
لَيُصَلُّونَ عَلَى
مُعَلِّمِ النَّاسِ
الْخَيْرَ »

“Sesungguhnya Allah dan para
Malaikat, serta semua makhluk
di langit dan di bumi, sampai
semut dalam lubangnya dan
ikan (di lautan), benar-benar
bershalawat/mendoakan
kebaikan bagi orang yang
mengajarkan kebaikan (ilmu
agama) kepada manusia ”
[1].
Hadits yang agung ini
menunjukkan besarnya
keutamaan seorang yang
mempelajari ilmu agama
[2]
yang bersumber dari al-Qur’an
dan Sunnah Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
kemudian menyebarkannya
kepada umat manusia
[3].
Imam Abdullah bin al-Mubarak
rahimahullah berkata, “Aku
tidak mengetahui setelah
(tingkatan) kenabian,
kedudukan yang lebih utama
dari menyebarkan ilmu
(agama) ”
[4].
Dalam hadist lain yang
semakna dari Abu Darda’
radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
“ Sesungguhnya orang yang
memahami ilmu (agama dan
mengajarkannya kepada
manusia) akan selalu
dimohonkan (kepada Allah
Ta ’ala) pengampunan (dosa-
dosanya) oleh semua makhluk
yang ada di langit dan di bumi,
termasuk ikan-ikan di lautan
”
[5].
Beberapa faidah penting yang
terkandung dalam hadits ini:
- Makna shalawat dari Allah
Ta ’ala kepada hamba-Nya
adalah limpahan rahmat,
pengampunan, pujian,
kemuliaan dan keberkahan
dari-Nya.
[6]. Ada juga yang
mengartikannya dengan
taufik dari Allah Ta ’ala untuk
mengeluarkan hamba-Nya dari
kegelapan (kesesatan) menuju
cahaya (petunjuk-Nya),
sebagaimana dalam firman-
Nya:

{ هُوَ الَّذِي يُصَلِّي
عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ
لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ
الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ
رَحِيمًا }
“Dialah yang bershalawat
kepadamu (wahai manusia)
dan malaikat-Nya (dengan
memohonkan ampunan
untukmu), supaya Dia
mengeluarkan kamu dari
kegelapan kepada cahaya
(yang terang). Dan adalah Dia
Maha Penyayang kepada
orang-orang yang
beriman ” (QS al-Ahzaab:43)[7].

- Orang yang mengajarkan
ilmu agama kepada manusia
berarti telah menyebarkan
petunjuk Allah Ta ’ala yang
merupakan sebab utama
terwujudnya kemakmuran
dan kesejahteraan alam
semesta beserta semua isinya,
oleh karena itu semua makhluk
di alam semesta berterima
kasih kepadanya dan
mendoakan kebaikan baginya,
sebagai balasan kebaikan yang
sesuai dengan perbuatannya
[8].

- Sebagian dari para ulama ada
yang menjelaskan makna
hadits ini bahwa Allah Ta ’ala
akan menetapkan bagi orang
yang mengajarkan ilmu agama
pengabulan bagi semua
permohonan ampun yang
disampaikan oleh seluruh
makhluk untuknya[9].

- Tentu saja yang keutamaan
dalam hadits ini khusus bagi
orang yang mengajarkan ilmu
agama dengan niat ikhlas
mengharapkan wajah Allah
Ta ’ala, bukan untuk tujuan
mencari popularitas atau
imbalan duniawi[10].

- Para ulama yang
menyebarkan ilmu agama
adalah pewaris para Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam[11]
, karena merekalah yang
menggantikan tugas para Nabi
dan Rasul ‘alaihis salam, yaitu
menyebarkan petunjuk Allah
Ta ’ala dan menyeru manusia
ke jalan yang diridhai-Nya,
serta bersabar dalam
menjalankan semua itu, maka
merekalah orang-orang yang
paling mulia kedudukannya di
sisi Allah Ta ’ala setelah para
Nabi dan Rasul ‘alaihis salam
[12].
- Imam Ibnul Qayyim
rahimahullah berkata,
“ Menyampaikan/menyebarkan
sunnah (petunjuk) Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
kepada umat manusia lebih
utama daripada
menyampaikan (melemparkan)
panah ke leher musuh
(berperang melawan orang
kafir di medan jihad), karena
menyampaikan panah ke leher
musuh banyak orang yang
(mampu) melakukannya,
sedangkan menyampaikan
sunnah (petunjuk) Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
kepada umat manusia hanya
(mampu) dilakukan oleh (para
ulama) pewaris para Nabi
‘ alaihis salam dan pengemban
tugas mereka di umat mereka,
semoga Allah Ta ’ala
menjadikan kita termasuk
golongan mereka dengan
karunia dan kemurahan-Nya
” [13].


semogs bermanfaat

[+/-] Selengkapnya...

Pesan Terakhir Rasulullah Saw.

Khutbah Terakhir Nabi
Muhammad SAW
(Khutbah ini disampaikan
pada 9 Dzulhijjah 10 H di
Uranah, Arafah)
Ya, saudara-saudaraku,
perhatikan apa yang akan aku
sampaikan, aku tidak tahu
apakah tahun depan aku
masih berada di antara kalian.
Karenanya dengarkan baik-
baik apa yang kukatakan ini
dan sampaikan
kepada mereka yang tidak
dapat hadir saat ini.
Ya, saudara-saudaraku, seperti
kita ketahui, bulan ini, hari ini
dan kota ini adalah suci,
karenanya pandanglah
kehidupan dan milik setiap
orang Muslim sebagai
kepercayaan yang suci.
Kembalikan barang-barang
yang dipercayakan kepadamu
kepada pemilik yang
sebenarnya.
Jangan kau lukai orang lain
sebagaimana orang lain tidak
melukaimu. Ingatlah bahwa
kamu akan bertemu dengan
Allah SWT dan Dia akan
memperhitungkan amalanmu
dengan sebenar-benarnya.
Allah SWT telah melarangmu
memungut riba, karenanya
mulai saat ini dan untuk
seterusnya kewajiban
membayar riba dihapuskan.
Waspadalah terhadap syaitan,
demi keselamatan Agamamu.
Dia telah kehilangan semua
harapannya untuk membawa
kalian pada kesesatan yang
nyata, tapi waspadalah agar
tidak terjebak pada tipuan
halusnya.
Ya, saudara-saudaraku, adalah
benar kamu mempunyai hak
tertentu terhadap isteri-
isterimu, tapi mereka juga
mempunyai hak atas dirimu.
Apabila mereka mematuhi
hakmu maka mereka
memperoleh haknya untuk
mendapat makanan dan
pakaian secara layak.
Perlakukanlah isteri-isterimu
dengan baik dan bersikaplah
manis terhadap mereka,
karena mereka adalah
pendampingmu dan
penolongmu yang setia. Dan
adalah hakmu untuk melarang
mereka berteman dengan
orang-orang yang tidak kamu
sukai, dan juga
terlarang melakukan
perzinahan.
Ya, saudara-saudaraku,
dengarkanlah baik-baik,
sembahlah Allah, Shalat lima
kali dalam sehari, laksanakan
Puasa selama bulan Ramadhan,
dan tunaikanlah Zakat,
laksanakan ibadah Haji bila
mampu.
Ketahuilah bahwa sesama
Muslim adalah bersaudara.
Kamu semua adalah sederajat.
Tidak ada perbedaan satu
terhadap yang lain kecuali
Ketaqwaan dan Amal Shalih.
Ingatlah, suatu hari kamu akan
menghadap Allah
dan harus mempertanggung
jawabkan semua amalanmu.
Karena itu berhati-hatilah
jangan menyimpang dari jalan
kebenaran setelah
kepergianku nanti.
Ya, saudara-saudaraku, tidak
akan ada Nabi atau Rasul
sesudahku dan tidak akan ada
agama lain yang lahir.
Karenanya simaklah baik-baik
ya Saudaraku, dan pahamilah
kata-kata yang kusampaikan
kepadamu,
bahwa aku meninggalkan dua
pusaka, Al-Qur ’an dan contoh-
contohku sebagai As-Sunnah
dan bila kalian mengikutinya
tidak mungkin akan tersesat.
Siapa yang mendengarkan
perkataanku ini wajib
menyampaikannya kepada
yang lain dan seterusnya dan
mungkin yang terakhir
memahami kata-kataku ini
bisa lebih baik dari yang
langsung mendengarkan.
Demi Allah aku bersaksi,
bahwa aku telah
menyampaikan ajaran-Mu
kepada umat-Mu ya Allah.

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 29 September 2010

Azab Bagi Kaum Wanita

Seorang kawan ana telah memberi
artikel ini kpd ana untuk
sampaikan kepada kaum hawa.
Apabila ana baca artikel ini,ana
takut jika ana berada di tempat
salah satu di bawah ini..
Kepada kaum hawa,terlalu byk
ujian bagi kaum hawa.Semoga
artikel ini bermanfaat buat kamu.
Buat kaum adam,kamu juga pasti
tidak mahu orang yang kamu syg
menghadapi salah satu siksaan di
bawah ini.
Harap artikel ini dapat
disampaikan kepada org
lain.INSYAALLAH.
khususnya untuk para wanita
dan diri sendiri.....
Sayidina Ali ra menceritakan suatu
ketika melihat
Rasulullah menangis manakala ia
datang bersama Fatimah . Lalu
keduanya bertanya mengapa
Rasul menangis.
Beliau menjawab, "Pada malam
aku di-isra'- kan , aku
melihat perempuan-perempuan
yang sedang disiksa dengan
berbagai siksaan. Itulah sebabnya
mengapa aku menangis.
Karena, menyaksikan mereka yang
sangat berat dan mengerikan
siksanya.
Putri Rasulullah kemudian
menanyakan apa yang dilihat
ayahandanya. "Aku lihat ada
perempuan digantung
rambutnya, otaknya mendidih.
Aku lihat perempuan digantung
lidahnya, tangannya diikat ke
belakang dan timah cair
dituangkan ke dalam
tengkoraknya.
Aku lihat perempuan
tergantang kedua kakinya
dengan terikat tangannya
sampai ke ubun-ubunnya,
diulurkan ular dan
kalajengking.
Dan aku lihat perempuan yang
memakan badannya sendiri, di
bawahnya dinyalakan api
neraka. Serta aku lihat
perempuan yang bermuka
hitam, memakan tali perutnya
sendiri.
Aku lihat perempuan yang
telinganya pekak dan matanya
buta, dimasukkan ke dalam
peti yang dibuat dari api
neraka, otaknya keluar dari
lubang hidung, badannya
berbau busuk karena penyakit
sopak dan kusta. Aku lihat
perempuan yang badannya
seperti himar, beribu-
ribu kesengsaraan
dihadapinya. Aku lihat
perempuan yang rupanya
seperti anjing, sedangkan api
masuk melalui mulut dan
keluar dari duburnya
sementara malikat
memukulnya dengan pentung
dari api neraka, "kata Nabi.
Fatimah Az-Zahra kemudian
menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu?
*Rasulullah menjawab, "Wahai
putriku, adapun mereka yang
tergantung rambutnya hingga
otaknya mendidih adalah
wanita yang tidak
menutup rambutnya sehingga
terlihat oleh laki-laki yang
bukan muhrimnya.
*Perempuan yang digantung
susunya adalah istri yang
'mengotori' tempat tidurnya.
*Perempuan yang tergantung
kedua kakinya ialah perempuan
yang tidak taat kepada
suaminya, ia keluar rumah
tanpa izin suaminya,
dan perempuan yang tidak
mau mandi suci dari haid dan
nifas.
*Perempuan yang memakan
badannya sendiri ialah karena
ia berhias untuk lelaki yang
bukan muhrimnya dan suka
mengumpat orang lain.
*Perempuan yang memotong
badannya sendiri dengan
gunting api neraka karena ia
memperkenalkan dirinya
kepada orang yang kepada
orang lain bersolek dan
berhias supaya kecantikannya
dilihat laki-laki yang
bukan muhrimnya.
*Perempuan yang diikat kedua
kaki dan tangannya ke atas
ubun-ubunnya diulurkan ular
dan kalajengking padanya
karena ia bisa shalat tapi tidak
mengamalk! annya dan tidak
mau mandi junub.
* Perempuan yang kepalanya
seperti babi dan badannya
seperti himar ialah tukang
umpat dan pendusta..
Perempuan yang menyerupai
anjing ialah perempuan yang
suka memfitnah dan
membenci suami.
"Mendengar itu,Sayidina Ali dan
Fat imah Az-Zahra pun turut
menangis.
Dan inilah peringatan kepada
kaum perempuan.
sampai2kan kpd kwn2 kita yg
lain..insyaALLAH

[+/-] Selengkapnya...

Antara Wanita Yang berhijab dan Wanita yang Tidak Berhijab

Bila diibaratkan, wanita yang
berhijab dengan wanita yang
tidak berhijab itu seperti dua buah
roti yang bermerek sama namun
dengan cover atau bungkus yang
berbeda. Duah buah roti sama-
sama bermerek "X" misalnya.
Roti "X" yang pertama dibiarkan
terbuka, dijual dipinggiran jalan,
yang setiap orang dapat dengan
mudah melihatnya secara
langsung, bahkan meraba atau
mencicipinya pun mudah. Untuk
roti "X" yang pertama ini, lalatpun
pasti mudah untuk hinggap.
Roti "X" yang kedua dibungkus
dan dikemas dengan plastik
bersih, rapat, indah, dan rapi.
Kemudian tempat
penjualannyapun ditempatkan di
dalam lemari kaca, yang nggak
setiap orang dapat
menyentuhnya.
Diantara kedua roti tersebut, kalau
kita disuruh memilih, tentunya
pilih roti "X" yang kedua, karena
tertutup dengan rapat dan bersih,
tentunya kita pun yakin bahwa
roti ini belum pernah dicicipi
orang lain sebelumnya. Sedangkan
roti "X" yang pertama,meragukan,
lalat saja mudah hinggap.
Itulah sebenarnya salah satu
peranan jilbab bagi para wanita
muslimah, agar lebih terjaga.
Sedangkan tujuan utamanya
tentunya tetap saja sebagai
bentuk ketaqwaan kepada
Allah swt. Kurang lebih, seperti
kedua roti yang bermerek sama
itulah islam memandang dan
memperlakukan wanita, antara
yang berjilbab dan yang tidak
menggunakan jilbab. Meskipun
pada dasarnya mereka sama,
sesama wanita atau bahkan
sesama muslimah. Namun, wanita
yang berjilbab adalah wanita yang
memiliki kedudukan lebih
terhormat dari wanita yang tidak
berjilbab.Karena, wanita berjilbab
senantiasa menyembunyikan
auratnya dari mereka yang tidak
berhak untuk melihat atau bahkan
menyentuhnya.
Jilbab dan kerudung, pada saat ini
keadaannya memang seolah
dijadikan sebagai sebuah
permasalahan yang biasa-biasa
saja. Bahkan, sampai saat ini masih
ada saja orang tua yang melarang
anaknya untuk mengenakan
jilbab, padahal mereka sendiri
mengaku sebagai keluarga muslim,
lalu kenapa aturan islam secara
tegas mereka langgar bahkan
mereka haramkan. Allah swt dan
Rasulullah saw padahal telah
secara tegas menyampaikan
masalah kewajiban menggunakan
jilbab ini kepada umat manusia,
khususnya umat muslim. Tapi
tetap saja, sampai saat ini masih
banyak wanita-wanita muslim
yang membangkang dari perintah
menggunakan jilbab ini.
Di sisi lain, ada pula yang katanya
mengenakan kerudung, namun
yang mereka maksud dengan
kerudung adalah sebatas
pembungkus kepala saja,tidak
lebih. Pembungkus kepala yang
ukurannya sempit, dengan
pakaian yang juga super sempit.
Padahal Allah telah
memerintahkan untuk
menjulurkan kerudungnya ke
dadanya.
Tapi nyatanya apa? Para
perempuan berkerudung seksi
menggunakan pakaian yang juga
seksi, bukan menjulurkan
kerudung kedadanya, tapi justru
menonjolkan bentuk dadanya. Apa
sih sebenarnya yang menghalangi
mereka untuk mengenakan
pakaian yang sesuai dengan
syariat islam? Apakah mereka
takut kalau lelaki tidak dapat
melihat bentuk tubuh mereka?
Atau mereka takut kehilangan
kesempatan untuk mengatakan
"Ini loh dada gw?" (Maaf).
Kalau tidak demikian, lalu adakah
alasan lain yang tepat untuk
membenarkan pelanggaran
mereka atas perintah berjilbab
dan berkerudung ini?
Ada sebagian orang yang
melontarkan jawabannya, "Alah!
Yang berjilbab aja banyak yang
nyolong, banyak yang nyopet,
banyak yang nipu, banyak yang
jadi rentenir...Yang penting mah
hatinya!".
Apakah perintah menutup aurat
itu datangnya dari mereka,
sehingga kita berkiblat pada
mereka?
Dan kalau memang demikian
pendapat mereka, lalu apakah
sedikit perempuan yang tidak
berjilbab yang jadi PSK, germo,
rentenir,copet, dan lain-lain?
Mereka lebih banyak.
Kenapa kita selalu mencari-cari
keburukan wanita yang berhijab
namun imamnnya belum mantap?
Kenapa kita menjadikan wanita-
wanita yang menjadikan jilbab
hanya untuk tameng kejahatan
mereka sebagai pedoman hidup
kita?
Justru,dengan adanya pihak-pihak
yang berusaha untuk
menjatuhkan citra jilbab dan
kerudung itulah, maka kita harus
bangkit dan mengharumkan nama
jilabab, bukan malah ikut
menginjak-injaknya.
Kalau kita mengatakan "Yang
penting mah hatinya!", lalu apakah
bisa dikatakan seorang pemabuk,
pembunuh,pemerkosa itu baik?
Yang penting kan hatinya, bukan
perbuatannya! Kalau sudah
demikian pendapatnya ya
rusaklah semuanya, bisa-bisa,
pembunuh juga akan dibilang
baik, karena yang penting kan
hatinya.
Satu hal Yang penting adalah
bahwa sikap, perbuatan, perilaku,
adalah cerminan dari hati
seseorang. Adapula alasan yang
mengatakan bahwa
menggunakan jilbab itu ribet,
repot,tidak bisa bergerak dengan
leluasa. Emang jilbab menghalangi
apanya?
Anda toh tidak disuruh berperang
seperti perempuan-perempuan
berjilbab pada masa dahulu yang
juga turun ke medan perang!
Anda hanya memasak,mengurus
anak, atau kuliah, atau bekerja,lalu
dimana letak merepotkannya?
Coba kita buka mata kita lebar-
lebar,di luar sana banyak sekali
wanita-wanita muslimah berjilbab
besar dan syar'i yang menjadi ibu
rumah tangga, bekerja, sekaligus
kuliah. Banyak jilbaber besar yang
aktif diorganisai-organisasi yang
membutuhkan banyak sekali
energy dan gerak fisik. Mereka
bisa dan tidak merasa
direpotkan, justru mereka
sangat menjaganya.
Kalau kita merasa bahwa dengan
berjilbab akan membuat kita sulit
untuk mendapatkan pekerjaan,
maka ingatlah bahwa Allah Maha
Kaya. Allah Yang Mengatur
rizqi.
Allah akan memberikan yang
terbaik untuk hamba-
hambaNya yang beriman dan
bertakwa.
Saudariku, marilah kita singkirkan
segala bentuk kemalasan dan
hentikan segala bentuk pencarian
alasan untuk membenarkan
penolakan anda terhadap jilbab
dan kerudung. Ingatlah, bahwa
sesungguhnya hanya Allah-lah
yang mengetahui apa yang
terbaik untuk hambaNya . Maka,
marilah kaum muslimah untuk
kembali ke jalan Allah dengan
mulai menggunkan jilbab yang
syar'i, yang sesuai dengan kaidah-
kaidah islam sebagaimana tertera
dalam beberapa keterangan
berikut ini:
"Katakanlahkepada wanita yang
beriman, 'hendaklah mereka
menahan pandangannya, dan
memelihara kemaluannya, dan
janganlah mereka menampakkan
pehiasaannyakecuali yang biasa
nampak dari pandangan. Dan
hendaklah merekamenutupkan
kain kerudung ke dadanya, dan
jangan- lah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada
suami mereka, atau kpda ayah
mereka, atau putra-putra mereka,
atau saudara- saudara mereka,
atau putra-putra suami mereka,
atau wanita- wanita Islam, atau
budak-budak yang mereka miliki,
atau pelayan- pelayan laki-laki
yang tidak mempunyai keinginan
(terhadap kaum wanita), atau
anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat kaum wanita. dan
janganlah mereka memukul
kakinya agar diketahui perhiasan
yang mereka sembunyikan. Dan
bertaubatlah kamu sekalian
kepada Allah hai orang-orang
yang beriman supaya kamu
beruntung". (Qs.An Nur : 31)
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-
isterimu, anak-anak perempuanmu
dan isteri-isteri orang mukmin:
"Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka." Yang demikian itu
supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di
ganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al Ahzab : 59)
Hadits Dari Khalid bin Duraik, dari
Aisyah ra Asma' binti Abu Bakar
ra, pernahberkunjung kepada
Rasulullah saw memakai pakaian
tipis. Maka Rasulullah saw
berpaling dari padanya seraya
bersabda: "Wahai Asma',
sesungguhnya wanita apabila
telah baligh, tidak benar terlihat
dari padanya kecuali ini... dan
ini...". Beliau memberi isyarat
kepada wajah dan kedua
tangannya.
Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiah
ra, bahwa Rasulullah saw berkata :
“ Rasulullah SAW memerintahkan
kami agar keluar (menuju
lapangan) pada saat hari raya
Iedul Fitri dan Iedul Adha, baik ia
budak wanita, wanita yang
haidh,maupun yang perawan?
Adapun bagi orang-orang yang
haidh maka diperintahkan
menjauh dari tempat shalat,
namun tetap boleh menyaksikan
kebaikan dan seruan kaum
muslimin? Lalu aku berkata: Wahai
Rasulullah SAW salah seorang di
antara kami tidak memiliki jilbab?
Maka Rasulullah saw menjawab:
‘ Hendaklah saudaranya itu
meminjamkan jilbabnya.”
“Pada akhir ummatku nanti akan
muncul kaum laki-laki yang
menaiki pelana seperti layaknya
kaum laki-laki, mereka turun
kemasjid-masjid,wanita-wanita
mereka berpakaian tetapi laksana
telanjang, diatas kepala mereka
(ada sesuatu) seperti punuk unta
yang lemah gemulai. Laknatlah
mereka, karena sesungguhnya
mereka adalah wanita-wanita
yang terlaknat ”(HR. Ahmad)
“Semoga Allah merahmati wanita
Muhajirin yang pertama yang
tatkala Allah swt menurunkan
ayat: ”Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kerudung
kedada mereka.. ” mereka lantas
merobek kain tak berjahit
(muruth) yang mereka kenakan
itu, lalu mereka berkerudung
dengannya (dalam riwayat
laindisebutkan: Lalu merekapun
merobek sarung-sarung mereka
dari pinggir kemudian mereka
berkerudung dengannya ” (HR.
Bukhari dan AbuDawud)
"Hendaklah mereka itu
mengulurkan jilbabnya ke seluruh
tubuh mereka". (Qs. Al Ahzab : 59)
"Nabi saw melaknat laki-laki yang
mengenakan pakaian wanita, dan
seorang wanita yang
mengenakan pakaian laki-laki".
(HR. Abu Dawud dan An Nasai).
"Siapa yang meniru suatu kaum,
maka ia berarti dari golongan
mereka". (HR. Ahmad)

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 28 September 2010

5 Macam Musuh Orang Beriman

Sedar atau tidak sedar, apabila
seorang muslim mengucapkan dua
kalimah syahadah, telah terpikul
dibahunya akan satu
tanggungjawab yang besar. Iaitu
untuk memperjuangkan kalimah
Allah di mukabumi sebagai
khalifah Allah. Dalam
memperjuangkan kalimah Allah ini,
maka para pejuang kebenaran
akan berhadapan dengan 1001
macam mehnah yang dilahirkan
oleh musuh-musuh Islam yang
sentiasa mencari jalan untuk
menjauhkan seorang muslim dari
mendekati Allah SWT.
Apabila persoalan musuh
diketengahkan, terlalu ramai umat
Islam menyangkakan musuh Islam
hanyalah Yahudi dan Nasrani.
Lebih-lebih lagi, akhir-akhir ini
slogan membebaskan Gaza dari
cengkaman Yahudi disemarakkan
oleh mereka-mereka yang
mengaku pejuang Islam walau
rokok Marlboro dari Amerika
masih menjadi hiasan bibir mereka
dan ayam goreng KFC menjadi
santapan hidangan mereka. Maka
berkumpullah mereka
berdemonstrasi dan membakar
bendera Israel, memaki hamun
dan beremosi.
Hakikatnya, mereka terlupa
bahawa musuh Islam itu bukan
hanya Yahudi dan Nasrani. Malah
ada lagi empat musuh yang lebih
bahaya dari itu. Antaranya yang
tidak mampu dilihat dengan mata
kasar dan lebih bahaya dan lebih
licik. Andainya seorang muslim,
gugur di medan perang ditembak
Yahudi dek mempertahankan
kalimah Allah, syahid baginya.
Namun andainya seorang muslim
gugur dan kecundang dengan
musuh yang satu lagi ini iaitu
musuh yang lebih merbahaya dari
Yahudi dan Nasrani, amat
malanglah nasibnya di dunia dan
di akhirat.
Sipakah musuh bagi orang
mukmin ?
Sabda Rasulullah SAW
“Seorang mukmin selalu
dikelilingi lima musuh yang
membahayakan, iaitu seorang
mukmin yang hasad, orang
munafiq yang membenci,
orang kafir yang memerangi,
syaitan yang menyesatkan
dan hawa nafsu yang
menyeretmu. (Termidzi)
Pertama : Golongan mukmin
yang hasad iaitu dari kalangan
umat Islam tetapi mereka
melakukan berbagai maksiat dan
mungkar. Umat Islam yang
bergelumang dengan mungkar
dan maksiat ini akan menyimpan
perasaan dengki sesama muslim.
Mereka iri hati dan susah hati jika
ada seorang muslim yang lain
mampu membuat sesuatu amal
kebajikan yang dia tidak mampu
lakukan. Bila dia lihat ada saudara
seIslamnya mampu beribadah, dia
dengki dan dia benci. Jika ada
saudara seIslamnya yang kuat
berjihad sedangkan dia tidak
mampu berjihad, dia tabor fitnah
dan mengadu domba memburuk-
burukkan sahabatnya itu.
Hakikatnya, mereka inilah yang
menjadi punca perpecahan umat
Islam. Andainya dia tidak ubah
sifatnya, tak mustahil statusnya
berubah dari mukmin yang hasad
dengki kepada golongan munafik.
Tak kurang juga golongan ini
terdiri dari orang muslim yang a’si,
yang fasiq yang memperolehi
nikmat dunia bersumberkan
maksiat dan mungkar. Bagi
mereka kebaikan dan amal soleh
hanya menghalang mereka dari
mengecapi nikmat yang diperolehi
dari maksiat yang dikerjakan.
Mereka benci jika ada orang
berdakwah dan ajak orang kea
rah kebaikan, kerana jika semua
orang baik, dia sudah tidak boleh
zina, tidak boleh minum arak, tidak
boleh hisap dadah. Maka timbullah
kebencian dalam diri mereka. Jika
disuluh peribadi tingakatan iman,
golongan mukmin yang hasad ini
memiliki nafsu ammarah dan
berada di tingkatan iman taqlid
atau iman ilmu.
Firman Allah SWT :
“Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu ambil menjadi
teman kepercayaanmu orang-
orang yang di luar kalanganmu
(kerana) mereka tidak henti-
hentinya (menimbulkan)
kemudaratan kepadamu. Mereka
menyukai apa yang
menyusahkanmu. Telah nyata
kebencian daripada mulut mereka,
dan apa yang disembunyikan hati
mereka lebih besar lagi.
Sesungguhnya telah Kami
terangkan kepadamu ayat-ayat
(Kami), jika kamu
memahaminya. ” (Ali-Imran: 118)
Bagaimana hendak
berhadapan dengan musuh
dari kalangan mukmin yang
hasad ini ?
Cara untuk berhadapan dengan
kejahatan yang dilahirkan oleh
manusia muslim yang hasad
dengki ialah dengan berbuat baik
kepada orang yang berbuat jahat
kepada kita. Dalam kitab
dibahaskan empat cara iaitu :
1. Membalas kejahatan dengan
kejahatan. Cara ini lebih baik
ditinggalkan kerana ia akan
menyebabkan perpecahan.
Seorang mumin yang hasad,
sikap hasad itu menyemai
benih perpecahan, dan
perpecahan melemahkan
kekuatan lantas
menghancurkan dasar
keimanan kerana Rasulullah
SAW ada memberi peringatan :
“Hasad akan memakan
kebaikan seperti api memakan
sekam ” . Andainya cara
pertama ini yang kita pilih
untuk memerangi mukmin
yang hasad, hakikatnya kita
sendiri saling tidak tumpah,
sama sahaja dengan mukmin
yang hasad tersebut.
2. Berlaku diam, iaitu tidak
membalas kejahatannya. Ini
susah dilaksanakan kerana ia
memerlukan mujahadatunnafsi
dan sifat sabar. Dan ingatlah,
sabar adalah sifat yang dimiliki
oleh golongan bighairi hisab di
yaumil mahsyar nanti.
3. Kejahatannya dibalas dengan
kebaikan. Pelaksanaannya amat
sukar sekali diibaratkan seperti
mencabut nyawa dari badan.
Tahap kesabaran yang lebih
tinggi dari kaedah kedua di
atas. Cuba bayangkan, orang
mendatangkan kepayahan
kepada kita, tetapi kita balas
dengan senyuman kepadanya.
Mampukah kita lakukan ? Dan
dalam pendekatan perjuangan
Islam, dalam memberi kebaikan
dalam membalas kejahatan
yang dilakukan, seorang Muslim
hendaklah menyampaikan
seruan dakwah secara
berhikmah dan berakhlak
kepada mereka yang berbuat
jahat. Seru mereka, didik
mereka, dakwah mereka, ke
arah iman dan akhlak Islamiah.
Dan inilah sebaik-baik cara
kerana tingatannya lebih tinggi
dari kaedah kedua.
4. Mendoakan mereka agar
dipimpin Allah ke arah
keinsafan dan iman.
Antara keempat-empat cara
memerangi orang mukmin yang
hasad, hindarilah kaedah yang
pertama. Dan sebaik-baik cara
berhadapan dengan mereka ialah
kaedah ketiga dan keempat. Kita
balas kejahatan yang mereka
lakukan dengan kebaikan. Antara
kebaikan yang boleh ita lakukan
ialah dengan memberi nasihat
kepada mereka. Dengan memberi
ilmu kepada mereka. Dengan
membantu mereka beramal
dengan ilmu mereka.Dan lainlain
kebajikan yang mampu kita
berikan sebagai khidmat kita
kepada mereka atas jalan iman
dan taqwa. Lantas, kita berdoa
kepada Allah agar mereka dan diri
kita serta seluruh umat Islam
diberikan ampunan dan kekuatan
dalam beribadah kepada NYA.
Musuh mukmin yang kedua
ialah orang munafik. Golongan
Munafik adalah golongan yang
menzahirkan diri sebagai Muslim
sambil menyembunyikan
kekafiran mereka. Mereka boleh
memperkatakan tentang Islam,
mereka alim dan arif tentang ilmu-
ilmu Islam, mereka petah dan
lancar membicarakan dan
membahaskan hal ehwal Islam,
tetapi disebalik penzahiran Islam
mereka, terkandung agenda untuk
merosakkan dan menyesatkan
umat Islam. Kaum munafik ini
diibaratkan bagai "musang
berbulu ayam" atau "musuh dalam
selimu". Mereka menzahirkan
keislaman mereka, lantas kita
sukar untuk mengenali mereka
melainkan perkhabaran yang
datangnya dari Rasulullah SAW
serta tanda-tanda yang disebut di
dalam Al Quran. Firman Allah dalam
Surah Al Munafiqun ayat 1 hingga
6 :
إِذَا جَآءَكَ ٱلۡمُنَـٰفِقُونَ
قَالُواْ نَشۡہَدُ إِنَّكَ
لَرَسُولُ ٱللَّهِ‌ۗ وَٱللَّهُ
يَعۡلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ ۥ
وَٱللَّهُ يَشۡہَدُ إِنَّ
ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ لَكَـٰذِبُونَ
)١ ( ٱتَّخَذُوٓاْ أَيۡمَـٰنَہُمۡ
جُنَّةً۬ فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ
ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّہُمۡ سَآءَ مَا
كَانُواْ يَعۡمَلُونَ )٢ ( ذَٲلِكَ
بِأَنَّہُمۡ ءَامَنُواْ ثُمَّ
كَفَرُواْ فَطُبِعَ عَلَىٰ
قُلُوبِہِمۡ فَهُمۡ لَا
يَفۡقَهُونَ )٣ ( ۞ وَإِذَا
رَأَيۡتَهُمۡ تُعۡجِبُكَ
أَجۡسَامُهُمۡ‌ۖ وَإِن يَقُولُواْ
تَسۡمَعۡ لِقَوۡلِهِمۡ‌ۖ
كَأَنَّہُمۡ خُشُبٌ۬
مُّسَنَّدَةٌ۬‌ۖ يَحۡسَبُونَ
كُلَّ صَيۡحَةٍ عَلَيۡہِمۡ‌ۚ هُمُ
ٱلۡعَدُوُّ فَٱحۡذَرۡهُمۡ‌ۚ
قَـٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ‌ۖ أَنَّىٰ
يُؤۡفَكُونَ )٤ ( وَإِذَا قِيلَ
لَهُمۡ تَعَالَوۡاْ يَسۡتَغۡفِرۡ
لَكُمۡ رَسُولُ ٱللَّهِ
لَوَّوۡاْ رُءُوسَهُمۡ
وَرَأَيۡتَهُمۡ يَصُدُّونَ وَهُم
مُّسۡتَكۡبِرُونَ )٥ ( سَوَآءٌ
عَلَيۡهِمۡ أَسۡتَغۡفَرۡتَ
لَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تَسۡتَغۡفِرۡ
لَهُمۡ لَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ
لَهُمۡ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا
يَہۡدِى ٱلۡقَوۡمَ
ٱلۡفَـٰسِقِينَ )٦ )
Apabila orang-orang munafik
datang kepadamu (wahai
Muhammad), mereka berkata:
Kami mengakui bahawa
sesungguhnya engkau sebenar-
benarnya Rasul Allah dan Allah
sememangnya mengetahui
bahawa engkau ialah RasulNya,
serta Allah menyaksikan bahawa
sesungguhnya pengakuan mereka
adalah dusta. (1) Mereka
menjadikan sumpahnya (atau
akuannya) sebagai perisai (untuk
menyelamatkan dirinya dan harta
bendanya daripada dibunuh atau
dirampas), lalu mereka
menghalang (dirinya dan orang
lain) dari menurut jalan Allah.
Sesungguhnya amatlah buruk apa
yang mereka telah kerjakan. (2)
(Perbuatan buruk) yang demikian
kerana mereka mengaku beriman
(di hadapan orang-orang Islam)
kemudian mereka tetap kafir
sesama sendiri, maka dengan
sebab itu dimeteraikan atas hati
mereka; lalu mereka tidak dapat
memahami (yang mana benar dan
yang mana salah). (3) Dan apabila
engkau melihat mereka, engkau
tertarik hati oleh tubuh badan
mereka (dan kelakuannya) dan
apabila mereka berkata-kata,
engkau juga (tertarik hati)
mendengar tutur katanya (kerana
manis dan petah sekalipun
kosong). (Dalam pada itu) mereka
adalah seperti batang-batang
kayu yang tersandar (tidak
terpakai kerana tidak ada padanya
kekuatan yang dikehendaki).
Mereka (kerana merasai bersalah,
sentiasa dalam keadaan cemas
sehingga) menyangka tiap-tiap
jeritan (atau riuh rendah yang
mereka dengar) adalah untuk
membahayakan mereka. Mereka
itulah musuh yang sebenar-
benarnya maka berjaga-jagalah
engkau terhadap mereka. Semoga
Allah membinasa dan
menyingkirkan mereka dari
rahmatNya. (Pelik sungguh!)
Bagaimana mereka dipalingkan
(oleh hawa nafsunya dari
kebenaran)? (4) Dan apabila
dikatakan kepada mereka: Marilah
(bertaubat) supaya Rasulullah
meminta ampun (kepada Allah)
untuk kamu, mereka (enggan
sambil) menggeleng-gelengkan
kepalanya dan engkau melihat
mereka berpaling (dari bertaubat)
serta mereka berlaku sombong
angkuh. (5) (Tidak ada faedahnya)
kepada mereka, samada engkau
meminta ampun untuk mereka
atau engkau tidak meminta
ampun, Allah tidak sekali-kali akan
mengampunkan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak
memberi hidayat petunjuk kepada
kaum yang fasik. (6)
Golongan ketiga ialah
golongan kafir harbi, iaitu
kafir yang memusuhi dan
memerangi.
Golongan kafir. Mereka terbahagi
kepada 2 kumpulan iaitu:
a. Kafir Harbi – iaitu mereka
yang menzahirkan permusuhan
terhadap umat Islam samada
seperti menyerang, membunuh,
menyiksa, menekan, dan
sebagainya. Sebagai contoh,
golongan Yahudi Zionis yang
menyerang umat Islam di Palestin.
b. Kafir dzimmi – iaitu golongan
kafir yang tidak menzahirkan
permusuhan dengan umat Islam
samada yang tinggal bersama
umat Islam ataupun yang
mendiami Negara yang
berasingan dan tidak memusuhi
umat Islam secara jelas. Mereka ini
mengamalkan sikap perdamaian
dan toleransi sesama umat
Islam. Maka umat Islam disaran
untuk menjalinkan hubungan baik,
saling hormat menghormati,
bantu-membantu disamping
menyampaikan seruan dakwah
kepada mereka. Andainya dalam
sesebuah negara Islam, maka
kebajikan dan keselamatan kafir
dzimmi ini hendaklah dijaga dan
pertahankan oleh pemerintah
Islam dari dicabul haq mereka.
Bagi kafir harbi, mereka akan
memerangi bukan sahaja umat
Islam, malah mereka juga
memerangi kafir dzimmi. Cara
mereka memerangi tak
semestinya melalui senjata
api.Tetapi melalui pelabagai sudut
dan elemen cara hidup. Mereka
memerangi kita melalui
pendidikan. Sekolah-sekolah
mereka menafikan
kebenaran Islam. Mereka
memerangi kita melalui
kebudayaan, mereka galakkan
pergaulan bebas. Mereka perangi
kita melalui kesihatan, anak-anak
umat Islam yang dilahirkan
didendangkan dengan lagu-lagu
gereja. Mereka perangi kita
dengan ekonomi berlandaskan
riba'. Mereka perangi kita dengan
media cetak dan media elektronik
yang dengan majalah-majalah
lucah dan merosakkan akhlak
remaja. Mereka perangi kita
dengan pelbagai cara dan
elemen.Yang penting umat Islam
hancur binasa. Lantaran itu maka
rosaklah akhlak umat Islam.
Bagaimana hendak
menghadapi golongan kedua
(munafik) dan golongan
ketiga (kafir harbi) ini ?
Firman Allah SWT dalam Surah Al
Baqarah : 190 - 193 :
وَقَـٰتِلُواْ فِى سَبِيلِ
ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ
يُقَـٰتِلُونَكُمۡ وَلَا
تَعۡتَدُوٓاْ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا
يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ )١٩٠ (
وَٱقۡتُلُوهُمۡ حَيۡثُ
ثَقِفۡتُمُوهُمۡ وَأَخۡرِجُوهُم
مِّنۡ حَيۡثُ أَخۡرَجُوكُمۡ‌ۚ
وَٱلۡفِتۡنَةُ أَشَدُّ مِنَ
ٱلۡقَتۡلِ‌ۚ وَلَا
تُقَـٰتِلُوهُمۡ عِندَ
ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ حَتَّىٰ
يُقَـٰتِلُوكُمۡ فِيهِ‌ۖ فَإِن
قَـٰتَلُوكُمۡ فَٱقۡتُلُوهُمۡ‌ۗ
كَذَٲلِكَ جَزَآءُ
ٱلۡكَـٰفِرِينَ )١٩١ ( فَإِنِ
ٱنتَہَوۡاْ فَإِنَّ ٱللَّهَ
غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ۬ )١٩٢ (
وَقَـٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا
تَكُونَ فِتۡنَةٌ۬ وَيَكُونَ
ٱلدِّينُ لِلَّهِ‌ۖ فَإِنِ
ٱنتَہَوۡاْ فَلَا عُدۡوَٲنَ
إِلَّا عَلَى ٱلظَّـٰلِمِينَ
)١٩٣ )
Dan perangilah kerana
(menegakkan dan
mempertahankan) agama Allah
akan orang-orang yang
memerangi kamu dan janganlah
kamu melampaui batas (dengan
memulakan peperangan); kerana
sesungguhnya Allah tidak suka
kepada orang-orang yang
melampaui batas.(190) Dan
bunuhlah mereka (musuh yang
memerangi kamu) di mana sahaja
kamu dapati mereka dan usirlah
mereka dari tempat yang mereka
telah mengusir kamu dan
(ingatlah bahawa angkara) fitnah
itu lebih besar bahayanya
daripada pembunuhan dan
janganlah kamu memerangi
mereka di sekitar Masjidilharam
sehingga mereka memerangi
kamu di situ. Oleh itu kalau mereka
memerangi kamu (di situ), maka
bunuhlah mereka. Demikianlah
balasan bagi orang-orang yang
kafir. (191) Kemudian jika mereka
berhenti memerangi kamu (maka
berhentilah kamu) kerana
sesungguhnya Allah Maha
Pengampun, lagi Maha
Mengasihani. (192) Dan perangilah
mereka sehingga tidak ada lagi
fitnah dan (sehingga) menjadilah
agama itu semata-mata kerana
Allah. Kemudian jika mereka
berhenti maka tidaklah ada
permusuhan lagi melainkan
terhadap orang-orang yang zalim.
(193) (Al Baqarah : 190-193)
Setiap serangan dari golongan
kafir harbi dan munafik ini, kita
balas serangan mereka
berdasarkan syariat dan kita
jangan melampaui batas. Orang
yang melampaui batas adalah
orang yang zalim. Berlaku zalim
bukan dari ajaran Islam.
Andainya kita diserang dengan
pendidikan musuh yang
meruntuhkan akhlak umat Islam
khususnya remaja. Maka serang
semula dengan mewujudkan
pendidikan Islam yang mengajar
umat Islam untuk rasa bertauhid
dan beribadah. Andainya kita
diserang dengan ekonomi riba ’
oleh musuh, maka serang semula
dengan mewujudkan ekonomi
Islam yang mampu menyebarkan
kekayaan Negara kepada seluruh
masyarakat dan menjadi tunjang
kea rah pembangunan Negara.
Andainya kita diserang dengan
kebudayaan kuning musuh yang
beterasakan pergaulan bebas
tanpa batasan, arak dan maksiat,
maka kita serang semula dengan
kebudayaan Islam dengan
menzahirkan syariat dalam
berhibur, berpakaian,
bermasyarakat dan sebagainya.
Andainya kita diserang dengan
makanan yang haram, maka kita
serang semula dengan
mewujudkan industry dan kilang
makanan halal.Andainya kita
diserang dengan sistem
perubatan kafir yang
menyebabkan maruah aurat kita
terdedah, maka kita wujudkan
sistem perubatan Islam yang
bukan saja menjaga maruah
pesakit, malah memberikan
rawatan dengan caj yang
setimpal. Dan begitulah
seterusnya. Jangan sesekali kita
melampaui batas dalam membalas
serangan musuh dari golongan
kedua dan ketiga.
Di sini letaknya peranan
membangun hablumminannas.
Hablumminannas adalah
hubungan sesama manusia. Di
dalamnya terangkum tuntutan
fardhu kifayah dalam membina
hubungan dan menjaga hal ehwal
sesama manusia, tak kira sama
ada manusia itu beragama Islam,
mahu pun bukan Islam. Andainya
tuntutan hablumminannas ini
tertunai, hakikatnya terjagalah
kebajikan umat Islam. Terlindung
dan terselamatlah kepentingan
dan maruah umat Islam. Kerana
umat Islam sudah tidak
bergantung lagi kepada kaum
munafik dan kafir harbi yang
sentiasa memusuhi Islam. Cuba
bayangkan andainya tuntutan
hablumminannas terlaksana.
Masyarakat kita ada sistem
pendidikan Islam dari peringkat
tadika sehingga universiti.
Masyarakat kita ada rangkaian
jaringan ekonomi dari peringkat
gerai kecil-kecilan atau kiosk,
membawa kepada mini market,
kepada supermarket, kepada
hypermarket, kepada import &
export. Masyarakat Islam kita
punyai industri kecil, sederhana,
dan besar dalam menghasilkan
produk-produk keperluan harian
umat Islam yang dijamin halalan
toyyiban. Masyarakat Islam
punyai hospital Islam
menyediakan kemudahan
rawatan dan perubatan
bersyariat. Masyarakat Islam
punyai stesen penyiaran sendiri
dalam menyalurkan informasi
Islam dan dakwah. Masyarakat
Islam punyai sistem kebudayaan
Islam yang memperomosi hiburan
cara Islam, berpakaian cara Islam,
berakhlak dan berinteraksi secara
Islam. Dan lain-lain lagi. Alangkah
indahnya. Waktu itu bukan sahaja
umat Islam mendapat manfaat
atas kedamaian dan ketenangan
yang terzahir, malah masyarakat
bukan Islam juga dapat
menumpang keamanan dan
perkhidmatan yang ada.
Tetapi
Andainya umat Islam gagal
membangunkan hablumminannas,
maka terhinalah mereka kerana
terpaksa bergantung hidup
dengan hasil dan produk keluaran
musuh-musuh Islam.
Firman Allah SWT dalam Al Imran :
112 :
ضُرِبَتۡ عَلَيۡہِمُ ٱلذِّلَّةُ
أَيۡنَ مَا ثُقِفُوٓاْ إِلَّا
بِحَبۡلٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ
وَحَبۡلٍ۬ مِّنَ ٱلنَّاسِ
وَبَآءُو بِغَضَبٍ۬ مِّنَ
ٱللَّهِ وَضُرِبَتۡ عَلَيۡہِمُ
ٱلۡمَسۡكَنَةُ‌ۚ ذَٲلِكَ
بِأَنَّهُمۡ كَانُواْ
يَكۡفُرُونَ بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ وَيَقۡتُلُونَ
ٱلۡأَنۢبِيَآءَ بِغَيۡرِ
حَقٍّ۬‌ۚ ذَٲلِكَ بِمَا عَصَواْ
وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ )١١٢ )
Mereka ditimpakan kehinaan
(dari segala jurusan) di mana
sahaja mereka berada, kecuali
dengan adanya sebab dari
Allah dan adanya sebab dari
manusia dan sudah sepatutnya
mereka beroleh kemurkaan dari
Allah dan mereka ditimpakan
kemiskinan (dari segala jurusan).
Yang demikian itu disebabkan
mereka sentiasa kufur ingkar akan
ayat-ayat Allah (perintah-
perintahNya) dan mereka
membunuh Nabi-nabi dengan
tiada alasan yang benar.
Semuanya itu disebabkan mereka
derhaka dan mereka sentiasa
mencerobohi (hukum-hukum
Allah).

[+/-] Selengkapnya...